Benarkah Makan Telur Tidak Baik bagi Jantung?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 26 Feb 2019, 15:45 WIB
Meski dianggap sebagai makanan sehat, telur juga sering dituduh sebagai salah satu pemicu penyakit jantung.
Benarkah Makan Telur Tidak Baik bagi Jantung? (Alice Day/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Telur bisa dibilang sebagai makanan favorit banyak orang. Makanan yang satu ini tak hanya enak, tapi juga dapat diolah menjadi berbagai macam masakan. Namun di balik itu, ada juga yang khawatir makan telur karena dianggap dapat menaikkan kolesterol sehingga berisiko untuk jantung. Apa benar begitu?

Perlu Anda ketahui bahwa telur adalah sumber protein yang baik bagi tubuh. Protein berfungsi sebagai sumber energi jika keperluan energi tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak. Selain itu, protein juga berperan dalam pembentukan dan perbaikan sel dan jaringan. Tanpa protein, tubuh Anda tentunya tidak akan berfungsi dengan baik.

Tak hanya itu, telur juga mengandung antioksidan di dalamnya. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, antioksidan di dalam telur sangat bermanfaat untuk kesehatan mata. “Antioksidan dalam telur membantu menurunkan risiko katarak dan melindungi fungsi mata secara keseluruhan,” katanya.

Meski dianggap sebagai makanan sehat, telur juga sering dituduh sebagai salah satu pemicu penyakit jantung. Ini karena bagian kuning telur diketahui mengandung kadar kolesterol yang tinggi.

Efek konsumsi telur terhadap jantung

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, konsumsi telur aman-aman saja untuk Anda yang memiliki kolesterol. “Kolesterol yang terkandung di dalam kuning telur tidak berdampak langsung pada kadar kolesterol darah Anda,” katanya. Karena itu, mengonsumsi kuning telur tidak akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Jika Anda memiliki kolesterol, Anda boleh-boleh saja mengonsumsi telur dan kuningnya asalkan porsi dan penyajiannya tepat. “Telur tersebut harus dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak diolah dengan cara digoreng,” tekan dr. Nadia.

Hampir setiap makanan yang diolah dengan cara digoreng memiliki kandungan lemak trans dan lemak jenuh yang tinggi. Bila lemak trans dan lemak jenuh tersebut masuk ke dalam tubuh, kadar kolesterol jahat dapat naik, dan risiko penyakit jantung maupun stroke juga ikut melonjak.

Hal senada diungkap oleh dr. Sepriani Limbong dari KlikDokter. Ia mengatakan bahwa telur masih boleh dikonsumsi oleh Anda yang berisiko penyakit jantung sekalipun.

Bila Anda tidak memiliki risiko, atau berisiko rendah mengalami penyakit jantung, Anda boleh makan satu butir telur setiap hari. “Tapi bagi Anda yang memiliki risiko penyakit jantung, jumlah yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 3 butir dalam seminggu,” kata dr. Sepriani.

Telur ayam vs. telur puyuh

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi telur, ada baiknya Anda mengenal kandungan dari dua jenis telur yang paling umum dimakan di Indonesia, yakni telur ayam dan telur puyuh.

Dalam telur puyuh terkandung sebanyak 16,05±0,63 mg/g kolesterol. Sedangkan pada telur ayam sebanyak 7,65±0,28 mg/g. “Meski begitu, perlu diingat bahwa kadar kolesterol yang ada tersebut diukur per gram telur,” kata dr. Dyan.

Faktanya, ukuran kuning telur ayam jauh lebih besar daripada telur puyuh. Jadi, bila dihitung dari kadar kolesterol telur secara utuh, telur ayam tetap memiliki kadar kolesterol yang lebih besar, yakni 114,75 mg per butir.

Intinya, pastikan agar Anda selalu mengonsumsi makanan apa pun, termasuk telur, dalam jumlah yang wajar. Bagi Anda yang memiliki risiko penyakit jantung, konsumsi telur yang disarankan adalah tidak lebih dari 3 butir per minggu. Dan akan lebih baik jika santapan telur dikombinasikan dengan sayur-sayuran, agar gizi yang masuk ke dalam tubuh pun seimbang.

[RS/ RVS]