Serangan Jantung, Mantan Petinju Willem Papilaya Meninggal Dunia

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 12 Feb 2019, 13:15 WIB
Dunia olahraga Indonesia berduka. Mantan petinju amatir Willem Papilaya meninggal dunia karena serangan jantung.
Serangan Jantung, Mantan Petinju Willem Papilaya Meninggal Dunia (Oleksiy Rezin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka datang dari dunia tinju Tanah Air. Salah satu petinju amatir andalan Indonesia pada era 1980-an, Willem Papilaya, meninggal dunia di Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/2). Dilansir dari berbagai sumber, mantan anggota TNI AD di kesatuan Kopassus itu meninggal pada pukul 11.00 WIB, kemarin. Sejauh ini, menurut kabar yang beredar, eks peraih medali perak Asian Games 1988 Bangkok itu meninggal karena serangan jantung.

Terakhir kali Willem Papilaya terlihat di publik kala mendukung atlet-atlet tinju amatir Indonesia bersaing di ajang Asian Games 2018 lalu. Willem juga beberapa kali terlihat di Hall Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Timur, dan mengamati para atlet yang bertanding.

Mengenal serangan jantung

Jangan sangka bahwa semua orang yang punya penyakit jantung akan mengalami serangan jantung seperti yang dialami Willem Papilaya. Sebab, ada kondisi lain berkaitan dengan jantung, yakni gagal jantung dan henti jantung.

Serangan jantung sendiri biasanya disebut sindrom koroner akut dalam dunia medis. Penyakit ini berhubungan dengan asupan oksigen di dalam jantung yang juga berkaitan dengan pembuluh darah.

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, serangan jantung adalah keadaan saat terjadi penyumbatan di pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jantung.

"Sumbatan di pembuluh darah bisa disebabkan oleh beberapa faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, merokok, obesitas, dan kelainan lipid darah. Aliran darah yang tidak optimal ke jantung akan menyebabkan kerusakan jaringan jantung," ujar dr. Mely.

Untuk serangan jantung, gejala penyakit ini meliputi:

  • Keluhan nyeri dada kiri yang menjalar ke tangan kiri
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Perasaan seperti tercekik

Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami kondisi di atas, perlu segera mendapat penanganan. Jika terlambat, serangan jantung bisa menyebabkan kematian.

Serangan jantung juga bisa terjadi pada usia muda

Ironisnya, serangan jantung tidak mengenal usia. Jika bayangan Anda bahwa serangan jantung terjadi hanya pada orang-orang dengan usia lebih tua, Anda salah. Serangan jantung juga bisa terjadi pada orang usia muda, bahkan di bawah usia 30 tahun. Misalnya yang terjadi pada mantan striker PSIS Semarang, Erik Dwi Ermawansyah. Pemain sepak bola itu meninggal di usia yang relatif muda – yakni 22 tahun – pada 25 Januari lalu.

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, kematian pada usia muda akibat serangan jantung biasanya dihubungkan dengan gangguan irama jantung. "Gangguan irama jantung merupakan kondisi yang mematikan dan dapat terjadi karena faktor kelainan genetik atau kelainan jantung bawaan sejak lahir," kata dr. Andika.

Menariknya, orang muda yang terkena serangan jantung biasanya tidak mengalami gejala atau faktor risiko seperti halnya penyakit jantung. Biasanya, orang tersebut tampak bugar dan tidak terlihat seperti penderita penyakit jantung.

Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja, baik orang dengan usia tua, mantan atlet, dan orang muda yang kelihatan bugar sekalipun. Agar serangan jantung seperti yang menimpa Willem Papilaya tidak terjadi pada Anda, terapkan langkah pencegahan, seperti pola makan yang seimbang, cukup tidur, lakukan gaya hidup sehat, serta rutin berolahraga.

[HNS/ RVS]