4 Masalah Kulit yang Sering Dialami Remaja

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 20 Feb 2019, 11:00 WIB
Masa remaja merupakan masa penting dalam membentuk citra diri seseorang. Sayangnya, beberapa masalah kulit kerap dialami di masa ini.
4 Masalah Kulit yang Sering Dialami Remaja (ShotPrime Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketika memasuki masa pubertas, banyak perubahan mulai terjadi pada tubuh remaja. Hal ini dapat dipengaruhi oleh hormon yang menyebabkan berbagai perubahan, termasuk timbul masalah pada kulit. Berikut ini merupakan jenis masalah kulit yang sering dialami remaja dan kerap menimbulkan rasa kurang percaya diri.

  1. Jerawat

Hampir semua remaja pernah mengalami masalah kulit ini. Jerawat sendiri adalah salah satu masalah kulit yang kerap membuat panik, karena dapat mengganggu penampilan juga. Biasanya jerawat muncul di wajah, leher, punggung, dada, dan bahu. Namun, area yang paling umum terkena adalah pipi dan dahi.

Munculnya jerawat diakibatkan adanya reaksi peradangan pada sumbatan pori-pori kulit oleh sebum, debu, kotoran dan bahkan bakteri. Bentuk jerawat bisa berupa komedo terbuka, tertutup, jerawat dengan nanah maupun jerawat kistik.

Krim atau losion obat yang mengandung benzoil peroksida atau asam dapat membantu mengurangi jerawat. Namun, pastikan Anda membicarakan hal ini dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Jika remaja memiliki tipe rambut atau kulit kepala yang berminyak, sering kali rambut berminyak dapat menyebabkan jerawat, terutama jika rambut remaja panjang dan sering menyentuh wajah. Sering mencuci rambut dapat membantu mencegah kemunculan jerawat.

Seorang remaja sebaiknya mencuci muka dua kali sehari dengan menggunakan pembersih wajah yang lembut. Beri tahu anak atau saudara Anda yang berusia remaja untuk menggunakan pelembap bebas minyak yang tidak akan membuat pori-pori tersumbat.

Pilih produk makeup yang non komedogenik, yang berarti tidak menyebabkan sumbatan pada pori-pori kulit.

  1. Kulit berminyak

Anda mungkin sering salah mengira bahwa kulit berminyak dan kulit berjerawat adalah kondisi kulit yang saling berkaitan. Nyatanya, tidak selalu demikian. Remaja yang memiliki kulit berminyak belum tentu berjerawat, dan sebaliknya.

Remaja yang memiliki kulit berminyak dan tidak berjerawat dapat mengurangi kelebihan produksi minyak dari kulit untuk sementara waktu dengan berbagai produk perawatan kulit. Namun untuk perawatan yang lebih permanen, biasanya diperlukan penanganan dokter kulit.

Gunakan produk yang mengandung alkohol untuk mengeringkan minyak. Jika tidak ingin menggunakan terlalu banyak produk, solusinya adalah penggunaan kertas minyak untuk menyerap kelebihan minyak dari permukaan kulit.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Keringat berlebih

Remaja dapat menunjukkan tanda-tanda keringat berlebih di telapak tangan, telapak kaki, di kulit kepala, di bawah lengan atau bahkan wajah. Keringat berlebih ini dapat mengganggu aktivitas sekaligus mengurangi kepercayaan diri.

Untuk mengatasinya, dapat digunakan deodoran dibandingkan parfum. Deodoran akan mengurangi keringat serta membuat remaja tetap wangi dan segar. Selain itu, mandi dua kali sehari menggunakan sabun yang melembapkan kulit juga dapat membantu berkurangnya produksi keringat.

Pastikan juga kenakan pakaian yang ringan dan berbahan katun. Kain katun akan membantu menyerap keringat dan membuat kulit lebih mudah bernapas. Untuk keringat berlebih di telapak kaki, pastikan alas yang digunakan benar-benar kering sebelum digunakan.

  1. Rambut yang tumbuh secara berlebihan di tubuh

Saat remaja mencapai pubertas, rambut yang tumbuh dapat menjadi perhatian utama. Perubahan hormon dapat menyebabkan pertumbuhan rambut yang berlebihan pada beberapa remaja. Kondisi kulit remaja seperti ini mungkin perlu perawatan khusus.

Sayangnya, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah pertumbuhan rambut di seluruh tubuh. Namun, terdapat metode yang dapat dilakukan oleh para remaja untuk mengatasi hal ini, yaitu metode pencabutan rambut yang aman di rumah.

Selain itu, prosedur waxing yang menggunakan epilator atau krim penghilang rambut juga bisa diandalkan.

Rambut tubuh yang berlebihan dapat mengindikasikan kondisi hirsutisme, yakni tumbuhnya rambut di area yang tidak umum. Misalnya tumbuhnya rambut di area dagu atau atas bibir pada remaja wanita. Jika Anda merasa pertumbuhan rambut di tubuh tidak normal atau terlalu banyak, segera kunjungi dokter spesialis kulit.

Pada masa remaja akan terjadi perubahan hormon yang kerap memengaruhi kondisi kulit. Anjurkan remaja di sekitar Anda untuk mengonsumsi makanan yang seimbang, berolahraga secara teratur, dan kelola stres dengan baik. Dengan demikian, berbagai masalah kulit di atas pun tak sudi menghampiri.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓