Sering Kenakan Celana Jins Ketat? Ini Bahaya yang Mengintai

Oleh Ayu Maharani pada 20 Feb 2019, 14:15 WIB
Meski bisa menunjang penampilan, celana jins ketat dapat membahayakan kesehatan Anda, lho!
Sering Kenakan Celana Jins Ketat? Ini Bahaya yang Mengintai (progressman/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua orang punya celana jins di dalam lemari pakaiannya. Celana tersebut memang kian digemari oleh semua kalangan usia karena bisa dipakai di segala kondisi. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda kerap mengenakan celana jins saat melakukan aktivitas sehari-hari?

Jika memang celana jins adalah “pakaian wajib” yang selalu digunakan setiap hari, Anda sebaiknya lebih berhati-hati. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, khususnya bila yang sering Anda kenakan adalah celana jins ketat seperti model legging jeans, skinny jeans, dan sejenisnya.

Bahaya celana jins ketat

Celana jins yang ketat memang bisa menunjang penampilan karena bisa memberikan efek kaki yang lebih ramping dan terlihat seksi. Tapi sayangnya, bila Anda mengenakannya setiap hari, tentu ada konsekuensi kesehatan yang diterima. Apalagi bila celana jins tersebut jarang dicuci dengan alasan tertentu.

Dilansir dari Healthtination.com, berikut ini beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan akibat terlalu sering mengenakan celana jins ketat:

  • Kelembapan berlebih

Celana jins yang terlalu ketat bisa menyebabkan gesekan kulit dan kelembapan berlebih akibat keringat yang “terjebak” di daerah tersebut.

  • Timbul kurap

Meski keluhan ini umumnya diderita oleh pria, tetapi bila Anda wanita yang selalu mengenakan celana jins ketat dan tak menjaga kebersihannya, maka kurap bisa saja terjadi. Ruam jamur merah dan gatal ini biasanya dimulai dari pangkal paha. Jika tidak diobati, jamur kurap dapat menyebar ke paha, bokong, hingga anus. Dalam kebanyakan kasus, kurap dapat diobati dengan krim antijamur OTC.

  • Infeksi ragi

Infeksi ragi adalah pertumbuhan berlebih dari jamur Candida mikroskopis yang dapat menyebabkan gatal, ruam dengan sensasi terbakar, dan keluarnya cairan, seperti keju cottage. Infeksi ragi juga memiliki gejala yang sama dengan infeksi vagina.

  • Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih dapat terjadi ketika bakteri memasuki saluran air kencing atau uretra. Hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri, kadang-kadang ada darah saat berkemih, dan anyang-anyangan. Infeksi saluran kemih mesti diobati dengan antibiotik dari dokter agar tidak menjalar hingga ke ginjal.

  • Vulvodynia

Penyakit ini adalah kelainan nyeri pada vulva, yakni area luar alat kelamin wanita. Keluhan yang terjadi akibat vulvodynia adalah rasa berdenyut, sensasi terbakar, dan gatal-gatal. Biasanya, gejala tersebut semakin parah saat berhubungan seks, buang air kecil, dan saat memakai celana ketat kembali.

  • Penurunan kualitas sperma

Berdasarkan penjelasan dr. Jessica Florencia dari KlikDokter, proses pembentukan sperma sangat sensitif terhadap suhu. Dibutuhkan suhu optimal sekitar 34–35⁰ Celsius atau sesuai dengan suhu tubuh normal manusia untuk pembentukan sperma yang baik.

“Ketika suhu di daerah selangkangan dan testis meningkat akibat penggunaaan celana jins ketat, sperma akan rusak dan fungsi pembuahannya juga akan menurun,“ jelas dr. Jessica.

Mengetahui adanya beragam dampak buruk tersebut, masihkah Anda berkeinginan untuk mengenakan celana jins ketat setiap hari? Daripada mengenakan celana yang demikian, akan lebih baik bila Anda memakai celana yang agak longgar. Jika sangat ingin mengenakan celana jins ketat, pastikan Anda tidak memakainya terlalu sering. Dan yang paling penting, jangan malas untuk mencuci celana jins tersebut, ya!

(NB/ RVS)