Kiat Menyusui Tanpa Terjadi Mastitis

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 23 Feb 2019, 12:00 WIB
Mastitis merupakan kondisi yang sangat menyakitkan bagi para ibu menyusui. Cegah dengan cara-cara berikut ini.
Kiat Menyusui Tanpa Terjadi Mastitis (Oksana Kuzmina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selain melengkapi kebutuhan nutrisi buah hati, aktivitas menyusui juga dapat menumbuhkan ikatan batin antara ibu dengan bayi. Meski demikian, menyusui bukanlah proses yang mudah. Salah satu masalah yang dapat terjadi saat menyusui yaitu mastitis.

Mengenal mastitis yang kerap menganggu ibu menyusui

Mastitis terjadi karena tersumbatnya kelenjar susu. ASI yang berada di kelenjar susu tersumbat akan dipaksa masuk ke jaringan payudara terdekat, sehingga menyebabkan jaringan tersebut menjadi meradang. Kondisi ini yang kemudian disebut mastitis.

Peradangan pada mastitis bisa berbeda-beda pada setiap orang, dapat disertai dengan infeksi atau tidak.Gejala awalnya mirip seperti terkena flu. Ketika mengalaminya, Anda mungkin mulai menggigil.

Bahkan, pada beberapa ibu menyusui tidak menunjukkan tanda-tanda awal kelenjar susu tersumbat, sehingga mastitis terjadi secara tiba-tiba. Payudara akan terasa sakit, tidak nyaman, berwarna kemerahan dan dapat terjadi pembengkakan, panas serta nyeri.

Selain itu, kulit payudara Anda mungkin akan terlihat seperti berkilau dan bisa juga muncul garis-garis merah. Namun, tidak semua kasus mastitis selalu berhubungan dengan kelenjar susu yang tersumbat. Dalam beberapa kasus, mastitis dapat terjadi karena bakteri masuk ke payudara melalui celah atau luka pada puting.

Jika tidak diobati, mastitis kadang-kadang bisa berubah menjadi abses (nanah) payudara. Bila hal ini terjadi, penanganannya membutuhkan tenaga medis profesional.

Tips terhindar dari mastitis selama menyusui

Mengalami mastitis bisa sangat mengganggu proses penyampaian nutrisi kepada si Kecil. Selain itu, Anda juga pasti akan merasa tidak nyaman karena rasa nyeri yang timbul akibat peradangan. Oleh sebab itu, lakukanlah berbagai upaya berikut ini untuk mencegah terkena mastitis selama menyusui.

  1. Pilih bra yang ukurannya pas dan sesuai

Kelenjar susu yang tersumbat sering disebabkan oleh tekanan pada beberapa bagian payudara yang menghentikan ASI mengalir melalui kelenjar susu.

Ukuran bra yang tidak pas (terutama yang berjenis underwire), tidur tengkurap, atau gendongan bayi dengan tali pengikat yang terlalu ketat di dada adalah hal yang harus diperhatikan karena dapat menyebabkan tersumbatnya kelenjar susu.

  1. Menjaga kebersihan tangan dan area payudara

Ibu dan bidan harus benar-benar mencuci tangan sebelum menyentuh payudara, terutama setelah mengganti popok. Selain itu, ibu juga harus memperhatikan kebersihan bra.

  1. Menyusui dengan posisi yang tepat

Pastikan posisi menyusui sudah tepat untuk menghindari kelenjar susu tertekan dan pada akhirnya timbul peradangan.

  1. Hindari pemberian krim dan bantalan pada puting

Pemberian salep atau penggunaan bantalan puting yang berkepanjangan juga berisiko menyebabkan tersumbatnya kelenjar susu.

  1. Menyusui secara rutin

Kelenjar susu bisa meradang atau tersumbat ketika payudara terlalu penuh karena ASI tidak dikeluarkan. Jika Anda bekerja di luar seharian atau jika bayi tiba-tiba tidur sepanjang malam tanpa menyusui, pastikan Anda tetap memeras atau memompa ASI untuk mengeluarkannya.

Hal ini juga sebaiknya dilakukan dalam masa menyapih bayi. Biasanya penyapihan dianjurkan secara bertahap juga untuk menghindari ibu mengalami mastitis.

  1. Menyusui bayi dengan payudara yang tersumbat

Ketika Anda mendeteksi ada kelenjar susu yang tersumbat, berikan sisi payudara tersebut saat si Kecil haus. Anda dapat mencoba posisi yang berbeda agar ASI mengalir lebih efektif, dan jangan lupa untuk menggunakan payudara secara bergantian ketika sedang menyusui.

  1. Pijat lembut payudara yang terisi ASI saat menyusui

Beberapa terapi pijat payudara dapat mengatasi kelenjar susu yang tersumbat dan mengurangi risiko terjadi kembali. Kompres hangat di antara waktu menyusui juga bisa membantu mengatasi sumbatan tersebut.

Kini juga telah dijual secara bebas obat antiradang untuk mengatasi sumbatan kelenjar susu yang dapat membuat Anda lebih nyaman dan terhindar dari pembengkakan.

  1. Kosongkan payudara

Untuk mencegah pembengkakan dan penyumbatan saluran ASI, sebisa mungkin kosongkan payudara saat menyusui. Jika bayi sudah berhenti minum dan payudara belum sepenuhnya kosong, gunakanlah alat pompa ASI untuk mengosongkan payudara.

Mastitis terjadi bila kelenjar susu yang tersumbat tidak segera ditangani. Jadi, bila Anda yang tengah menyusui merasakan kelenjar susu tersumbat, segera lakukan kiat-kiat di atas untuk membantu mencegahnya berubah menjadi mastitis.

[NP/ RVS]