Sering ke Toilet Usai Sarapan? Ini Cara Mengatasinya

Terkadang Anda mendadak ingin buang air besar setelah sarapan, padahal sudah terburu oleh waktu. Coba atasi dengan kiat-kiat berikut ini.
Sering ke Toilet Usai Sarapan? Ini Cara Mengatasinya (GBALLGIGGSPHOTO/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda tiba-tiba ingin ke toilet setelah sarapan pagi? Hampir semua orang mungkin pernah mengalaminya. Namun, bila hal ini terjadi ketika Anda tengah terburu-buru ingin beraktivitas, tentunya aktivitas Anda akan terhambat.

Sebenarnya kondisi ini merupakan suatu hal yang normal. Saat makanan masuk ke dalam lambung, muncul suatu refleks yang disebut dengan refleks gastrokolik, sehingga muncul rasa ingin buang air besar (BAB).

Baca Juga

Seputar refleks gastrokolik

Refleks gastrokolik merupakan suatu refleks fisiologis. Kondisi ini terjadi saat makanan masuk ke dalam lambung dan tubuh mengeluarkan hormon yang memberikan rangsangan kepada usus besar untuk berkontraksi, sehingga muncul rasa ingin buang air besar.

Tujuan dari refleks ini adalah untuk mengeluarkan sisa makanan dari usus besar untuk meningkatkan kapastitas saluran cerna dalam menampung makanan yang akan masuk ke dalamnya. Refleks ini bisa bersifat ringan, sedang, atau berat antara satu orang dengan orang lainnya.

Beberapa faktor yang memengaruhinya adalah jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi, faktor psikologis, serta adanya kelainan tertentu pada saluran cerna yang dapat mempercepat terjadinya refleks gastrokolik.

1 dari 2

Mencegah refleks gastrokolik yang berlebihan

loading

Buang air besar usai sarapan memang merupakan hal yang normal. Namun, bila kondisi ini terjadi setiap pagi, tentunya aktivitas Anda akan terhambat. Cobalah atasi dengan cara-cara berikut ini:

  1. Biasakan buang air besar sebelum sarapan pagi

Salah satu cara untuk mengurangi refleks gastrokolik adalah dengan membiasakan diri buang air besar secara rutin sebelum sarapan pagi. Hal ini akan memberikan sinyal kepada saluran cerna bahwa terdapat ruang yang cukup untuk menampung makanan, sehingga mencegah reflek gastrokolik yang berlebihan.

  1. Hindari sarapan terlalu banyak

Refleks gastrokolik dapat bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Namun, perlu diingat bahwa semakin lambung terenggang oleh makanan, maka kemungkinan pengeluaran hormon yang menyebabkan refleks gastrokolik semakin besar.

Itulah sebabnya menghindari sarapan yang terlalu berlebihan akan mengurangi terjadinya refleks gastrokolik yang berlebihan juga.

  1. Hindari sarapan dengan tergesa-gesa

Stres merupakan salah satu pencetus refleks gatrokolik lainnya. Jadi, usahakan Anda melakukan sarapan pagi dengan tenang. Perasaan tergesa-gesa akan membuat Anda stres dan panik, sehingga justru dapat lebih memicu terjadinya refleks gastrokolik.

  1. Hindari makanan atau minuman yang merangsang saluran cerna

Jika Anda sering BAB setelah sarapan, coba ingat makanan apa yang biasa Anda makan sehingga mencetuskan refleks tersebut. Karena makanan pencetus terjadinya refleks gastrokolik dapat berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Sebisa mungkin, hindari makanan tersebut sebagai menu sarapan.

Secara umum, makanan yang bersifat asam, pedas, makanan berlemak, berminyak, produk susu, dan makanan dengan serat yang tinggi dapat mencetuskan refleks gastrokolik.

Kapan harus ke dokter?

Jika refleks gastrokolik disertai dengan gejala nyeri perut, kembung, sering buang angin, diare, konstipasi, atau terdapat lendir dan darah dalam tinja Anda maka sebaiknya Anda berobat ke dokter. Karena biasanya kondisi tersebut bukanlah refleks gastrokolik biasa melainkan ada suatu penyebab medis yang mendasari kondisinya.

Beberapa penyakit seperi intoleransi makanan, alergi makanan, irritable bowel syndrome, irritable bowel diseases, serta penyakit celiac merupakan beberapa kemungkinan penyakit yang dapat menyebabkan refleks gastrokolik berlebihan yang disertai dengan gejala-gejala di atas.

Untuk itu, dibutuhkan pemeriksaan yang menyeluruh oleh dokter, terutama dokter ahli saluran cerna untuk mendeteksi penyakit-penyakit tersebut.

Sarapan sebelum beraktivitas memang sangat dianjurkan. Namun, pilihlah menu sarapan yang sehat, dan tentunya tidak membuat Anda kerap ingin pergi ke toilet usai mengonsumsinya. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi untuk menentukan menu sarapan sehat yang aman dikonsumsi setiap harinya.

[NP/ RVS]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Asupan Alternatif untuk Anak yang Alergi Makanan

Info Sehat
17 Feb

Ini Tanda Dehidrasi pada Balita yang Perlu Anda Kenali

Info Sehat
16 Feb

Ruam Merah pada Bayi, Apakah Tanda Alergi?

Info Sehat
15 Feb

Anak Sering Batuk, Apakah Pasti Akibat Alergi?

Info Sehat
15 Feb

Benarkah Bedak Bayi Bisa Memicu Kanker?

Info Sehat
14 Feb

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk