Tips Menyusui bagi Anda yang Baru Menjadi Ibu

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 22 Feb 2019, 11:00 WIB
Bagi ibu yang baru saja melahirkan, menyusui sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan. Simak tipsnya berikut ini.
Tips Menyusui bagi Anda yang Baru Menjadi Ibu (Tetiana Mandziuk/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sering kali seorang wanita yang baru memiliki anak pertama mengalami kepanikan yang berlebih terhadap momen menyusui buah hatinya. Padahal bila mengetahui triknya, menyusui bukanlah hal yang sulit, termasuk bagi para ibu baru.

Selain bertanya ke keluarga dekat khususnya ibu, mungkin Anda yang baru saja melahirkan anak pertama juga mulai mencari referensi tips menyusui pertama kali. Hal ini wajar dilakukan, karena sebagai orang tua pastinya Anda menginginkan si Kecil tercukupi kebutuhan nutrisi pertamanya lewat ASI.

ASI sendiri mengandung kolostrum yang sangat penting bagi buah hati Anda. Selain itu, ASI juga merupakan sumber antibodi yang penting untuk melindungi si Kecil terhadap penyakit. Karena sistem kekebalan tubuh bayi pada tahun pertama masih dalam masa perkembangan.

Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang cukup bagi para ibu, agar pemberian nutrisi untuk buah hatinya dapat berjalan secara optimal, terutama bagi ibu yang baru saja memiliki anak pertama.

Lakukan ini saat menyusui si Kecil

Menyusui adalah proses belajar. Tidak satu pun wanita yang baru pertama kali menjadi Ibu tahu cara melakukannya dengan benar. Agar sukses menyusui si Kecil, berikut ini adalah hal-hal yang sebaiknya dilakukan:

  1. Menyusui pada jam pertama kelahiran

Usahakan untuk menyusui pada jam pertama kelahiran. Hal ini membantu rahim berkontraksi dan pada waktu tersebut ASI mengandung kolostrum yang amat baik bagi pertumbuhan anak.

  1. Posisi menyusui harus tepat

Saat masih berada di rumah sakit, minta perawat atau konsultan laktasi untuk memeriksa bagaimana posisi bayi saat Anda menyusui. Seharusnya posisi yang tepat tidak membuat Anda merasa kesakitan selama menyusui.

Posisikan perut si Kecil menempel di perut Anda. Sehingga, ia tidak harus memutar kepalanya untuk minum susu. Kemudian arahkan puting Anda ke hidung, bukan ke mulutnya, sehingga ia akan mengangkat kepalanya ke atas dan membuka mulutnya.

  1. Persiapkan diri karena produksi ASI Anda akan meningkat

Ini terjadi pada sekitar hari ketiga atau keempat setelah lahir. Anda akan menyadarinya karena payudara semakin bertambah besar. Pastikan Anda memiliki beberapa bra menyusui yang pas, dan jangan lupa untuk mengemasnya di tas rumah sakit.

  1. Menyusui sekitar 2 jam sekali

Bayi Anda mungkin akan memberikan sinyal lapar seperti berkeliling mencari puting susu atau memasukkan tangannya ke mulut. Yang terpenting, menyusuilah berdasarkan permintaan bayi. Ketahui tanda-tanda si Kecil ingin menyusui tersebut.

  1. Hindari penggunaan botol atau dot

Sebaiknya tidak memberikan alat pengganti puting susu Anda sampai anak dapat menyusui dengan baik. Gerakan mendorong yang diperlukan untuk mendorong botol atau dot akan berbeda dari yang diperlukan untuk mengisap puting, sehingga dapat menyebabkan bayi menjadi bingung.

  1. Cegah bayi tertidur saat minum susu

Jika si Kecil terus tertidur di payudara Anda saat ia menyusu, cobalah gelitiki bagian bawah kakinya, berikan belaian di bawah dagu, atau menyentuhnya dengan handuk basah untuk membangunkannya. Sebab, kebiasaan ini akan membuatnya tidak mendapatkan jumlah nutrisi yang cukup.

  1. Konsumsi air mineral yang cukup

Jaga tubuh tetap terhidrasi untuk memastikan tubuh Anda bisa menghasilkan ASI yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi.

1 of 2

Manfaat menyusui bagi ibu

Selain bermanfaat bagi buah hati Anda, nyatanya menyusui juga bermanfaat bagi Anda sebagai ibu yang melahirkannya. Berikut ini adalah sederet manfaatnya:

  • Membantu rahim Anda kembali ke ukuran sebelum hamil dan mengurangi pendarahan usai melahirkan.
  • Mempermudah penurunan berat badan yang naik selama hamil. Sebab, aktivitas menyusui akan membakar hingga 500 kalori.
  • Mengurangi risiko depresi usai persalinan serta kanker payudara dan ovarium.
  • Menunda kembalinya menstruasi, meskipun beberapa bentuk kontrol kelahiran masih diperlukan ketika Anda melanjutkan hubungan seksual.
  • Menghemat uang karena tak perlu membeli susu formula.

Terkadang, ibu yang baru saja melahirkan merasa khawatir tidak dapat memberikan nutrisi yang benar dan cukup bagi buah hatinya. Padahal, dengan mengetahui cara yang tepat, menyusui tidak sesulit yang dibayangkan sebagian besar ibu baru. Ikuti berbagai tips di atas untuk mendapatkan produksi ASI yang mencukupi kebutuhan bayi Anda. Semoga sukses memberikan ASI pertama kali pada si Kecil!

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓