Bisakah Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit?

Oleh Ayu Maharani pada 24 Feb 2019, 18:00 WIB
Tak perlu khawatir, rasa sakit saat melahirkan normal bisa diminimalkan dengan cara ini.
Bisakah Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit? (Pressmaster/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rasa bahagia menanti kelahiran buah hati biasanya juga diikuti dengan ketakutan saat bersalin. Sudah menjadi rahasia umum bahwa melahirkan, khususnya melahirkan secara normal, akan sangat terasa sakit dan amat menyiksa. Hal itu pun dibenarkan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

“Rasa cemas terhadap rasa sakit saat melahirkan bisa muncul, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melahirkan. Ini wajar,” katanya. Tapi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meringankan rasa sakit saat melahirkan secara signifikan. Misalnya saja:

  • Mengatur napas

Menurut dr. Dyah, mengatur napas merupakan salah satu faktor penting dalam menghadapi proses persalinan. Selama terjadi kontraksi, si ibu mesti mengatur napas dalamnya karena hal tersebut dapat membantu mengurangi rasa sakit saat melahirkan dan membuat Anda lebih rileks sehingga rasa tidak nyaman itu agak teralihkan.

Tak perlu teknis napas yang rumit. Anda tinggal menarik napas yang dalam melalui hidung saat terjadi kontraksi, lalu embuskan napas secara perlahan melalui mulut.

  • Kompres air hangat

Selain itu, dr. Dyah juga menyarankan untuk mengaplikasikan kompres handuk hangat di daerah vagina dan perineum saat kepala bayi sudah terlihat. “Hal itu akan membantu mengurangi rasa nyeri dan risiko robekan perineum, yaitu daerah antara lubang dubur dan bagian alat kelamin sebelah luar,” jelas dr. Dyah.

  • Berendam air hangat

Berendam dalam air hangat dapat membantu mengurangi rasa sakit saat persalinan. Air hangat memang dapat membuat ibu hamil merasa rileks, tetapi ibu hamil hanya disarankan untuk berendam dalam air hangat ketika sudah mendekati proses persalinan, yakni saat mulut rahim telah terbuka sebesar 5 sentimeter.

  • Terus bergerak

“Menjelang persalinan, Anda disarankan untuk banyak melakukan gerakan, seperti posisi sujud, duduk dengan posisi tegak, duduk di bola karet ukuran besar, atau dengan cara berjalan,” kata dr. Dyah. Melakukan beragam gerakan dapat membantu mempercepat proses persalinan karena gaya gravitasi membantu janin untuk masuk ke dalam ruang panggul.

  • Hypnobirthing

Metode ini hanya bisa dilakukan oleh ahlinya untuk mengatur respons stres dan nyeri saat melahirkan. Saat Anda lebih rileks setelah dihipnosis, otot rahim dapat bekerja lebih efektif sehingga pembukaan serviks menjadi lebih cepat dan waktu pemulihan juga lebih singkat.

  • Bius epidural

Obat bius disuntikan di daerah punggung melalui selang khusus yang disebut kateter epidural. Selang tersebut dimasukkan ke dalam rongga saraf tulang belakang dan akan bekerja untuk menghilangkan rasa sakit setelah 10-20 menit kemudian.

  • Bius gabungan spinal-epidural (Combined spinal-epidural/ CSE)

Prosedurnya sama seperti epidural, tetapi bius ini bekerja lebih cepat, bertahan lebih lama, dan hanya membutuhkan dosis yang lebih sedikit ketimbang epidural.

  • Gas entonoks

Mungkin nama gas ini masih asing bagi Anda. Gas entonoks adalah gabungan antara gas nitro oksida dan oksigen yang dapat membantu mengurangi rasa sakit selama persalinan. Gas ini bisa dihirup melalui sebuah masker, namun sayangnya belum umum digunakan di Indonesia.

  • Suntikan petidin

Suntikan ini diberikan pada otot bokong atau paha dan dapat membuat si ibu lebih rileks dan mengurangi rasa nyerinya.

Jadi, rasa sakit akibat melahirkan normal memang bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan sementara dengan beberapa cara di atas. Meski demikian, rasa sakit tidak mungkin hilang sama sekali saat Anda melahirkan secara normal. Pasti masih ada rasa tidak nyaman yang dirasakan sehingga itu sangat bergantung dengan sikap penerimaan Anda.

Yang terpenting, besarkanlah semangat ketimbang rasa cemas agar kondisi tubuh tidak menegang dan malah mempersulit bayi keluar. Ingat, rasa sakit melahirkan normal akan terbayar saat Anda berhasil mendengarkan tangisan si jabang bayi yang lahir.

[RS/ RVS]