5 Jenis Makanan Ini Bisa Atasi Kelelahan

Oleh Ayu Maharani pada 13 Feb 2019, 11:30 WIB
Agar tak mudah kelelahan, apalagi sampai pingsan, Anda mesti menyiasatinya dengan mengonsumsi jenis makanan berikut ini.
5 Jenis Makanan Ini Bisa Atasi Kelelahan (Kerdkanno/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini mantan Ibu Negara Republik Indonesia, Ani Yudhoyono, sempat menjalani perawatan di Singapura. Kabarnya, beliau kelelahan usai menemani sang suami, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke berbagai daerah. Bila Anda juga punya segudang aktivitas yang menguras energi, selain menjaga pola istirahat, imbangi juga dengan konsumsi beberapa jenis makanan ini.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, kondisi kelelahan seperti dialami oleh Ani Yudhoyono tersebut merupakan hal yang wajar sebagai respons tubuh ketika membutuhkan istirahat. Namun demikian juga kondisi kelelahan ini tidak kunjung hilang, memang perlu segera diperiksa oleh dokter untuk mengetahui apakah kondisi tersebut merupakan gejala dari penyakit tertentu.

Sebenarnya, ada pula cara lain untuk mengatasi kondisi kelelahan pada tubuh. Mengonsumsi makanan dan minuman sehat dinilai dapat membantu menaikkan kembali daya tahan tubuh. Beberapa jenis makanan yang bisa Anda konsumsi untuk mengatasi kelelahan adalah:

  1. Karbohidrat kompleks

Karbohidrat dibutuhkan tubuh sebagai pasokan energi. Jika Anda ingin mendapatkan manfaat maksimal dari karbohidrat, jatuhkan pilihan pada karbohidrat kompleks. Contohnya adalah nasi merah, gandum, biji-bijian utuh, atau oatmeal. Atau, Anda juga bisa konsumsi kentang, labu, atau wortel. Bila perlu, tambahkan madu untuk menguatkan tubuh.

Menurut penjelasan dari dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, karbohidrat kompleks mengandung gula dengan rantai yang lebih panjang, sehingga membutuhkan waktu cerna yang lebih lama.

“Karenanya, karbohidrat jenis ini dapat memberikan pasokan energi untuk durasi yang lebih panjang,” jelasnya.

Beda halnya ketika Anda mengonsumsi karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, roti putih, ataupun pasta. Meski bisa memberikan efek kenyang maksimal, bahkan sampai begah, tetapi rasa kenyang tersebut bisa “menguap” dengan cepat, sehingga sesudahnya Anda justru bisa lemas.

  1. Protein

Meski karbohidrat dan lemak dapat memasok energi bagi tubuh, tetapi proteinlah yang membantu mengatur pelepasan energi tersebut. Dikatakan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, protein berperan penting dalam pembentukan hormon, pertumbuhan sel, dan pembentuk otot.

Ia pun menambahkan, “Protein juga diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh sehingga Anda tak mudah diserang penyakit. Konsumsilah sumber protein yang baik seperti daging, telur, ikan, kacang kedelai, keju, dan susu.” 

  1. Air putih dan jus buah

Jus buah (Stockcreations/Shutterstock)
Jus buah (Stockcreations/Shutterstock)

Dua pertiga tubuh Anda terdiri atas cairan. Tanpa cairan, Anda hanya bisa hidup beberapa hari. Cairan membantu mengontrol suhu tubuh melalui keringat, menggerakan makanan melalui usus, dan memberi pelumas yang melindungi otot dan sendi.

Cairan pun merupakan unsur penting dalam produksi molekul energi. Ketika Anda dehidrasi, tubuh akan terasa lemas. Meski begitu, kebutuhan air setiap orang berbeda-beda.

Beberapa tahun silam, Institute of Medicine merilis sebuah laporan yang mengindikasikan bahwa kebanyakan orang memenuhi kebutuhan hidrasi hariannya dengan takaran haus atau tidak. Padahal, meski tidak haus, Anda dianjurkan untuk tetap minum agar kondisi tubuh tetap terjaga, terutama saat kondisi cuaca sedang panas dan lembap. Jika Anda bosan dengan minum air putih, Anda juga diperbolehkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh dengan jus buah.

“Karena itu pastikan asupan cairan Anda selalu cukup tiap harinya yaitu 2 liter per hari,” tegas dr. Sepriani.

  1. Lemak tak jenuh alias lemak sehat

Anda tidak membutuhkan lemak trans atau lemak jenuh karena dapat mengganggu kesehatan jantung. Namun, Anda mesti mengonsumsi makanan berlemak sehat seperti minyak zaitun, minyak canola, alpukat, dan kacang-kacangan. Perhatikan pula cara pengolahan kacang yang hendak dikonsumsi. Sebaiknya, konsumsi kacang-kacangan yang tidak digoreng, melainkan yang direbus atau dipanggang agar tidak mengandung minyak berlebih.

  1. Kafein

Ya, pada sebagian besar orang, mengonsumsi kafein bisa bikin lebih berenergi dan lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun, hati-hati, jangan jadikan kafein sumber isi ulang energi utama. Kafein hanya dijadikan sebagai sampingan yang membantu Anda tetap segar selama beraktivitas.

Kafein itu sendiri bertugas sebagai stimulan yang meningkatkan produktivitas hormon adrenalin, sehingga Anda bisa lebih “melek”. Hindari konsumsi kafein setelah jam 3 sore, khususnya dari kopi, karena itu bisa mengganggu pola istirahat Anda.

Jangan lewatkan sarapan!

Hingga saat ini, penyebab kondisi kelelahan yang dialami oleh Ani Yudhoyono masih belum dikonfirmasikan. Namun secara umum, kelelahan juga bisa dialami jika seseorang melewatkan sarapan. Apalagi jika jadwal Anda sangat padat dan makan pagi terlewatkan begitu saja.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter sarapan akan membuat tubuh lebih sehat, menjaga kestabilan gula darah, dan lebih mudah berkonsentrasi. Sarapan bisa dikatakan sebagai bekal Anda untuk memulai hari dan beraktivitas.

“Tak heran bila orang yang tidak sarapan cenderung lebih mudah lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi,” katanya.

Untuk mengatasi dan mencegah kelelahan, jangan sampai Anda memulai hari tanpa sarapan dengan menu dan porsi yang tepat. Jenis makanan yang disebutkan di atas bisa Anda jadikan panduan untuk mengatur pola makan Anda. Selain itu, seimbangkan pula dengan istirahat yang cukup dan melakukan olahraga atau aktivitas fisik secara rutin.

(RN/ RVS)