Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Anda Kekurangan Cairan

Oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD pada 26 Feb 2019, 15:41 WIB
Cairan merupakan komponen penting dari tubuh Anda. Jika tubuh kekurangan cairan, maka akan timbul berbagai gejala yang membahayakan kesehatan.
Ini yang Terjadi pada Tubuh Bila Anda Kekurangan Cairan (Kurhan/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh memerlukan asupan cairan yang tetap. Sebab, kehilangan cairan bisa terjadi melalui keluarnya keringat, urine dan penguapan tubuh yang tidak terlihat nyata. Hal ini dapat terjadi dengan cepat, khususnya ketika Anda berolahraga dan banyak berkeringat. Hati-hati, bila tubuh kekurangan cairan, bisa fatal akibatnya.

Untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup, pastikan Anda minum secara berkala dan menyediakan segelas air di meja kerja selama di kantor. Selain itu, ketahui berbagai tanda tubuh kekurangan cairan berikut ini agar Anda dapat lebih waspada:

  1. Kelelahan

Ketika kehilangan cairan melalui keringat, buang air kecil, diare atau muntah, maka tubuh memerlukan asupan cairan untuk menggantikannya. Bila tak segera diatasi, darah dapat mengental, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengirimkan oksigen ke berbagai organ tubuh.

Hal ini dapat menyebabkan berbagai keluhan seperti badan lemas. Pada akhirnya, tubuh tidak dapat mempertahankan aliran oksigen dengan baik dan sel tubuh pun tidak dapat berfungsi dengan baik.

  1. Kulit kering

Salah satu tanda untuk mengetahui apakah Anda menderita dehidrasi kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama adalah dengan melihat keadaan kulit. Jika kulit terlihat pecah-pecah, tampak kusam, dan kering sepanjang waktu, kemungkinan besar Anda perlu mulai minum lebih banyak air.

Setiap sel tubuh manusia memerlukan pasokan cairan yang konstan untuk mempertahankan metabolisme sel dengan baik, termasuk sel kulit Anda.

  1. Konstipasi

Sama seperti bagian tubuh lainnya, kotoran manusia sebagian besar terdiri dari air. Ketika masuk ke dalam saluran pencernaan, makanan akan mengalami berbagai proses pencernaan dan seharusnya menjadi bahan sisa yang perlu dikeluarkan dari tubuh.

Saat bahan makanan yang dikonsumsi masuk ke usus besar, penyerapan air terjadi dan menyebabkan konsistensi sisa makanan menjadi lebih keras, sehingga dikeluarkan dalam bentuk feses.

Namun, ketika tubuh kekurangan cairan, usus besar akan menyerap lebih banyak air daripada biasanya, sehingga menyebabkan feses menjadi lebih keras dan lebih sulit untuk dikeluarkan.

  1. Batu ginjal

Semakin sedikit konsumsi air minum akan menyebabkan berkurangnya frekuensi buang air kecil. Namun, tubuh tetap perlu mengeluarkan berbagai bahan sisa metabolisme. Jika tidak segera dikeluarkan, bahan sisa metabolisme tubuh menjadi lebih pekat dan memperbesar risiko Anda mengalami batu ginjal.

  1. Jumlah urine sedikit dan berwarna gelap

Jika jumlah air yang masuk ke tubuh cukup banyak, maka tubuh akan mengeluarkannya melalui urine. Namun pada keadaan sebaliknya, ketika asupan cairan sedikit, tubuh akan berusaha mempertahankan cairan yang tersisa dengan mencegah pengeluaran cairan. Hal ini akan dirasakan sebagai penurunan jumlah urine yang Anda keluarkan.

Selain dari segi jumlah, warna urine juga dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami kekurangan cairan. Pada kondisi normal, urine berwarna kuning pucat yang transparan. Namun bila Anda kekurangan cairan, warna urine dapat berubah menjadi berwarna kuning tua yang pekat.

Jadi, kini Anda sudah mengetahui berbagai tanda kekurangan cairan yang ternyata bisa membahayakan tubuh. Jadi, jangan lupa untuk memastikan asupan cairan harian Anda terpenuhi. Sehingga, tubuh tetap dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.

[NP/ RVS]