Bangun Ikatan Emosional dengan Bayi Melalui ASI Eksklusif

Oleh dr. Atika pada 18 Feb 2019, 09:00 WIB
Tak hanya sehat dan bergizi, ASI eksklusif juga ampuh membangun ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Bangun Ikatan Emosional dengan Bayi Melalui ASI Eksklusif (Paulaphoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Manfaat kesehatan ASI eksklusif terkait kandungan gizi dan zat imunitasnya telah lama diketahui. Namun, dampak psikologis berupa ikatan emosional antara ibu dan bayi masih belum dikenal luas. Faktanya, berbagai riset empiris telah menunjukkan bahwa ASI eksklusif memainkan peran penting terhadap perkembangan otak, kognitif, dan sosio-emosional bayi.

Enam bulan pertama setelah kelahiran adalah masa-masa pertumbuhan bayi yang sangat pesat. Pada masa inilah pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan, karena kandungan gizi dalam ASI sudah sangat sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi pada enam bulan pertama kehidupannya.

Pemberian ASI eksklusif sangat efisien, relatif tidak rumit, dan lebih ekonomis. Lewat ASI eksklusif, ibu juga bisa menyalurkan antibodi pada bayi sehingga si buah hati terlindung dari berbagai penyakit infeksi seperti ISPA atau diare.

Tak sekadar itu, penelitian bahkan menyebut bahwa ASI eksklusif mampu membangun ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi. Salah satu penelitian mengaitkan hal tersebut dengan proses kontak mata antara ibu dan bayi yang terjadi selama proses menyusui.

Seperti diketahui, penglihatan adalah salah satu pancaindra pertama yang segera mampu menerima rangsangan tepat ketika bayi baru lahir ke dunia (selain indera pendengaran). Menariknya, bayi baru lahir secara otomatis memiliki fokus yang lebih tinggi pada arah mata.

Bayi berusia tujuh minggu atau lebih bahkan menghabiskan 90 persen waktu untuk melihat pada mata lawan bicaranya. Sekalipun ‘mengamati’ orang yang berbicara didekatnya, bayi tidak mencari mulut, melainkan melihat pada arah mata.

Nah, saat bayi berada dipelukan ibu, misalnya untuk menyusui, maka penglihatan keduanya seringkali saling bertemu. Kontak mata antara ibu dan bayi dipercaya dapat memunculkan sensasi khusus berupa koneksi, keterkaitan, dan perasaan yang mendalam pada keduanya.

Ikatan emosional yang terbentuk berkat pemberian ASI eksklusif tentu akan semakin terasah seiring dengan stimulasi yang ibu berikan ketika berkontak mata dengan sang buah hati. Tentunya, ikatan emosi tersebut bisa menjadi tumpul atau tidak terasah jika perhatian ibu sering teralihkan, misalnya terlalu fokus pada gawai ketika menyusui.

Mengasah ikatan emosi antara ibu dan bayi

Supaya ikatan emosi bisa terus terjalin dan terasah dengan optimal, serta untuk menghindari keluhan seperti nyeri atau bayi kurang puas saat menyusui, ibu perlu tahu cara menyusui yang baik. Untuk ini, hal yang perlu benar-benar diperhatikan adalah perlekatan antara mulut bayi dan puting ibu.

Beberapa tanda perlekatan yang benar adalah sebagai berikut:

  • Tubuh bayi dan tubuh ibu harus benar-benar berhadapan, tidak miring satu sama lain
  • Pastikan mulut bayi terbuka dengan lebar hingga sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi
  • Areola bagian atas terlihat lebih banyak dibanding bagian bawah
  • Dagu bayi menempel pada payudara
  • Tidak terdengar suara mencecap dari bayi, melainkan yang terdengar hanya bunyi tegukan

Karena manfaatnya sangat berlimpah, sebisa mungkin ibu hanya menjatuhkan pilihan pada ASI eksklusif. Sebab, ASI eksklusif tidak hanya berupa pasokan zat gizi dari payudara, melainkan pemberi imunitas, mendorong perkembangan otak dan kognitif bayi, serta pembangun ikatan emosional (bonding) antara ibu dan bayi.

(NB/ RH)