Keterangan SBY: Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah

Oleh Rudolf Santana pada 13 Feb 2019, 14:01 WIB
Mantan Ibu Negara RI ke-6 Ani Yudhoyono terserang penyakit kanker darah, demikian keterangan yang diberikan SBY.
Keterangan SBY: Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah (Foto: @aniyudhoyono/Instagram)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar mengenai Ani Yudhoyono, istri Presiden RI ke-6 SBY yang tengah dirawat di Singapura, akibat kondisi kelelahan akhirnya dikonfirmasi oleh SBY. Hari ini (13/2) SBY memberikan keterangan resmi dalam video terkait sakit yang diderita Ani Yudhoyono. SBY mengatakan, Ibu Ani mengalami kanker darah.

"Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah," kata SBY, dilansir Liputan6.com, Rabu (13/2/2019)

Menurut keterangan SBY saat ini istrinya tengah menjalani medical treatment di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia. SBY juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan bantuan tim dokter kepresidenan dalam upaya perawatan Ibu Ani. Mengutip Liputan6, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan dokter yang dikirim untuk menangani Ani Yudhoyono adalah Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI Terawan Agus Putranto.

Kenali faktor risiko pemicu kanker darah

Penyakit kanker darah atau leukemia yang kini tengah menyerang Ani Yudhoyono merupakan jenis kanker yang menyerang jaringan pembentuk sel-sel darah, termasuk sumsum tulang dan kelenjar getah bening.

Penyakit kanker darah biasanya melibatkan sel-sel darah putih. Pada umumnya, sel darah putih berperan penting dalam menjaga sistem daya tahan tubuh seseorang. Pada orang normal, sel darah putih diproduksi oleh sumsum tulang dan terdapat regenerasi sesuai dengan masa hidup sel tersebut.

Namun lain halnya pada penderita kanker darah. Dalam kondisi tersebut sumsum tulang memproduksi sel darah putih tertentu dalam jumlah yang abnormal, yang mengakibatkan meningkatnya kadar sel darah putih jenis tersebut.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri M.Epid, dari KlikDokter, selain gejalanya yang sering datang secara tiba-tiba dan memburuk secara mendadak, penyebab leukemia belum diketahui dengan pasti hingga saat ini. Namun, ada sejumlah faktor risiko yang bisa memicu timbulnya kanker darah, antara lain adanya kelainan darah, radiasi dan kemoterapi, paparan benzena (zat kimia pada cat tembok, lem perekat dan plastik) hingga paparan formalin.

Pentingnya deteksi dini kanker darah

Penyakit leukemia atau kanker darah seperti yang dialami Ani Yudhoyono saat ini juga tengah dialami atlet renang Jepang, peraih medali emas Asian Games 2018 lalu, Rikako Ikee. Saat ini, Ikee juga tengah fokus menjalani perawatan dan beristirahat dari aktivitas latihan yang biasa dijalaninya.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, mengetahui tentang leukemia dan gejala awalnya bisa menjadi kunci sukses pengobatan bagi penderitanya. Keberhasilan mendeteksi dini kanker darah bisa memengaruhi kualitas hidup penderita di kemudian hari

Gejala awal yang umum ditemui pada penderita kanker darah antara lain demam ringan yang berlangsung terus menerus, sering kelelahan, dan adanya infeksi yang berulang. Selain itu penderita juga rentan mengalami penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, serta mudah lebam atau berdarah dengan benturan ringan atau tanpa benturan.Meski demikian, menurut dr. Dyan, tidak semua orang yang mengalami sejumlah gejala tersebut terdiagnosis kanker darah. Namun Anda juga perlu waspada bila gejala tersebut terjadi terus menerus, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter guna dilakukan skrining awal leukemia.

Saat ini Ani Yudhoyono tengah menjalani perawatan intensif di National University Hospital, Singapura, sejak 2 Februari 2019 atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia. Semoga kondisi beliau terus membaik dan bisa segera kembali berkarya bagi bangsa.

[RH]