8 Kondisi Rumah Ini Menggambarkan Kepribadian Anda

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 26 Feb 2019, 15:39 WIB
Coba perhatikan kondisi rumah Anda. Bisa jadi apa yang tampak dapat menggambarkan kepribadian Anda!
8 Kondisi Rumah Ini Menggambarkan Kepribadian Anda (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Biasanya kepribadikan bisa ditebak dari perilaku, cara bertutur kata, atau mungkin juga lewat penampilan fisik. Namun, ternyata kondisi rumah, seperti kamar mandi, lemari pakaian, dapur, kebun belakang, atau area lainnya di rumah, juga mungkin bisa menggambarkan kepribadian Anda. Bagaimana bisa?s

Dikutip dari Reader’s Digest, ada beberapa kondisi rumah yang bisa membuat orang lain menebak kepribadian Anda. Kondisi seperti apa yang dimaksud?

  1. Diawali dari warna pintu depan rumah

Menurut pakar warna dan kepribadian, pintu depan berwarna merah berarti Anda tak takut untuk tampil dan berani mengungkapkan apa yang dipikirkan. Jika berwarna biru, bisa jadi Anda secara alami merasa nyaman dengan sebagian besar situasi. Apabia pintu depan berwarna kuning, mungkin Anda tipe orang yang konsisten, konservatif, dan pendiam.

  1. Laci atau tempat menaruh kaus kaki

Ada satu survei yang menemukan bahwa orang-orang yang teliti pada detail dan taat aturan cenderung memiliki laci atau tempat menaruh kaus kaki yang berantakan dan kacau. Hipotesis para ahli adalah, bahwa orang yang teliti cenderung menghabiskan waktu untuk memprioritaskan dan mengatur aspek-aspek yang lebih penting dalam hidup mereka.

  1. Kolong tempat tidur

Ini bisa menunjukkan tingkat kecemasan seseorang. Sebagian besar orang tak terlalu memperhatikan kebersihan kolong kasuR meski rumah tampak bersih dan terorganisir dengan baik. Jika Anda sebaliknya, dalam arti memiliki kolong tempat tidur yang super bersih, bisa jadi Anda obsesif dan gelisah. Pakar sosial mengatakan, semakin cemas seseorang, maka mereka akan semakin berusaha mengontrol lingkungannya.

  1. Motif sarung bantal

Motif garis-garis yang tebal dan besar bisa jadi menunjukkan bahwa Anda percaya diri dan tak takut dengan apa kata orang. Jika sarung bantal bermotif polkadot, ada kemungkinan Anda punya sisi menyenangkan. Jika motifnya adalah motif kulit hewan alias animal print, bukan tak mungkin Anda kreatif. Sedangkan motif geometris biasanya menunjukkan bahwa Anda butuh keteraturan.

1 of 3

Selanjutnya

  1. Kasur Anda rapi atau berantakan?

Jika Anda pikir membereskan tempat tidur setelah bangun atau sebelum berangkat beraktivitas adalah kegiatan yang buang-buang waktu, ada kecenderungan Anda benci dengan pekerjaan Anda dan selalu menghindar dari olaharga.

Ada satu survei pada 68.000 partisipan, yang menunjukkan bahwa mereka yang rajin merapikan kasur cenderung lebih menyukai pekerjaan mereka dan berolahraga secara rutin. Psikolog berpendapat bahwa kemungkinan penyebabnya adalah mereka yang bahagia lebih menginginkan hidup yang teratur ketimbang yang kacau.

  1. Dinding rumah juga ikut bicara

Beberapa psikolog menemukan bahwa hiasan dinding seperti kutipan inspirasional atau poster biasanya merupakan tanda adanya neurotisisme. Orang-orang ini mungkin akan menggunakan lingkungan sebagai cara untuk bisa menenangkan kekhawatiran yang mereka rasakan, serta membantu mereka bisa melewati hari.

  1. Pemilihan kursi

Ini bisa menunjukkan bagaimana Anda bernegoisasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang bernegosiasi lebih keras saat duduk di kursi yang keras, dibandingkan dengan kursi yang empuk. Studi yang dipublikasikan di jurnal “Science” menyebut bahwa orang-orang yang  duduk di kursi keras membuat penawaran yang lebih sulit dan lebih tak mau menaikkan tawaran saat tawar-menawar.

Para peneliti mengatakan, permukaan kursi yang keras bisa secara tidak sadar membuat kerangka berpikir Anda menjadi kaku. Jika Anda merencanakan diskusi atau percakapan keluarga yang sulit dengan anggota keluaraga, pertimbangkan untuk pindah ke ruang tamu dan duduklah di kursi atau sofa yang empuk.

  1. Perhatikan juga isi lemari pakaian Anda

Jika isi lemari pakaian Anda penuh dengan setelan untuk pekerjaan terakhir Anda, seragam tim lama, atau pakaian yang sudah tak muat, bisa jadi Anda jatuh cinta dengan memori yang terkait dengan itu semua. Daripada cuma memenuhi isi lemari dan supaya ada tempat untuk menaruh pakaian baru, fotolah semua pakaian-pakaian “bersejarah” tersebut, lalu berikan kepada orang lain yang membutuhkan.

2 of 3

Pentingnya membersihkan rumah

Itu semua yang disebutkan di atas adalah kondisi rumah dan kaitannya dengan aspek psikologis penghuninya. Nah, kalau dari sudut pandang medis, dr. Sara Elise Wijono, M.Res, dari KlikDokter, ikut berbicara mengenai kebersihan rumah.

Menurutnya, rumah yang tidak atau jarang dibersihkan bisa menjadi “hunian” penyakit. Bersihkan rumah secara teratur, dengan menggunakaan beberapa waktu di bawah ini sebagai pengingat.

  1. Saat ada anggota keluarga yang sakit. Kuman atau virus penyakit akan terbawa ke seluruh rumah. Jika tak mendapat perhatian khusus, anggota keluarga lain atau tamu bisa tertular. “Bersihkanlah bagian-bagian yang banyak disentuh orang seperti kenop pintu dan sakelar lampu,” kata dr. Sara.
  2. Punya anak yang sedang dalam periode awal pertumbuhan. Ini karena anak punya kecenderungan memasukkan berbagai macam barang ke dalam mulutnya. Jika rumah kotor, kuman akan ikut masuk dan tertelan. Akibatnya, bisa terjadi gangguan pencernaan seperti muntah atau diare.
  3. Saat musim hujan. Setiap orang yang memasuki rumah berkesempatan membawa kuman penyakit dari luar. Misalnya lewat sepatu yang kotor. Selain itu, dr. Sara juga mengingatkan bahwa saat musim hujan, serangga atau nyamuk akan berkembang biak sehingga risiko demam berdarah pun meningkat.
  4. Saat ada hewan masuk ke dalam rumah. Hewan, baik peliharaan maupun liar, adalah salah satu sumber kuman. Jika memiliki hewan peliharaan yang tinggal di dalam rumah, perhatikanlah kebersihannya dengan teratur memandikannya.
  5. Setelah pesta atau jamuan besar di rumah. Ini artinya banyak orang yang memasuki rumah. Karena Anda tak tahu apakah semua tamu dalam kondisi kesehatan yang prima, bersihkanlah rumah segera setelah acara selesai.

Kondisi rumah ternyata bisa juga menggambarkan kepribadian Anda, lo! Sesuai atau tidak kondisi rumah dengan kepribadian yang disebutkan di atas, faktanya Anda juga perlu membersikan rumah secara rutin untuk mencegah rumah menjadi sarang penyakit yang mengancam kesehatan Anda dan anggota keluarga lainnya.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓