Ini 5 Tanda Anda Harus Melakukan Detoks Media Sosial

Oleh dr. Nadia Octavia pada 14 Feb 2019, 09:00 WIB
Pada kondisi tertentu, Anda disarankan untuk melakukan detoks media sosial. Misalnya, pada beberapa kondisi di bawah ini.
Ini 5 Tanda Anda Harus Melakukan Detoks Media Sosial (Stanislaw Mikulski/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gadget atau gawai kini telah menjadi kebutuhan primer yang dimiliki banyak orang. Rata-rata orang mengecek gawai untuk mengakses media sosial, terutama untuk mulai dari memeriksa akun pribadi, atau sekadar mengintip akun idola. Namun hati-hati, pada kondisi tertentu Anda perlu melakukan detoks media sosial.

Media sosial memang ibarat candu dan membuat seseorang "terobsesi" untuk mengeceknya terus-menerus. Tak heran, bila Anda pergi ke tempat publik seperti mal, kafe, restoran atau transportasi publik seperti bus dan kereta, terlihat orang asyik dengan gadget masing-masing tengah mengecek media sosial.

Tapi ingat, kecanduan media sosial bisa membahayakan kondisi kesehatan Anda. Oleh sebab itu, kenali tandanya kapan Anda harus melakukan detoks media sosial. Bila mengalami hal-hal berikut ini, simpan gawai Anda dan berhentilah sejenak mengecek media sosial.

  1. Terasa nyeri di pergelangan tangan, leher atau punggung

Penggunaan gawai yang berlebihan terutama karena rutin mengakses media sosial, bisa menyebabkan nyeri pergelangan tangan, leher atau punggung, meski bisa juga disebabkan oleh kondisi lain. Selain itu, menggunakan gawai secara berlebihan juga bisa memicu kondisi trigger finger.

Kondisi ini ditandai dengan adanya peradangan pada tendon jari terjadi akibat scrolling menggunakan jari secara terus-menerus. Bila sudah demikian, Anda akan merasakan nyeri saat menekukkan jari.  Waktunya untuk detoks media sosial!

  1. Timbul kecemasan ketika tidak mengecek media sosial

Apakah Anda memiliki kebiasaan mengecek media sosial setiap bangun tidur, saat bekerja, saat macet di jalan, santai di rumah hingga akan kembali tidur? Bila kemudian timbul rasa cemas dan khawatir ketika tak dapat mengaksesnya, tandanya Anda perlu rehat sejenak dari media sosial.

  1. Selalu mengecek media sosial tanpa pikir panjang

Apa yang Anda lakukan ketika sedang bosan menunggu? Sebagian orang secara tak sadar langsung mengakses akun Instagram atau Facebook. Jika Anda pun melakukannya, saatnya untuk rehat dari media sosial dan alihkan pikiran Anda dengan kegiatan lain.

Misalnya ketika sedang bosan dan tidak ada kegiatan, cobalah membaca buku atau menonton TV. Berikan batasan pada diri sendiri untuk mengakses media sosial, misalnya hanya 2 jam dalam sehari.

  1. Tergoda mengecek media sosial meski tengah berkumpul bersama teman

Ada ungkapan yang mengatakan media sosial menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Hal ini memang benar adanya. Nyatanya ada orang yang masih saja sibuk dengan gadgetnya untuk mengecek media sosial di saat berkumpul dengan teman-temannya.

Anda tidak ingin kecanduan media sosial? Letakkan gawai setiap berkumpul bersama teman. Usahakan untuk berinteraksi dengan lawan bicara Anda. Perlu ditekankan, memiliki 1 orang sahabat di dunia nyata jauh lebih berharga ketimbang memiliki ratusan teman virtual di dunia maya.

Jadi, jika media sosial mulai menjauhkan Anda dari keluarga atau teman - teman terdekat, berarti ini saatnya Anda “puasa” dari mengaksesnya.

  1. Media sosial mulai mengganggu produktivitas

Apakah Anda kerap mengecek dan berinteraksi di media sosial ketika sedang mengerjakan suatu hal yang penting? Apakah pekerjaan Anda tidak kunjung selesai karena sibuk scrolling atau berkirim komentar di media sosial?

Jika media sosial sudah mengganggu produktivitas Anda, mulailah berubah. Berikan batasan pada diri untuk tidak mengecek media sosial di waktu bekerja. Anda juga bisa menghapus aplikasi yang menimbulkan kecanduan dari gawai.

Di satu sisi, media sosial mempermudah Anda untuk terkoneksi dengan kawan lama, berteman dengan orang baru atau bahkan mendapatkan pekerjaan. Namun, kecanduan media sosial juga tidak baik bagi kesehatan. Jika mengalami tanda-tanda di atas, berarti ini saatnya Anda memulai detoks media sosial.

[NP/ RVS]