4 Faktor Risiko Penyakit Jantung yang Tak Terduga

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 18 Feb 2019, 12:00 WIB
Tidak banyak yang tahu kalau lima hal ini juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung.
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung yang Tak Terduga (Magic Mine/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit jantung adalah istilah yang menggambarkan berbagai masalah kardiovaskular. Beberapa kondisi yang berada di bawah payung penyakit jantung meliputi aritmia, penyakit jantung koroner, kardiomiopati, kelainan jantung bawaan, dan infeksi jantung. Biasanya gejala penyakit jantung ditandai dengan nyeri dada, rasa cepat lelah, hingga sesak napas.

Menurut dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter, ada beberapa faktor risiko penyakit jantung yang harus diwaspadai. Contohnya adalah kebiasaan merokok dan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi. Riwayat keluarga menderita penyakit jantung koroner pada usia muda (< 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita) juga berpengaruh.

Faktor-faktor risiko tersebut memang tidaklah asing. Namun tahukah Anda, bahwa ada hal lain yang bisa menaikkan risiko terkena penyakit jantung? Dilansir Healthline, ini adalah empat hal yang juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung.

  1. Kesepian

Para peneliti di University of York menemukan bahwa orang yang memiliki sedikit koneksi sosial atau yang merasa kesepian, memiliki risiko terkena penyakit jantung sebesar 29 persen lebih tinggi. Studi lain juga mengungkap hal yang serupa.

Penelitian di Universitas Oxford yang dilakukan selama 8 tahun terhadap lebih dari 700 ribu wanita, menemukan bahwa mereka yang hidup dengan pasangan memiliki kemungkinan 28 persen lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung iskemik daripada mereka yang hidup sendirian.

Kesepian yang muncul karena sendirian dapat menyebabkan peradangan pada tubuh, sehingga menciptakan kondisi yang memicu penyakit jantung. Sebagai saran, jalinlah hubungan yang dekat bersama keluarga atau sahabat atau bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan minat Anda.

  1. Komplikasi kehamilan

Apa yang terjadi selama kehamilan ternyata memengaruhi kesehatan jantung Anda. Para ahli meyakini bahwa penyakit seperti hipertensi selama kehamilan, persalinan spontan, dan diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Para peneliti belum memahami mengapa hal tersebut bisa terjadi. Namun, jika Anda pernah mengalami salah satu dari komplikasi tersebut, beri tahu dokter tentang riwayat kehamilan Anda dan lakukan pemeriksaan secara teratur untuk mengatasi diabetes serta hipertensi.

  1. Trauma

Peristiwa traumatis yang tiba-tiba, seperti kematian salah satu orang terdekat, juga dapat menyebabkan masalah jantung. Hal ini dikarenakan stres berat dapat menyebabkan lonjakan akut adrenalin yang membuat denyut jantung dan tekanan darah meninggi.

Sebuah studi pada 2017 menemukan bahwa pada wanita yang mengalami tiga atau lebih peristiwa traumatis dalam hidup, memiliki lapisan dalam pembuluh darah yang tak berfungsi.

Bukan tak mungkin bahwa penyakit lain seperti stroke juga siap mengintai. Jika Anda pernah mengalami peristiwa yang membuat stres, beri tahu dokter agar mereka dapat memantau kesehatan jantung Anda.

  1. Sulit tidur

Tubuh Anda perlu tidur untuk memulihkan dan mengisi dirinya. Ketika tertidur, organ dalam tubuh akan beristirahat dan mengisi kembali energi tubuh. Jantung pun akan berdetak pelan demi menstabilkan badan pasca aktivitas sebelumnya.

Pastikan Anda tidur sekitar 7-9 jam tiap malam. Cukup tidur tidak hanya memberikan energi, namun juga baik untuk kesehatan jantung Anda. Sementara kebiasaan begadang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung Anda.

Beberapa faktor lain seperti gemar makan junk food dan minum minuman alkohol juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Anda dapat mencegahnya sedari sekarang, dan tidak ada kata terlambat untuk memulainya. Jika Anda merasa mengalami gejala penyakit jantung, segera periksakan ke dokter guna diagnosis lebih lanjut.

[RS/ RVS]