Penanganan Pertama bagi Korban Luka Ledakan di Mal Taman Anggrek

Oleh dr. Nadia Octavia pada 20 Feb 2019, 16:00 WIB
Ketahui penanganan pertama untuk korban luka-luka pasca ledakan di Mal Taman Anggrek.
Penanganan Pertama bagi Korban Luka Ledakan di Mal Taman Anggrek (Foto: Imam Buhori/Merdeka.com)

Klikdokter.com, Jakarta Ledakan terjadi di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Rabu (20/2) pagi. Diduga suara keras tersebut berasal dari salah satu tabung gas yang bocor di salah satu gerai food court. Selain kerugian materi, ledakan tersebut juga menyebabkan adanya korban luka. Jika kejadian tersebut terulang kembali, apa yang dapat dilakukan untuk menangani korban luka pasca ledakan?

Apa pun penyebab ledakannya, seseorang bisa berisiko mengalami luka-luka jika berada di dekat lokasi kejadian. Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan bervariasi dari segi tekstur dan ketebalan. Kedalaman dan tingkat keparahan luka bisa berbeda-beda tergantung dari seberapa kuat trauma tersebut mempenetrasi kulit.

Namun secara umum, Anda bisa melakukan penanganan pertama berikut ini untuk korban luka-luka:

  1. Segera cari tempat yang aman untuk beristirahat dan hindari terlalu banyak bergerak. Jika Anda terlalu banyak bergerak, perdarahan yang terjadi bisa semakin bertambah.
  1. Singkirkan atau gunting pakaian yang menutupi luka sehingga luka dapat terlihat dengan jelas.
  1. Jika darah yang keluar banyak, berikan tekanan pada luka dengan menggunakan pakaian bersih, tisu, atau kassa (jika ada) hingga perdarahan berhenti.
  1. Jika luka terdapat di lengan atau kaki, angkat lengan atau kaki Anda lebih tinggi dari jantung untuk memperlambat perdarahan.
  1. Bersihkan luka dengan air mengalir (dan bersih) untuk mengurangi risiko infeksi. Bersihkan area sekitar luka dengan sabun, namun hindari membersihkan langsung di area luka.
  1. Hindari mengoleskan pasta gigi, minyak, atau bahan apa pun langsung pada luka, terkecuali krim antibiotik.
  1. Luka terbuka dapat menjadi tempat masuknya bakteri. Hindari kontaminasi lebih lanjut dengan menutup luka dengan kassa (jika ada) atau bahan yang steril.
  1. Hindari menggesekkan luka dengan permukaan benda tertentu untuk mencegah perdarahan semakin hebat.
  1. Jangan mencoba mengambil benda yang tertancap pada luka (misal: batu, pecahan kaca, dsb) sebelum Anda mendapatkan pertolongan medis, karena justru bisa menyebabkan perdarahan semakin hebat.
  1. Jika darah masih terus merembes, jangan singkirkan kassa atau bahan yang menempel pada luka. Berikan tekanan dengan menambahkan kassa atau bahan tambahan.
  1. Segera cari bantuan medis, terlebih jika perdarahan tidak kunjung berhenti, merasa pusing berkunang-kunang, berkeringat dingin, pingsan, atau tidak sadar.
  1. Lakukan suntik tetanus jika luka yang Anda alami dalam atau kotor, dan jika Anda belum pernah mendapatkan vaksin tetanus dalam 5 tahun terakhir.

Proses perbaikan luka pada tubuh dapat berlangsung dalam kurun waktu harian, mingguan hingga tahunan. Itu semua tergantung dari seberapa berat trauma yang Anda alami.

Banyak faktor yang memengaruhi proses penyembuhan luka, seperti kondisi kesehatan umum pasien, usia (semakin tua usia seseorang, semakin lambat penyembuhan terjadi), kekebalan tubuh, pola makan, tekanan pada luka (semisal sering terjadi gesekan), merokok, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Penanganan pertama di atas dapat dilakukan sendiri oleh korban luka pasca ledakan di Mal Taman Anggrek. Namun, baik luka ringan atau berat, sebaiknya korban luka tetap perlu memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan tidak ada penyebab atau komplikasi yang serius.

[RS/ RVS]