Wanita yang Terkena Kanker Serviks, Bisakah Hamil?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 12 Feb 2019, 12:30 WIB
Wanita yang menderita kanker serviks mempunyai hambatan untuk dapat hamil. Apa penyebabnya?
Wanita yang Terkena Kanker Serviks, Bisakah Hamil? (StockLite/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua wanita tentu ingin segera memiliki keturunan setelah menikah. Namun, berbeda dengan wanita yang memiliki organ reproduksi yang sehat, bukan hal mudah bagi wanita penderita kanker serviks untuk memiliki anak.

Kemungkinan wanita penderita kanker serviks untuk hamil memang sangat kecil, meski pengobatan sudah rutin dilakukan. Hal ini disebabkan penyakit kanker serviks dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesuburan pada penderitanya.

Paparan virus HPV memang menyebabkan seorang penderita kanker serviks sulit memiliki keturunan. Akan tetapi, bukan hanya itu, terapi yang digunakan selain mematikan sel-sel kanker juga dapat memengaruhi kemampuan wanita dalam memiliki keturunan.

Pada stadium lanjut bahkan penanganan kanker serviks dilakukan dengan mengangkat leher rahim (trachelectomy) atau bahkan tindakan pengangkatan rahim (hysterectomy). Bila sudah dalam kondisi ini, seorang wanita tidak dapat hamil kembali.

Biasanya terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi penderita kanker serviks. Berikut adalah pemaparannya.

  • Operasi untuk pasien kanker serviks stadium awal

Apabila Anda menderita kanker serviks dan berada pada stadium awal, masih mungkin dilakukan operasi pembuangan sel kanker tanpa harus mengangkat organ reproduksi. Anda pun masih dapat hamil di kemudian hari.

  • Kemoterapi

Penanganan kanker serviks dengan kemoterapi dapat membunuh sel-sel kanker sekaligus membunuh sel-sel yang sehat, seperti sel telur yang berada pada ovarium. Jika sel telur rusak maka kemungkinan wanita untuk hamil akan kecil. 

  • Radioterapi

Sinar radiasi dalam jumlah tinggi ditujukan untuk mematikan sel kanker. Hal ini akan membuat ovarium terekspos radiasi dan dapat merusak sebagian atau seluruh ovum (telur). Akibatnya, gangguan kesuburan dan kesempatan untuk memiliki anak akan kecil.

Tingkat stadium dari kanker serviks juga dapat memengaruhi kondisi rahim penderita. Apabila sudah memasuki stadium lanjut serta menyebabkan kerusakan sel telur dan ovarium yang bersifat permanen, bukan tidak mungkin akan terjadi hambatan untuk memiliki keturunan.

Akan tetapi, bila Anda penderita kanker serviks dan ingin segera mendapatkan keturunan, jangan mudah putus asa. Ada berbagai usaha yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Konsultasi lanjutan ke dokter

Untuk mengetahui apakah kondisi kanker yang Anda derita memengaruhi kesuburan, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. yang perlu diingat, bisa atau tidaknya hamil bagi pasien kanker serviks tergantung dari stadium kanker serta penanganannya.

  • Mulai melakukan program kehamilan

Berdiskusi lanjut dengan dokter apakah memungkinkan untuk membuang jaringan serviks seminimal mungkin. Ini dilakukan karena hal tersebut akan memperkecil risiko yang dapat membahayakan kesuburan Anda.

  • Melakukan program bayi tabung

Jika ada sel telur sehat yang dapat diambil untuk dibekukan sebelum tindakan penanganan kanker serviks maka kemungkinan hamil akan ada jika kondisi rahim masih baik dengan melakukan program bayi tabung.

Selain menjalankan program di atas, mengetahui kondisi kanker serviks sejak dini juga berdampak positif pada kesempatan Anda memiliki keturunan. Itu karena sel kanker akan terdeteksi sejak dini sehingga penanganannya akan menjadi lebih ringan dibandingkan saat kanker sudah memasuki stadium lanjut. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya sel kanker pada serviks Anda adalah dengan rutin melakukan pap smear. Lakukan pap smear secara rutin satu tahun sekali untuk mendeteksi dini adanya risiko kanker serviks.

[HNS/ RVS]