Demam Film Dilan 1991, Manfaat Nonton Film bagi Kesehatan Mental

Oleh dr. Nadia Octavia pada 23 Feb 2019, 13:00 WIB
Menonton film, termasuk film Dilan 1991 yang sedang heboh, bisa bermanfaat untuk kesehatan mental, lo!
Demam Film Dilan 1991, Manfaat Nonton Film bagi Kesehatan Mental (Adrian Putra/Fimela.com)

Klikdokter.com, Jakarta Kisah kasih Dilan dan Milea yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq ini memang membuat setiap orang yang membaca novel atau menonton filmnya ikutan baper. Seketika tokoh film Dilan yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan ini sukses menjadi pujaan banyak wanita berkat gombalan romantis nya pada Milea. Bahkan antusiasme penggemar ditunjukkan dengan ludesnya tiket gala premiere Dilan 1991 di Bandung dalam waktu singkat. Anda termasuk yang ikut demam nonton film Dilan? Ini manfaat nonton film untuk kesehatan mental.

Berbagai alasan orang gemar nonton film. Mulai karena ingin mengisi waktu luang, ingin melihat artis pujaan atau sekedar hobi semata. Apapun alasan Anda menonton film, nyatanya nonton film bisa bermanfaat untuk kesehatan mental:

  • Menonton film sebagai sarana "melepas" emosi

Apakah Anda tergolong orang yang dibuat baper menangis atau tersenyum-senyum sendiri saat nonton film Dilan?

Nah bagi Anda yang mengalami kesulitan untuk mengekspresikan emosi, nonton film dapat menjadi sarana Anda untuk melepas emosi seperti menangis atau tertawa. Di kehidupan nyata, Anda pun akan lebih nyaman dan lebih terbiasa untuk mengekspresikan emosi serta memudahkan untuk konseling psikiatri.

Salah satu gejala dari depresi adalah emosi yang datar atau kaku, tidak mampu merasakan emosi positif maupun negatif. Oleh karena itu orang yang kesulitan mengekspresikan emosi (semisal menangis atau tertawa) cenderung lebih rentan untuk mengalami stres dan depresi akibat emosi yang terpendam.

  • Menonton film dapat membuat Anda menjadi lebih bahagia

Anda sedang sedih atau stres? Cobalah menonton film yang Anda sukai untuk menghilangkan kepenatan dan melupakan sejenak masalah Anda.

Menurut penelitian yang dilakukan di Ohio State University, disebutkan bahwa menonton film sedih atau tragedi pun dapat membuat lebih bahagia. Meski kontradiktif, namun hasil dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa ketika Anda menonton film sedih atau tragedi, Anda akan merasa bersyukur akan hidup  Anda.  Film tragedi juga akan membuat seseorang mengapresiasi hal-hal baik yang sudah ia dapatkan dalam hidup.

  • Menonton film dapat menjadi modalitas terapi untuk gangguan mental

Menurut the Royal College of Psychiatrists di Inggris, banyak psikiater yang kini menyarankan pasien dengan gangguan mental tertentu (seperti gangguan psikosis) untuk menonton film sebagai sarana terapi. Namun pemilihan film juga perlu dicocokkan dengan kondisi medis pasien.

Pada sebuah studi yang dipublikasikan di the Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment pada tahun 2017, disebutkan bahwa menonton film dapat menjadi distraksi pikiran yang baik untuk pasien gangguan cemas. Ketika Anda terlarut dalam "dunia yang berbeda" untuk sementara waktu, pikiran Anda akan terfokus pada film tersebut dan kekhawatiran Anda akan hal tertentu sesaat akan memudar. Bahkan penelitian yang dilakukan di Aarhus University di Denmark, menyebutkan bahwa film bergenre horror dapat menjadi pilihan yang baik untuk pasien gangguan cemas.

Apapun jenis film yang Anda tonton, baik itu film bergenre horror, komedi, petulangan atau drama romantis seperti Dilan 1991, memiliki manfaat untuk kesehatan mental. Cara yang mudah dan murah ini akan semakin menyenangkan jika Anda menonton film tersebut dengan orang-orang yang Anda kasihi.

[RVS]