Simone Julia Menginspirasi dari Arena Jiu-Jitsu

Oleh Novita Permatasari pada 14 Feb 2019, 14:00 WIB
Kecintaannya akan seni bela diri mengantarkan Simone Julia menjadi atlet wanita pertama di cabor jiu-jitsu pada Asian Games 2018 lalu.
Simone Julia Menginspirasi dari Arena Jiu-Jitsu (Novita Permatasari/Klikdokter)

Klikdokter.com, Jakarta Simone Julia yang akrab dipanggil Simi sempat menarik perhatian di ajang Asian Games 2018 lalu.  Didapuk sebagai atlet wanita yang berlaga di cabang olahraga jiu-jitsu yang tergolong baru, wanita kelahiran Jakarta 4 Agustus 1990 tersebut lantas berjuang sekuat tenaga demi mengharumkan nama Indonesia. Meski tidak berhasil menyumbangkan medali, semangat Simi tetap mampu menginspirasi.

Usai perjuangannya di Asian Games, kini Simi tengah mempersiapkan diri menghadapi sejumlah kejuaraan lainnya. Pada Januari lalu KlikDokter sempat berbincang sejenak dengan wanita berparas cantik ini di sela-sela waktu latihannya.

Simi pun membeberkan kisah hidupnya, mulai dari awal ketertarikannya terhadap jiu-jitsu dan keputusannya menanggalkan predikat artis demi mengharumkan nama Indonesia lewat olahraga bela diri.

Jatuh cinta pada seni bela diri jiu-jitsu

Dari sekian banyak jenis olahraga seni bela diri, Simi menjatuhkan pilihannya pada jiu-jitsu. Hatinya telah terpaut pada seni bela diri ini setelah menyaksikan Ronda Rousey, petarung wanita pertama yang menjadi juara di UFC (Ultimate Fighting Championship) pada 2012.

“Ketika bertarung, Rousey sering menggunakan gerakan-gerakan yang keren dan ternyata itu gerakan jiu-jitsu. Saat ada teman yang mengatakan akan mulai berlatih jiu-jitsu, saya langsung tertarik untuk ikut. Saya ingin menjadi Ronda Rousey-nya Indonesia,” ucapnya menggebu-gebu.

Menurut Simi, olahraga ini juga sangat bermanfaat untuk wanita. Sebab, dengan teknik tertentu bisa mengalahkan orang yang bertubuh lebih besar atau kuat.

“Jiu-jitsu juga tergolong seni bela diri yang cukup aman karena mengandalkan teknik, jadi saya tak khawatir akan cedera,” tambahnya.

Sebelum menekuni seni bela diri ini, Simi sempat menjadi model dan pemain film. Namun kini ia lebih memilih fokus menekuni seni bela diri jiu-jitsu. Setelah tiga kali memenangkan kejuaraan nasional, tawaran untuk masuk timnas pun datang.

“Waktu itu tepat delapan bulan sebelum perhelatan Asian Games 2018, saya dihubungi untuk menjadi bagian dari timnas. Kebetulan kontrak film saya sudah berakhir. Jadi, saya menerima tawaran itu. Ini kesempatan sekali seumur hidup dan saya merasa bangga bisa membela negara,” ucapnya.

1 of 3

Kombinasi disiplin latihan dan pola makan sehat

Senyum bahagia di pembukaan Asian Games 2018. (Foto: @simonejuliaa/Instagram)
Senyum bahagia di pembukaan Asian Games 2018. (Foto: @simonejuliaa/Instagram)

Sebelum masuk ke dalam timnas, Simi pernah mendapatkan 2 medali perunggu di IBJJF Jiu-Jitsu Championship Manila Open. Selain itu ia juga pernah meraih medali perak dari Jiu-Jitsu Thailand Open World Ranking, dan masih banyak lagi penghargaan dari kejuaraan lainnya.

“Jadi atlet timnas dan menjadi perwakilan Indonesia untuk membela negara adalah prestasi terbaik versi saya,” imbuhnya.

Menjelang perhelatan Asian Games 2018 lalu, Simi menjalani berbagai latihan rutin dan menjaga asupan dengan mengonsumsi makanan sehat.

“Saya rutin latihan 12 kali seminggu. Setiap hari ada latihan strengthen conditioning sama latihan teknik jiu-jitsu. Di hari Minggu biasanya saya gunakan untuk istirahat,” jelas Simi.

Dari segi asupan, menjaga tubuh ideal bukanlah hal yang asing bagi Simi yang pernah menjadi model selama beberapa waktu. Namun, kini ia lebih fleksibel dalam mengonsumsi makanan. Tak ada makanan tertentu yang perlu dihindarinya, kecuali sekitar 2 bulan menjelang pertandingan.

“Menjelang pertandingan biasanya saya harus mengatur asupan dan menghindari makanan berlemak selama 1-2 bulan sebelum pertandingan,” tutur Simi yang lalu lebih memperbanyak sayur dan buah saja,

Untuk persiapan pertandingan, Simi juga mengurangi konsumsi karbohidrat, tidak makan malam, menghindari gula, dan menambah menu kardio jadi dua kali lipat setiap harinya. Biasanya, hal tersebut dilakukannya untuk menurunkan berat badan, agar bisa masuk kualifikasi kelas pertandingan.

Dengan mengombinasikan pola diet sehat dan disiplin dalam berlatih, Simi tentu selalu siap bertanding. Bahkan pada Maret nanti Simi akan berlaga di Singapura dan kemudian melanjutkan bertanding di Asian Open Jiu-Jitsu Championship di Jepang mewakili Indonesia.

2 of 3

Tetap merawat tubuh meski jadwal latihan padat

Tidak bisa disangkal, Simi yang memang jago seni bela diri memiliki tubuh yang  terlihat kekar. Namun nyatanya di antara jadwal latihannnya yang padat, Simi tetap rutin menjalani perawatan kecantikan dari mulai kepala hingga ujung kaki. Maka tak heran, kesan feminin juga masih kuat tampak dari Simi.

Baginya, seni bela diri memang penting bagi wanita untuk melindungi dirinya. Namun, merawat tubuh juga tak boleh dilupakan. Selain itu Simi juga gemar menonton film dokumenter tentang kelestarian alam atau kasus-kasus kriminal di waktu senggangnya.  

Setiap Minggu biasanya Simi melakukan deep conditioning dan hair mask untuk menjaga kesehatan rambut. Selain itu, karena hari Minggu adalah waktu libur latihan biasanya Simi juga melakukan perawatan seluruh tubuh. Sedangkan untuk perawatan rambut, sebulan sekali Simi melakukan heavy protein hair mask dengan menggunakan minyak kelapa.

Uniknya, untuk perawatan tubuh – mulai dari masker, lulur, hingga body scrub – pecinta makanan Manado ini hanya memakai racikan sendiri dari bahan-bahan alami. Simi juga mengaku lebih senang melakukannya sendiri di rumah daripada harus ke salon atau spa.

Perawatan kecantikan yang dilakukan Simi juga didukung dengan pola makan sehat dan olahraga rutin, di luar aktivitas latihan jiu-jitsu yang biasa dilakukannya.  

Setiap hari saya berolahraga kardio sekitar 10-30 menit, lalu lanjut latihan kekuatan dengan menggunakan alat beban. Seminggu sekali saya juga melakukan yoga,” ungkap wanita berdarah Palembang-Kanada, yang fobia terhadap kecoak itu.

Selain menyukai seni bela diri, Simi yang sejak kecil sudah aktif mencoba berbagai jenis olahraga juga menggemari aktivitas berenang, basket, dan lari. Bahkan Simi juga pernah menekuni basket selama 5 tahun.

Pada November tahun lalu untuk pertama kalinya ia mulai bertanding basket lagi setelah sekian lama berhenti. Simi bergabung dengan klub Tenaga Baru dari Pontianak dan berlaga di perhelatan Srikandi Cup yang digelar di Denpasar, Bali.

Baginya, menjadi atlet wanita pertama untuk cabang olahraga jiu-jitsu dan mewakili Indonesia merupakan kebanggaan terbesarnya. Kini Simone Julia tengah bersiap untuk membawa nama Indonesia di sejumlah kejuaraan selanjutnya. Selain itu, Simi pun ingin mewujudkan mimpinya suatu hari nanti ingin membuka kelas jiu-jitsu khusus wanita dan anak-anak. Selamat berjuang, Simi!

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓