3 Jenis Kanker yang Rentan Terjadi pada Pria

Oleh dr. Andika Widyatama pada 18 Feb 2019, 14:00 WIB
Tahukah Anda bahwa beberapa jenis kanker lebih rentan terjadi pada pria? Waspadai dan kenali penyebab serta tanda-tandanya!
3 Jenis Kanker yang Rentan Terjadi pada Pria (ldutko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kanker masih terus menjadi penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak nomor 2 di dunia. Menurut data, penyakit tersebut telah menyebabkan 9,6 juta kematian dan 18,1 juta kasus baru pada tahun 2018. Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mencatat bahwa penduduk yang mengalami penyakit kanker adalah sebesar 1,4% atau sekitar 347.792 orang.

Kanker dapat dialami siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, ada beberapa jenis kanker yang secara spesifik lebih rentan terjadi pada pria. Berikut adalah 3 jenis kanker yang dimaksud:

  1. Kanker paru

Menurut World Cancer Research Fund, kanker paru merupakan jenis kanker terbanyak yang dialami oleh pria di seluruh dunia. Kasusnya mencapai 15,5% dari seluruh kasus baru pada penyakit kanker di tahun 2018.

Perokok memiliki faktor risiko terbesar untuk mengalami kanker paru. Risikonya meningkat seiring dengan jangka waktu merokok dan jumlah rokok yang diisap. Parahnya, risiko kanker paru juga meningkat pada perokok pasif (second hand smokers). Tidak hanya itu, faktor risiko lain seperti menghirup gas radon, paparan asbes atau nikel, dan riwayat kanker paru dalam keluarga juga bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit mematikan tersebut.

Terkait gejala, kanker paru umumnya tidak menunjukkan gejala dan tanda pada tahap awal. Gejala baru terjadi hingga memasuki perjalanan penyakit yang lebih lanjut. Beberapa gejala dan tanda yang patut diwaspadai adalah batuk yang tidak kunjung sembuh, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, suara serak, nyeri tulang, dan penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab jelas.

  1. Kanker prostat

Menurut  World Cancer Research Fund, kasus baru kanker prostat di seluruh dunia mencapai sekitar 1,2 juta pada tahun 2018. Hal tersebut membuat penyakit ini menempati urutan kedua sebagai jenis kanker tertinggi yang terjadi pada pria.

Kanker prostat berkembang secara perlahan dan sebagian diberikan terapi minimal untuk penyembuhannya. Namun pada sebagian kasus, kanker prostat dapat berkembang secara agresif dan menyebar dengan cepat. Kanker jenis ini diawali dengan mutasi DNA, sehingga menganggu perkembangan sel prostat. Bertambahnya usia, riwayat dalam keluarga, dan obesitas atau berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko seorang pria mengalami kanker prostat.

Serupa dengan kanker paru, gejala dan tanda pada kanker prostat baru terlihat pada perjalanan penyakit yang sudah lebih lanjut. Gejala dan tanda yang dapat muncul berupa buang air kecil lebih sering, pancaran air kencing lemah, sulit memulai buang air kecil, darah dalam cairan semen, dan gangguan ejakulasi.

  1. Kanker usus besar

Beberapa penelitian membuktikan bahwa kanker usus besar lebih rentan dialami oleh pria dibandingkan wanita. Menurut World Cancer Research Fund, jumlah kasus kanker usus besar menempati nomor tiga terbanyak untuk jenis kanker pada pria di seluruh dunia. Jumlah kasus baru mencapai sekitar 1 juta pada tahun 2018.

Pada kebanyakan kasus, belum jelas apa penyebab sebenarnya dari kanker usus besar. Para pakar menduga bahwa penyakit tersebut didasari oleh adanya gangguan materi genetik dalam sel usus besar.

Banyak faktor risiko yang berperan dalam terjadinya kanker usus besar, termasuk usia, riwayat penyakit usus (polip, kolitis ulseratif, Crohn’s disease), riwayat dalam keluarga, kurang aktivitas fisik, riwayat diabetes, obesitas, merokok, diet rendah serat dan tinggi lemak, serta konsumsi alkohol secara berlebihan.

Adapun beberapa gejala dan tanda dari kanker usus besar yang patut diwaspadai, yaitu perubahan pola buang air besar lebih dari 1 bulan (diare atau konstipasi), buang air besar berdarah, perut kembung, nyeri perut, sensasi buang air besar tidak puas, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Selalu tanamkan dalam pikiran bahwa kanker adalah masalah kesehatan yang mengancam seluruh warga dunia. Bagi para pria, jauhkan diri dari faktor risiko yang membuat kanker lebih mudah terjadi. Selain itu, kenali pula gejala dan tanda-tanda terjadinya kanker. Sebelum menyerang, ada baiknya Anda melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

(NB/ RVS)