Kebanyakan Makan Buah, Apa Bahayanya?

Oleh Ayu Maharani pada 26 Feb 2019, 15:40 WIB
Makan buah secukupnya memang baik untuk kesehatan. Tapi, kalau sudah kebanyakan, apa yang akan terjadi selanjutnya?
Kebanyakan Makan Buah, Apa Bahayanya? (RossHelen/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu cara untuk mendapatkan tubuh yang sehat ialah dengan rutin mengonsumsi buah-buahan. Ya, buah kaya akan vitamin, cairan, antioksidan, dan serat, yang bila dikonsumsi setiap hari dengan porsi yang pas bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta melancarkan kinerja saluran pencernaan. Namun, bila buah-buahan dikonsumsi secara berlebihan, tahukah Anda apa yang akan terjadi kemudian?

Dilansir dari Time.com, para ahli sebenarnya telah mengatakan bahwa makan banyak buah tidak akan berdampak buruk, asalkan itu bagian dari diet normal. Mungkin saja, perhatian utama dari makan buah dalam porsi banyak adalah mendapatkan pasokan gula alami yang melimpah sehingga berkaitan dengan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Di sisi lain, buah-buahan itu sendiri merupakan jenis makanan dengan indeks glikemik rendah. Karenanya, sulit untuk membenarkan bahwa buah meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Bahkan, The American Diabetes Association merekomendasikan para penderita diabetes untuk tetap mengonsumsi buah dalam jumlah cukup (atau yang ditentukan oleh dokter) setiap hari.

Perlu dibatasi dan dicermati

Dilansir dari Healthline, ada beberapa alasan mengapa orang perlu menghindari konsumsi buah-buahan, apalagi dalam jumlah banyak. Salah satu alasannya adalah intoleransi. Faktanya, makan banyak buah dapat menyebabkan gejala pencernaan pada orang yang tidak toleran terhadap FODMAP – jenis karbohidrat yang ditemukan dalam makanan tertentu.

Pada ibu hamil dan orang-orang yang memiliki gangguan lambung, seperti GERD, tidak disarankan untuk mengonsumsi buah terlalu banyak, khususnya yang mengandung zat bromelain dan bercita rasa asam. Sebab, menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, kandungan zat bromelain pada nanas bisa melunakkan dan memicu kontraksi pada rahim sehingga berpotensi menyebabkan keguguran bila dikonsumsi secara berlebihan (7 buah nanas dalam sehari). Sedangkan buah-buahan yang bercita rasa asam hanya akan membuat asam lambung bergejolak, naik hingga ke kerongkongan, dan menyebabkan nyeri serta sensasi terbakar di dada.

Tak hanya itu, penderita diare juga sebaiknya tidak makan buah terlalu banyak, terutama di hari pertama keluhan terjadi. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, makanan yang tinggi serat seperti buah dapat merangsang usus menjadi lebih aktif sehingga memperburuk gejala diare.

“Selain tinggi serat, buah juga mengandung gula yang juga dapat memperburuk kondisi diare,” dr. Andika menegaskan.

Kesimpulannya, makan buah terlalu banyak tidak akan memberikan dampak buruk pada orang-orang yang tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu. Akan tetapi perlu diingat juga bahwa apapun yang berlebihan atau kebanyakan biasanya akan menghasilkan konsekuensi yang kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, daripada terlalu banyak makan buah, lebih baik Anda variasikan menu sehari-hari dengan makanan yang juga sehat. Dengan demikian, kebutuhan gizi dapat terpenuhi secara seimbang dan Anda terlindung dari bahaya kesehatan yang tidak diinginkan.

(NB/ RVS)