Bisakah Pipi Tirus Permanen dengan Tarik Benang?

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 13 Feb 2019, 09:00 WIB
Menjanjikan hasil instan, apakah metode tarik benang juga memberikan pipi tirus yang bersifat permanen?
Bisakah Pipi Tirus Permanen dengan Tarik Benang? (Sofia Zhuravetc/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh langsing dan pipi yang tirus kerap menjadi indikator cantik bagi kaum hawa. Untuk mendapatkan bentuk pipi idaman, banyak wanita kemudian mencoba berbagai cara. Salah satu metode yang sekarang banyak diminati dan sedang menjamur adalah tarik benang.

Tidak heran, tarik benang memang menjanjikan hasil signifikan secara instan. Bentuk wajah tirus pun akan didapat dalam hitungan minggu setelah prosedur selesai dilakukan. Walaupun hasil didapat dengan instan, patut juga dipertanyakan apakah tirus mampu dipertahankan secara permanen? Ternyata tidak.

Benang memiliki usia kerja

Sebelum lebih jauh mengevaluasi permanen tidaknya tarik benang, ada baiknya ketahui dulu bagaimana sebenarnya mekanisme kerja metode kecantikan satu ini. Tarik benang menggunakan sebuah kanul seperti sedotan yang berisikan benang. Dengan membuat sayatan kecil pada kulit, kanul ini kemudian dimasukkan dan kemudian ditarik kembali keluar.

Benang yang semula ada dalam kanul kemudian akan tertinggal di lapisan bawah kulit. Benang yang ditanam di bawah kulit inilah yang diharapkan dapat menstimulasi reaksi peradangan dan menstimulasi produksi kolagen. Nah, produksi kolagen ini merupakan kunci untuk membuat wajah lebih terlihat kencang.

Tidak hanya itu, langkah penarikan yang dilakukan juga dipercaya mampu secara instan memberikan bentuk wajah yang tirus. Namun perlu diperhatikan, benang juga memiliki usia kerja dan akan berakhir dalam rentang waktu tertentu.

Rara-rata, benang yang digunakan untuk prosedur tarik benang memiliki masa kerja 6-12 bulan. Setelah itu, secara perlahan benang akan hancur dan terserap sempurna oleh tubuh. Saat masa kerjanya ini berakhir, bentuk pipi juga akan kembali seperti semula.

Gaya hidup dan pola makan berperan penting

Selain usia benang, gaya hidup dan pola makan seseorang ternyata dapat sangat memengaruhi bentuk wajah seseorang. Ingat, benang yang ditanam tidak dapat mencegah penumpukan lemak baru. Sekalipun sudah dilakukan prosedur tarik benang,  bila pola diet dan olahraga tidak dijaga, maka hasilnya juga akan sia-sia.

Asupan lemak berlebih dari makanan dan minuman inilah yang kemudian akan menumpuk di lapisan lemak pipi dan secara bertahap membuatnya terlihat chubby kembali. Tidak hanya itu, pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji, juga sangat memengaruhi produksi kolagen tubuh.

Jenis makanan tidak sehat seperti ini mampu berperan sebagai radikal bebas dan menghambat produksi kolagen. Kalau produksi kolagen sudah terhambat, pipi kendur dan kulit kusam adalah akibat yang didapat setelahnya.

Ketahuilah bahwa radikal bebas penghambat kolagen tidak hanya dapat masuk dari makanan, namun juga stres, kurang istirahat, dan polusi lingkungan. Semakin banyak radikal bebas yang masuk, semakin terhambat pula produksi kolagen tubuh. Akibatnya, bentuk wajah tirus setelah tarik benang juga hanya akan bertahan lebih singkat.

Selain pola makan dan gaya hidup, rutinitas olahraga juga menjadi kunci. Bila kebiasaan baik ini tidak dilakukan, tumpukan lemak juga dapat terbentuk dengan cepat, termasuk timbunan lemak di pipi.

Berbagai faktor inilah yang menjadi alasan mengapa hasil tarik benang tidak mampu bertahan selamanya. Padahal, prosedur ini juga cukup menguras kantong dan memiliki berbagai risiko. Akan jauh lebih baik jika Anda melakukan cara yang lebih alami, seperti mengubah pola makan dan rutin berolahraga. Dengan mencegah lemak masuk ke tubuh dan membakar lemak yang ada dengan berolahraga, pipi tirus akan didapat dan juga mampu dipertahankan secara permanen.

[RS/ RVS]