Dampak Negatif Kawat Gigi yang Perlu Anda Tahu

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 21 Feb 2019, 09:30 WIB
Penggunaan kawat gigi ditujukan untuk merapikan gigi yang berantakan. Namun tahukah Anda bahwa kawat gigi juga punya dampak negatif?
Dampak Negatif Kawat Gigi yang Perlu Anda Tahu (Antoniodiaz/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kalau dulu orang malu pakai kawat gigi atau behel, sekarang sudah tidak lagi. Bisa jadi karena lebih sadar akan kesehatan dan estetika gigi atau mungkin juga karena tren. Namun, diam-diam ada dampak negatif kawat gigi yang perlu Anda ketahui.

Kawat gigi, yang masuk dalam perawatan ortodontik, adalah salah satu cabang kedokteran gigi yang menangani maloklusi gigi. Artinya adalah suatu kondisi gigi yang tak berada pada posisi yang tepat ketika mulut ditutup.

Dampak negatif penggunaan kawat gigi

Fungsi perawatan ortodontik di antaranya adalah untuk menutup celah lebar di antara gigi, menyelaraskan gigi geligi yang terlihat miring, meningkatkan kemampuan berbicara dan mengunyah, serta mengatasi gigitan yang tidak tepat. Namun, seperti perawatan lainnya, pemakaian kawat gigi tak hanya dapat memperbaiki struktur gigi sesuai keluhan, tapi diam-diam juga punya dampak negatif yang bisa muncul. Apa saja?

  1. Rasa nyeri

Timbulnya rasa nyeri adalah efek samping umum yang sering terjadi saat melakukan perawatan ortodontik. Ketidaknyamanan ini ditandai oleh adanya tekanan, ketegangan, dan rasa sakit pada gigi.

Umumnya, rasa nyeri ini timbul pada hari kedua setelah pemasangan. Tak hanya itu, biasanya nyeri pada gigi depan lebih terasa dibandingkan gigi belakang. Untuk itu, dokter gigi akan memberikan beberapa obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

  1. Resorpsi akar

Resorpsi akar juga umum terjadi selama pergerakan gigi dengan alat ortodontik. Resorpsi akar dapat melibatkan sejumlah gigi yang dianggap sebagai “konsekuensi” dari perawatan ortodontik. Hal ini bisa makin parah jika pasien mengalami penyakit periodontal. Penyakit ini melemahkan tulang dan jaringan yang mengelilingi dan melindungi gigi, yang jika tidak ditangani tentunya dapat mengganggu dukungan penyangga gigi, sehingga pasien dapat kehilangan gigi tersebut. Risiko ini dapat meningkat dengan lamanya waktu perawatan.

  1. Perubahan warna pada gigi

Setelah melakukan perawatan ortodontik, perubahan warna pada gigi juga bisa terjadi. Ini merupakan salah satu dampak negatif yang dapat memengaruhi estetika pemakainya nanti. Kondisi ini terjadi terutama pada kawat gigi yang tidak bisa dilepas pasang.

  1. Penyakit periodontal

Komplikasi penyakit periodontal juga merupakan salah satu dampak negatif penggunaan kawat gigi yang tak jarang terjadi. Kondisi ini merupakan akibat dari pemeliharaan kebersihan mulut yang kurang baik. Ini bisa saja disebabkan oleh sulitnya membersihkan bagian sela gigi atau yang dekat dengan kawat. Sehingga, sisa makanan masih tertinggal dan terjadilah akumulasi plak.

  1. Kerusakan gigi

Kerusakan gigi seperti lesi karies dapat meningkat pada pemakaian kawat gigi. Umumnya ditemukan sebagai lesi white spot. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan bakteri, terutama pada bagian yang sulit untuk dibersihkan. Kondisi ini bisa makin parah apabila pemakaian kawat gigi terlalu lama, yang memungkinkan kerusakan gigi lebih besar.

Dampak negatif setelah melakukan perawatan ortodontik memang bisa terjadi, yang merupakan akibat dari banyak faktor. Mulai dari faktor yang berkaitan dengan pasien, dokter gigi, atau peralatan ortodontik itu sendiri.

Namun, jangan khawatir, karena dampak negatif yang disebutkan di atas bisa dicegah melalui pemeriksaan dan perawatan yang tepat pada masing-masing kasus. Selain itu, kepatuhan pasien juga merupakan faktor yang berperan penting dalam kesuksesan perawatan dengan efek samping yang minimal.

Satu hal lagi yang harus diperhatikan untuk mencegah dampak negatif dan terjadinya komplikasi, perawatan ortodontik seperti kawat gigi harus dilakukan oleh dokter gigi yang profesional atau spesialis. Ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan diagnosis atau berbagai risiko lainnya selama perawatan.

(RN/ RVS)