Konsumsi Minuman Diet Picu Stroke dan Penyakit Jantung

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 18 Feb 2019, 15:15 WIB
Suka mengonsumsi minuman diet atau yang mengandung pemanis buatan? Hati-hati, itu bisa memicu stroke dan penyakit jantung!
Konsumsi Minuman Diet Picu Stroke dan Penyakit Jantung (Antonio-Guillem/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda mengonsumsi minuman diet? Jika ditinjau secara logika, minuman jenis tersebut terkesan dapat membantu proses menurunkan berat badan. Sayang, para pakar kesehatan tidak setuju dengan hal tersebut. Alih-alih menurunkan berat badan, minuman tersebut justru meningkatkan risiko terjadinya stroke dan penyakit jantung.

Hal itu dikonfirmasi oleh penelitian terbaru yang dilakukan oleh American Heart Association dan American Stroke Association. Lembaga tersebut menemukan bahwa minuman diet, soda, atau jenis minuman yang mengandung pemanis buatan lainnya dapat meningkatkan risiko stroke sumbatan, serangan jantung, dan kematian dini pada wanita berusia di atas 50 tahun.

"Ini adalah studi konfirmasi lain yang menunjukkan hubungan antara minuman yang mengandung pemanis buatan dan risiko penyakit vaskular (pembuluh darah). Meskipun kami tidak dapat menunjukkan penyebabnya, ini adalah sebuah peringatan," kata Presiden Akademi Neurologi Amerika, Dr. Ralph Sacco.

"Ada apa dengan minuman diet? Apakah hal in berhubungan dengan pemanis? Apakah minuman itu mengakibatkan gangguan pada kesehatan usus dan metabolisme manusia? Ini adalah pertanyaan yang perlu dijawab," ujar penulis studi yang juga profesor asosiasi epidemiologi klinis dan kesehatan populasi di Fakultas Kedokteran Albert Einstein di Bronx, New York, Yasmin Mossavar-Rahmani.

1 of 2

Berat badan dan ras ikut berpengaruh

Penelitian itu melibatkan lebih dari 80 ribu wanita pascamenopause di Amerika Serikat yang berpartisipasi dalam Women's Health Initiative, sebuah studi nasional jangka panjang. Wanita yang tergabung ditanya seberapa sering mereka mengonsumsi minuman diet ukuran 12 ons selama tiga bulan sebelumnya. Kemudian, hasil kesehatan mereka dilacak selama rata-rata 11,9 tahun.

"Studi sebelumnya telah berfokus pada gambaran yang lebih besar dari penyakit kardiovaskular. Studi kami berfokus pada jenis stroke yang paling umum, stroke iskemik dan sub-tipenya, salah satunya adalah penyumbatan pembuluh kecil. Hal menarik lainnya tentang penelitian ini adalah bahwa kami melihat siapa yang lebih rentan," ujar Yasmin Mossavar-Rahmani.

Penelitian tersebut kemudian menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi dua atau lebih minuman dengan pemanis buatan setiap hari 31% lebih mungkin untuk mengalami stroke akibat penyumbatan, 29% lebih mungkin untuk terkena penyakit jantung, dan 16% lebih mungkin untuk meninggal karena sebab apapun.

Analisis dilanjutkan dengan mengamati wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes. Peneliti menemukan risiko yang meningkat secara dramatis, khususnya jika para wanita itu mengalami obesitas atau memiliki ras Afrika-Amerika.

"Wanita yang pada awal penelitian kami tidak memiliki penyakit jantung, diabetes dan obesitas dua kali lebih mungkin untuk mengalami stroke akibat penyumbatan atau iskemik," kata Mossavar-Rahmani.

"Wanita Afrika-Amerika tanpa riwayat jantung atau diabetes sebelumnya memiliki kemungkinan 4 kali lebih besar untuk mengalami stroke penyumbatan. Sementara pada wanita kulit putih, risikonya berbeda. Mereka 1,3 kali lebih mungkin mengalami penyakit jantung koroner," lanjut Mossavar-Rahmani.

Hasil penelitian tersebut diamini dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter. Menurut dr. Karin, orang yang suka mengonsumsi minuman diet atau yang mengandung pemanis buatan memang lebih berisiko terkena penyakit jantung.

Menambahi itu, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter mengatakan bahwa minuman diet atau yang mengandung pemanis buatan juga tidak memiliki kandungan gizi yang memadai.

“Penggunaan pemanis buatan yang berlebihan dapat membuat Anda lebih cepat kenyang karena rasa manisnya. Padahal, kebutuhan gizi belum terpenuhi dengan sempurna," kata dr. Ega.

Meskipun meyandang predikat sebagai minuman diet, namun Anda tidak seharusnya mengonsumsi jenis minuman ini secara berlebihan. Konsumsi minuman ini secara sembarangan rentan memicu terjadinya stroke, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda menjauhkan diri dari minuman jenis ini. Sebagai gantinya, konsumsilah air putih sebanyak 8–9 gelas dalam sehari.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓