Anak Sering Batuk, Apakah Pasti Akibat Alergi?

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 15 Feb 2019, 13:30 WIB
Apa anak Anda mengalami batuk berulang dalam jangka waktu lama? Jangan-jangan penyebab anak sering batuk adalah alergi? Cari tahu di sini!
Anak Sering Batuk, Apakah Pasti Akibat Alergi? (New Africa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat anak sakit adalah momen paling mengkhawatirkan bagi orang tua. Di saat tersebut Anda pasti akan berusaha untuk membuat si Kecil berada di posisi paling nyaman. Apalagi jika anak sering batuk, sering kali nafsu makannya berkurang, menjadi rewel, bahkan dapat mengalami muntah-muntah.

Tidak dimungkiri, banyak penyakit atau masalah kesehatan yang dapat menyebabkan batuk. Keluhan ini sebenarnya merupakan suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing, seperti mukus, kuman, serta zat yang mengiritasi.

Untuk mendeteksi penyakit penyebab batuk, Anda bisa menghitung durasinya. Jika batuk terjadi dalam dua minggu atau kurang (akut), maka kemungkinan besar penyebabnya adalah infeksi virus pada saluran napas. Rata-rata balita sehat dapat mengalami keluhan batuk hingga delapan kali dalam satu tahun, yang masing-masing berdurasi kurang lebih 10 hari.

Sementara itu, jika batuk terjadi berkelanjutan atau lebih dari dua minggu (kronis), maka penting untuk dievaluasi lebih lanjut hal apa yang jadi penyebabnya. Salah satu yang patut dicuragi adalah alergi.

  • Batuk akibat alergi

Saat anak mengalami batuk akibat alergi pada hidung (rhinitis), maka dapat ditemukan post nasal drip. Ini adalah aliran cairan atau ingus dari hidung ke tenggorok. Adanya post nasal drip dapat memicu munculnya batuk kronis. Gejala yang muncul dapat berupa batuk saja atau disertai keluhan lain seperti mata gatal dan berair, tenggorokan gatal, dan sebagainya.

Tak hanya berpatokan pada hal tersebut, batuk akibat alergi juga biasanya terjadi jika anak terpapar suatu alergen―zat pencetus reaksi alergi. Beberapa benda yang paling sering menjadi alergen, termasuk serbuk sari dari bunga, debu, tungau, dan sebagainya.

  • Batuk akibat asma

Selain rhinitis, asma juga dapat menyebabkan terjadinya batuk kronis. Pada anak-anak dengan asma, kurang lebih 5% di antaranya akan mengeluhkan batuk sebagai satu-satunya gejala. Batuk akibat asma umumnya dirasakan pada tengah malam atau dini hari saat anak sedang tertidur.

Saat berolahraga, batuk yang berhubungan dengan asma umumnya muncul saat mendekati akhir atau setelah olahraga selesai. Jika diberikan obat, maka batuk tersebut akan membaik.

  • Batuk akibat kondisi lainnya

Batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu (kronis) juga dapat disebabkan oleh kondisi selain rhinitis alergi dan asma. Misalnya saja, GERD atau penyakit refluks asam lambung, infeksi virus, infeksi bakteri, menelan benda asing, iritasi, dan lainnya.

Pada intinya, jika anak sering batuk tak melulu disebabkan oleh alergi. Masih banyak kondisi lain yang juga bisa menyebabkan terjadinya keluhan tersebut. Atas dasar ini, Anda sebaiknya tidak buru-buru menetapkan vonis tanpa memeriksakan anak ke dokter. Anda tak ingin membuat si Kecil salah mengonsumsi obat dan mengalami efek samping yang merugikan, bukan?

(NB/ RVS)