Apa Bedanya Peran Doula dan Bidan?

Oleh Ayu Maharani pada 12 Feb 2019, 17:30 WIB
Tak sedikit yang belum bisa membedakan doula dengan bidan karena sama-sama mengurus proses kelahiran. Agar tak salah kira, ini perbedaannya.
Apa Bedanya Peran Doula dan Bidan? (Newman-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat hamil, perempuan membutuhkan perhatian dan pengetahuan ekstra seputar kesehatan fisik, psikis, dan kehamilannya. Umumnya, kedua hal tersebut didapat dari dokter kandungan dan anggota keluarga. Namun, bila ibu hamil jauh dari keluarga atau berkebutuhan khusus, menggunakan jasa bidan ataupun doula bisa menjadi pilihan.

Mungkin sebagian dari Anda sudah tidak asing lagi dengan bidan. Lantas, bagaimana dengan doula? Apakah doula memiliki perbedaan yang signifikan dengan bidan?

Kenali dulu apa itu doula

Dilansir Healthline, tak sedikit orang yang belum bisa membedakan antara doula dan bidan. Bahkan, peran doula pun masih asing bagi masyarakat Indonesia. Padahal, doula ini bukanlah peran baru, lo.

Kata “doula” berasal dari bahasa Yunani yang berarti pelayan wanita. Doula sendiri sudah sejak ada sejak zaman Yunani kuno dan dia ini merupakan seorang tenaga profesional yang memberikan dukungan emosional, fisik, dan pendidikan kepada ibu yang sebentar lagi akan melahirkan, sedang melahirkan, dan habis melahirkan. Intinya, doula ini bertujuan untuk membantu perempuan mendapatkan pengalaman bersalin yang aman dan nyaman.

Ada dua jenis doula, yakni birth doula dan postpartum doula. Untuk birth doula, pekerjaan utamanya adalah berada di sisi ibu hamil dengan menawarkan teknis nonmedis selama persalinan, seperti teknik bernapas, memijat, dan membantu Anda bergerak ke posisi tubuh yang berbeda. Mereka juga dapat memberikan dukungan emosional dan bertindak sebagai penasihat.

Apa pun jenis kelahiran yang sudah dipilih atau direkomendasikan oleh dokter, seorang doula akan ada di sana untuk membantu Anda merasa aman dan kuat. Misalnya, saat operasi caesar, doula dapat menghibur dan memberikan perhatian ekstra untuk membantu mengurangi ketakutan serta kecemasan.

Sedangkan, setelah si ibu melahirkan, doula yang mesti merawatnya adalah postpartum doula. Postpartum doula membantu ibu baru untuk pulih dari proses persalinan. Ini termasuk merawat bayi, membimbing ibu dalam proses menyusui, dan melakukan hal-hal lain terkait pascakelahiran.

1 of 2

Lalu apa bedanya dengan bidan?

Meski sama-sama membantu proses kelahiran, doula tidak memberikan bantuan medis apa pun terhadap kliennya. Ini karena sertifikasi yang didapatkan berbeda dengan bidan. Bahkan, doula tidak diizinkan terlibat dalam aspek medis apa pun selama proses persalinan berlangsung karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup terkait hal tersebut.

Sedangkan pada bidan, mereka adalah profesional medis terlatih yang memainkan peranan kunci selama proses persalinan berlangsung. Bidan bersertifikat dapat melakukan hal-hal, seperti melakukan pemeriksaan ginekologi, memberikan perawatan prenatal, memberikan obat penghilang rasa sakit dan obat penginduksi persalinan, memantau janin dengan menggunakan alat, membantu proses kelahiran bayi secara normal, resusitasi bayi, dan mengelola perdarahan pascapersalinan.

Dengan demikian, perbedaan yang paling mencolok antara doula dan bidan terletak pada jenis pelayanannya. Doula lebih mengarah pada pelayanan psikis, pengetahuan seputar kehamilan dan menyusui, serta bantuan fisik nonmedis lainnya. Sedangkan bidan lebih menekankan fungsinya terhadap tindakan  medis untuk ibu hamil seperti yang telah dipaparkan di atas.

Seorang bidan biasanya tidak memberikan bantuan psikis yang lebih mendalam seperti yang dilakukan oleh doula. Jika yang Anda butuhkan adalah seseorang yang selalu menemani, menenangkan, menyemangati, dan membantu apa pun selama masa hamil dan pascabersalin, maka bidan bukanlah jawabannya, melainkan doula. Tetapi jika Anda membutuhkan pertolongan medis, maka orang yang tepat untuk dicari adalah seorang bidan.

Sementara itu, menurut dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, memanfaatkan jasa doula mesti disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan pasien serta keluarganya karena bagaimanapun juga, ini tidak ada kaitannya dengan bantuan medis.

“Jika memang keluarga dan dokter kandungannya sudah bisa memenuhi kebutuhan fisik, psikis, dan medisnya, maka penggunaan jasa doula mesti dipikirkan lebih matang lagi,” jelas dr. Alvin.

Menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan serta kondisi keluarga ibu hamil akan membuat Anda lebih bijaksana dalam memutuskan mana yang lebih cocok untuk Anda, apakah itu doula atau seorang bidan. Atau bahkan, cukup dengan jasa dokter kandungan.

[RS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓