Sorotan Minggu Ini: Kanker Pankreas, Penyakit Paru, dan Limfoma

Oleh Rudolf Santana pada 24 Feb 2019, 11:00 WIB
Sepanjang minggu, kanker pankreas, penyakit paru, dan limfoma menarik perhatian publik. Kenali ketiganya dan lakukan pencegahan sejak dini.
Sorotan Minggu Ini: Kanker Pankreas, Penyakit Paru, dan Limfoma (PATRICK-KOVARIK-Getty-Images)

Klikdokter.com, Jakarta Berita duka memang selalu datang secara mengejutkan. Begitu pula yang terjadi sepanjang minggu ini. Selasa (19/2) waktu Paris, perancang busana Karl Lagerfeld meninggal dunia, karena sebelumnya menderita kanker pankreas. Menyusul komedian Nana Krip pada Rabu (20/2) mengembuskan napas terakhir akibat penyakit paru. Dan yang mengejutkan, aktor muda Ranza Ferdian yang baru berusia 33 tahun, meninggal pada Senin (18/2) akibat penyakit kelenjar getah bening atau limfoma.

Ketiga penyakit tersebut menjadi sorotan KlikDokter untuk minggu ini. Tindakan pencegahan saja ternyata tidak cukup. Edukasi, menjadi langkah awal yang paling penting untuk membangun kesadaran tentang pentingnya hidup sehat.

1 of 4

1. Kanker pankreas

Karl Lagerfeld (Marco Aprile/Shutterstock)
Karl Lagerfeld (Marco Aprile/Shutterstock)

Minggu ini dunia fashion berduka atas meninggalnya perancang busana Karl Lagerfeld. Desainer yang juga merupakan direktur dari Chanel itu meninggal dunia pada usia 85 tahun akibat kanker pankreas. Lagerfeld meninggal dunia pada Selasa (19/2) setelah sebelumnya dikabarkan sempat dibawa ke rumah sakit di Paris.

Menurut dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, sampai saat ini, para pakar masih belum menentukan penyebab pasti penyakit kanker pankreas. Meski demikian sejumlah faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit mematikan ini bisa dijelaskan.

Beberapa faktor risiko tersebut, di antaranya peradangan kronis pada pankreas, diabetes yang tidak terkendali, usia tua, riwayat keluarga, dan kebiasaan merokok. Penyakit ini memiliki sejumlah gejala yang patut Anda waspadai antara lain penurunan berat badan, perubahan BAB, hingga nyeri perut.

Satu hal yang perlu diperhatikan pada tahap awal, gejala yang menunjukkan adanya kanker pankreas tidak tampak secara jelas. Akibatnya, diagnosis menjadi sulit untuk dilakukan. Oleh karenanya, kenali kanker pankreas lewat kumpulan artikel ini, dan lakukan pencegahan sejak dini.

2 of 4

2. Penyakit paru

Nana Krip (Shantysys/Instagram)
Nana Krip (Shantysys/Instagram)

Berita duka minggu ini juga datang dari dunia hiburan Tanah Air. Komedian Nana Krip –salah satu personel kelompok Sersan Prambors– meninggal dunia pada Rabu (20/2) lalu akibat penyakit paru.

Menurut dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter, infeksi paru-paru atau pneumonia  termasuk penyakit paru yang berbahaya dan mematikan. Infeksi paru-paru jenis ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Akibat dari kondisi ini, kantung udara paru-paru (alveoli) menjadi meradang dan terisi dengan cairan atau nanah. Penderita pun menjadi kesulitan bernapas, dan kekurangan oksigen.

Beberapa gejala yang patut diwaspadai adalah ketika seseorang mengalami batuk berdahak, sesak napas, demam dengan tubuh menggigil, serta nyeri dada saat bernapas. Selain itu, beberapa faktor risiko juga perlu diperhatikan, seperti kelompok lansia di atas 60 tahun, bayi, dan penderita diabetes, penyakit jantung atau HIV/AIDS.

Karena penyakit paru tergolong berbahaya dan mematikan, mulailah dengan melakukan pencegahan penyakit paru sejak dini dengan membaca kumpulan artikelnya di sini.

3 of 4

3. Limfoma

Ranza Ferdian (@ranza_ferdian/Instagram)
Ranza Ferdian (@ranza_ferdian/Instagram)

Kabar mengejutkan sebelumnya juga datang dari panggung sinetron Indonesia. Aktor muda, Ranza Ferdian, tutup usia pada hari Senin (18/2) lalu. Dilansir Liputan6.com, Ranza meninggal karena penyakit kelenjar getah bening yang dideritanya. Ranza sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum mengembuskan napas terakhir.

Kelenjar getah bening merupakan organ yang penting bagi manusia karena merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Kelenjar ini memiliki peran penting dalam membantu tubuh melawan infeksi. Kelenjar getah bening dapat ditemukan di seluruh tubuh manusia, seperti daerah leher, ketiak dan lipat paha.

Dijelaskan oleh dr. Alvin Nursalim SpPD dari KlikDokter, terdapat beberapa kondisi penyebab pembesaran kelenjar getah bening, seperti infeksi dan keganasan. Kelenjar ini dapat membesar akibat peningkatan limfosit, sebagai respons kekebalan tubuh terhadap adanya bakteri atau virus penyebab infeksi. Selain infeksi, kelenjar getah bening juga dapat membesar jika pertumbuhan kelenjar tidak terkontrol, seperti pada kanker kelenjar getah bening atau limfoma.

Ada beragam jenis limfoma, namun secara garis besar limfoma dibagi menjadi limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Tanda-tanda yang dapat dikenali jika seseorang terkena limfoma antara lain kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening tanpa rasa sakit, demam hingga penurunan berat badan tanpa sebab.

Dengan mengenali gejalanya dan segera memeriksakan diri ke dokter, penderita akan dengan cepat mendapatkan penanganan yang tepat. Kenali penyakit limfoma di sini dan lakukan pencegahan sejak dini.

Ketiga penyakit di atas, baik kanker pankreas, penyakit paru maupun limfoma, memiliki faktor risiko masing-masing yang bisa saja dimiliki oleh siapa pun. Meski demikian, dengan menjalankan gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin ke dokter, ketiga penyakit tersebut dapat dicegah sejak dini.

[RH]

Lanjutkan Membaca ↓