Bolehkah Ibu Memijat Bayinya Sendiri?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 21 Feb 2019, 16:20 WIB
Jasa pijat bayi sekarang sedang menjamur seiring maraknya baby spa. Tapi, sebenarnya bolehkah ibu memijat bayinya sendiri?
Bolehkah Ibu Memijat Bayinya Sendiri? (Dmitry-Naumov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Banyak ibu membawa bayinya ke baby spa untuk berenang atau pijat bayi. Treatment pijat bayi dianggap bermanfaat untuk kesehatan bayi, seperti memperlancar pencernaan dan membantunya tidur lebih nyenyak. Tapi, haruskah pijat bayi selalu dilakukan di baby spa? Bolehkah sebenarnya jika sang ibu sendiri yang memijat bayinya?

Mungkin banyak ibu lebih suka ke baby spa, karena takut salah dalam memijat bayinya. Tapi sebenarnya, memijat bayi lebih baik dilakukan oleh ibu sendirinya. Hal ini dikemukakan oleh dr. Atika dari KlikDokter. Ia menyebut bahwa memijat bayi harus dilakukan ibunya sendiri karena manfaatnya bagi kedua belah pihak sangat besar.

"Pada dasarnya, ibu memang lebih disarankan untuk memijat bayinya sendiri. Ini malah lebih bagus ketimbang orang lain yang memijat. Tidak apa-apa asal pijatan ringan, karena itu kan bagus buat peredaran darah," ujar dr. Atika ketika dikonfirmasi.

"Di sisi lain, ibu kan lebih tahu kalau bayinya sakit saat dipijat. Jadi, bisa lebih aman. Toh, pijat bayi juga bisa meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi, karena biasanya saat memijat ibu mengeluarkan suara, sambil berbicara, jadi bayi juga jadi bisa dengar suara ibunya," sambungnya.

Ya, ibu memang disarankan untuk memijat bayinya sendiri tapi pijatan yang ringan. Bisa dimulai dari perut, tangan, kaki, dan punggung. Ibu juga dapat menambahkan minyak telon untuk membuat bayi hangat.

Manfaat pijat bayi

Segudang manfaat akan diterima oleh bayi ketika mendapatkan pijatan. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, pijat bayi adalah gerakan memijat secara ritmik dan lembut pada tubuh bayi. Berikut manfaat sehat pijat bayi:

1. Meningkatkan kualitas tidur bayi

Bayi Anda sering tiba-tiba terbangun saat tidur? Nah, pijat bayi bisa meningkatkan kualitas tidur bayi Anda. Pijat bayi, kata dr. Sepriani, bisa membuat tubuh bayi lebih rileks, sehingga pola tidurnya pun jadi baik.

2. Membantu mengatasi kolik

Kolik adalah kondisi ketika gas menumpuk di usus bayi, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Dalam penelitian yang dimuat di jurnal Pediatrics, peneliti menyatakan bahwa pijat bayi lebih efektif dalam mengurangi risiko kolik dan keluhan pencernaan pada bayi, dibandingkan dengan menggunakan moda getar (vibrator) pada tempat tidur bayi.

3. Membantu meningkatkan berat badan bayi

Menurut dr. Sepriani, pijat pada bayi prematur terbukti dapat meningkatkan berat badan. "Ini karena gerakan memijat dapat memicu aktivitas vagal dalam tubuh, yang membantu usus untuk mencerna dan menyerap ASI.”

4. Menurunkan risiko stres dan depresi pada ibu

Setelah melalui proses persalinan, hidup ibu akan mengalami banyak perubahan sehingga rentan mengalami stres bahkan depresi. Pijat bayi dapat mengurangi risiko tersebut, karena menurut dr. Sepriani, interaksi antara ibu dan bayi yang tercipta saat pijat bayi dapat membuat ibu lebih tenang dan percaya diri.

Jadi, ibu memang lebih disarankan untuk memijat bayinya sendiri. Satu manfaat yang pasti didapat dari ibu yang memijat bayinya sendiri adalah bertambahnya ikatan antara ibu dan anak. Jika ibu kurang pede, ibu bisa mencari informasi di internet soal pijat bayi untuk belajar tekniknya. Selamat mencoba, ya!

[RS/ RVS]