5 Fakta tentang Botox yang Perlu Anda Tahu

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 12 Feb 2019, 15:00 WIB
Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan prosedur suntik botox, kenali dulu fakta-fakta medisnya dalam artikel ini.
5 Fakta tentang Botox yang Perlu Anda Tahu (Jade-ThaiCatwalk/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Suntik botox atau botoks merupakan solusi yang kerap dicetuskan saat seseorang ingin mengatasi kerutan pada wajah. Namun sebenarnya, apakah botox itu? Sudahkah Anda benar-benar memahami zat tersebut? Agar lebih jelas, pahami bersama-sama di sini.

Botox adalah botolinum toxin A, atau racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun tersebut sudah dimurnikan sehingga dinilai tak akan menimbulkan gangguan kesehatan. Di lain sisi, botox terdaftar sebagai obat keras yang hanya dapat dibeli dengan resep dokter.

Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi dari KlikDokter, botox aman jika disuntikkan dalam kadar kecil oleh dokter ahli. Cara kerja botox adalah menghilangkan kerutan dengan cara memblokir aktivitas saraf yang berfungsi membuat otot berkontraksi. Alhasil, aktivitas otot akan menurun, menjadi lumpuh, dan memperhalus penampilan keriput.

Namun tahukah Anda, ada beberapa fakta terkait botox yang saat ini belum diketahui banyak orang? Dilansir dari Healthline, fakta tersebut antara lain:

1. Tidak benar-benar menghapus kerutan

Bagi kebanyakan pasien, botox ternyata lebih bersifat pencegahan daripada pemulihan (restoratif). “Setiap garis yang ada di wajah saat Anda istirahat, seperti garis kerutan atau kerutan yang dalam, tidak akan hilang sepenuhnya dengan botox,” kata dr. Estee Williams, MD, seorang dokter kulit, medis, dan dokter bedah.

2. Efek botox hanya sementara

Banyak orang berasumsi bahwa efek ajaib botox akan bertahan tanpa batas waktu. Namun, hal tersebut tidaklah benar. Durasi rata-rata botox untuk glabella (garis antara alis), dahi, dan kaki gagak lateral adalah sekitar tiga hingga empat bulan.

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi masa botox pada setiap individu. Mereka yang banyak berolahraga atau yang sangat ekspresif, mungkin hanya akan merasakan efek botox hingga tiga bulan atau bahkan lebih cepat.

3. Tidak boleh lakukan ini setelah botox

Ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dilakukan sesudah mendapat suntikan botox. Selama enam jam, dokter biasanya meminta Anda untuk tidak berolahraga, berbaring, atau minum Ibuprofen (obat pengencer darah) yang dapat meningkatkan memar di tempat suntikan.

Selain itu, segera setelah mendapat suntikan botox, pertahankan level kepala Anda dan jangan menundukkan kepala ke depan selama dua jam. Cara ini dilakukan sebagai upaya agar suntikan botox dapat lebih efektif.

4. Merasa kebas

Efek kebas yang dirasakan setelah suntik botox adalah fenomena wajar. Hal itu dapat membuat wajah Anda sulit untuk berekspresi dan menggerakkan otot-otot sekitar. Senyum dan mengernyitkan dahi, misalnya, bakal terasa susah sampai efek itu menghilang.

Sebuah studi tahun 2009 di Journal of Cosmetic Dermatology menemukan bahwa ketika seseorang melakukan suntik botox, mereka telah mengurangi mood negatif. Hal tersebut dikaitkan dengan efek kebas, meski belum ada lagi penelitian lebih lanjut.

5. Efek samping suntik botox

Selain kebas, ada beberapa efek samping yang juga terjadi akibat suntik botox. Menurut dr. Jesslyn, efek tersebut antara lain:

  • Nyeri kepala
  • Mata kering atau iritasi mata
  • Penglihatan ganda
  • Sensitif terhadap cahaya

Botox juga dapat menyebabkan overdosis. Beberapa gejala dari overdosis, yaitu pingsan, sesak napas, kelemahan otot, dan paralisis atau kelumpuhan,” tutur dr. Jesslyn.

Meski dinilai berkhasiat dalam mengatasi kulit keriput, suntik botox menyimpan fakta dan efek samping yang harus Anda ketahui. Pahami dari sekarang, lakukan cara sehat untuk mengatasi kulit keriput dengan bahan alami. Konsultasikan pada dokter ahli untuk penanganan yang tepat.

[HNS/ RVS]