Peran Pria dalam Persiapan Program Hamil

Oleh dr. Andika Widyatama pada 11 Feb 2019, 10:00 WIB
Kehamilan sering dikaitkan dengan kaum wanita. Padahal, peran pria tentu penting dalam persiapan program hamil.
Peran Pria dalam Persiapan Program Hamil (Elnur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidak dimungkiri, punya momongan adalah impian setiap pasangan. Memperoleh keturunan yang sehat harus dimulai dari persiapan kehamilan yang baik. Sayangnya, masih banyak pasangan yang hanya fokus pada pihak wanita ketika sedang mempersiapkan program hamil.

Padahal, istri dan suami punya peran masing-masing dalam persiapan kehamilan. Untuk memperoleh kehamilan, sperma pria harus berhasil membuahi sel telur wanita. Karena itu, keberhasilan program kehamilan menjadi tanggung jawab kedua belah pihak.

Bagi para pria, pastikan Anda memperhatikan beberapa hal berikut dalam persiapan program hamil bersama pasangan.

  • Olahraga rutin

Olahraga berperan penting dalam menjaga kesehatan, baik secara fisik dan mental. Bagi kesehatan reproduksi pria, olahraga rutin dapat meningkatkan kadar hormon testosteron dan kualitas sperma. Kondisi tersebut dapat berkontribusi dalam keberhasilan program hamil Anda dan pasangan.

Namun, ingatlah untuk tidak berolahraga secara berlebihan karena justru dapat menurunkan kadar testosteron. Sesuaikan intensitas olahraga dengan kemampuan tubuh Anda. Bila perlu, ajak istri Anda berolahraga bersama sambil saling memberikan motivasi.

  • Kontrol berat badan

Obesitas terbukti meningkatkan risiko infertilitas pada pria. Selain itu, pria dengan kelebihan berat badan atau obesitas diketahui bisa lebih lama untuk memperoleh kehamilan. Kelebihan berat atau obesitas dipercaya dapat memengaruhi kualitas sperma, di antaranya menurunkan produksi sperma dan kemampuan gerak sperma. Hal tersebut dikaitkan dengan proses kerusakan DNA di dalam sperma.

Lebih lanjut, sebuah penelitian menduga bahwa berlebihnya kadar lemak dalam tubuh juga dapat memengaruhi fungsi hormon reproduksi pada pria, salah satunya hormon testosteron. Pada akhirnya, dapat menghambat keberhasilan proses kehamilan. Untuk itu, pastikan Anda memiliki berat badan yang ideal.

  • Konsumsi asupan gizi seimbang

Pada prinsipnya, untuk menjaga kesehatan, setiap orang harus mengonsumsi asupan yang bergizi seimbang. Gizi seimbang terdiri dari makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien meliputi karbohidrat, lemak, dan protein. Dilengkapi dengan mikronutrien yang meliputi mineral dan vitamin.

Disamping gizi di atas, dalam mempersiapkan kehamilan setiap pria diharapkan mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan dan serat, serta makanan yang mengandung lemak tak jenuh. Lebih lanjut, antioksidan seperti vitamin C dan E, serta mineral zink dan selenium terbukti dapat meningkatkan jumlah sperma dan kualitas gerak sperma. Lalu, jangan lupa Anda juga harus membatasi asupan yang dapat menurunkan kualitas sperma, seperti alkohol.

  • Cukupi waktu istirahat

Pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup, yakni 7-8 jam sehari. Waktu tidur yang kurang atau berlebih dipercaya dapat menurunkan kualitas sperma. Di samping memiliki istirahat yang cukup untuk kesehatan fisik, Anda juga harus mengelola stres untuk kesehatan mental.

Stres terbukti dapat menurunkan kesuburan dan kepuasan saat berhubungan seksual. Bahkan, stres dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Peningkatan hormon kortisol dapat berdampak pada penurunan hormon testosteron sehingga kualitas sperma pun terganggu.

  • Tidak merokok

Sudah menjadi rahasia umum bahwa merokok memberikan berbagai dampak buruk bagi kesehatan, tak terkecuali untuk kesehatan reproduksi. Di mana, merokok terbukti dapat menurunkan kualitas sperma. Menurut American Society for Reproductive Medicine, merokok dapat menurunkan jumlah produksi sperma dan pergerakan sperma, serta meningkatkan jumlah sperma dengan kelainan bentuk. Kondisi tersebut tentu saja dapat menghambat proses terjadinya kehamilan.

  • Hindari zat berbahaya

Paparan beberapa zat  kimia dipercaya dapat menurunkan kesuburan. Zat kimia tertentu diduga dapat mengurangi kualitas sperma, di antaranya pupuk kimia, pestisida, merkuri, krom, nikel, dan benzene. Paparan terhadap zat-zat tersebut biasanya dapat terjadi di rumah maupun tempat kerja. Oleh karena itu, sebaiknya Anda lebih waspada bila lingkungan sekitar berisiko terpapar zat-zat berbahaya tersebut.

Selain melakukan beberapa upaya di atas, Anda juga dianjurkan melakukan serangkaian pemeriksaan kondisi kesehatan, termasuk tes kesuburan. Dengan melakukan pemeriksaan, Anda dan istri bisa mengantisipasi beragam kemungkinan yang dapat terjadi dalam kehamilan yang akan datang. Ingatlah, keberhasilan program hamil juga dipengaruhi oleh peran pria dan wanita sebagai pasangan suami istri. Tetaplah senantiasa saling mendukung satu sama lain.

[HNS/ RVS]