Mengenal Cek Gula Darah Sewaktu dan Puasa

Oleh dr. Melyarna Putri pada 27 Feb 2019, 11:15 WIB
Cek gula darah sewaktu dan puasa dapat dilakukan oleh orang sehat maupun penderita diabetes. Apa manfaat sebenarnya dari pemeriksaan itu?
Mengenal Cek Gula Darah Sewaktu dan Puasa (Parilov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Cek gula darah, mungkin sudah tak asing di telinga Anda. Jenis pemeriksaan yang dapat ditemukan dengan mudah di mana-mana itu sangat penting untuk dilakukan secara berkala, baik oleh orang sehat maupun penderita diabetes. Namun, tahukah Anda apa itu cek gula darah?

Seperti namanya, cek gula darah berguna untuk mendeteksi kadar gula di dalam tubuh manusia. Pemeriksaan ini terbagi menjadi 2, yaitu cek gula darah sewaktu dan cek gula darah puasa. Perbedaan keduanya terletak pada kapan pemeriksaan dilakukan.

Pada cek gula darah sewaktu, pemeriksaan bisa dilakukan kapan saja. Hal ini karena pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kadar gula darah harian dalam kondisi perut kenyang (tidak berpuasa). Sebaliknya, cek gula darah puasa dilakukan setelah tidak makan dan minum (puasa) selama 8–12 jam.

Secara umum, cek gula darah sewaktu maupun puasa memiliki tujuan untuk melihat ritme gula darah harian dalam dua kondisi, yaitu saat kondisi perut sedang kosong maupun sedang kenyang. Respons insulin―si hormon pengatur kadar gula dalam darah―yang berperan di sini. Pada mereka dengan gangguan respons insulin, akan terdapat kelainan kadar gula darah. Bisa kadar gula darah puasa, kadar gula darah sewaktu, bisa juga terjadi kelainan kedua jenis kadar gula darah.

Nilai gula darah normal

Menurut American Diabetes Association (ADA), seseorang dikatakan mengalami diabetes bila kadar gula darah plasma puasa ≥126 mg/dL, kadar glukosa plasma 2 jam pada tes toleransi glukosa oral (TTGO) ≥200 mg/dL, atau glukosa plasma sewaktu ≥200 mg/dL pada pasien dengan gejala klasik hiperglikemia atau krisis hiperglikemia. Gejala klasik hiperglikemia atau kadar gula darah terlalu tinggi itu sendiri terbagi menjadi 3, yaitu polidipsi, poliuri, dan polifagi.

  • Polidipsi

Polidipsi artinya sering haus. Ya, mereka yang mengalami diabetes akan lebih sering haus dan cenderung minum dalam porsi berlebih.

  • Poliuri

Poliuri artinya sering buang air kecil. Hal ini dialami oleh penderita diabetes lantaran urine mereka mengandung banyak gula. Pasalnya, sifat gula adalah menarik cairan sehingga volume urine penyandang diabetes menjadi lebih banyak. Oleh sebab sering buang air kecil, maka jumlah cairan di dalam tubuh akan berkurang, sehingga penyandang diabetes akan sering mengalami kehausan.

  • Polifagi

Polifagi artinya sering merasa lapar. Meski dalam kondisi normal, gula di dalam darah penderita diabetes akan kesulitan untuk digunakan oleh sel. Sebab, gula dalam darah butuh insulin supaya bisa masuk ke dalam sel.

Pada diabetes, fungsi insulin tidak lagi optimal sehingga sel merasa “lapar”. Sel yang kelaparan tersebut akan mengirimkan sinyal lapar ke otak, dan akhirnya menginisiasi supaya makan. Hal ini terjadi berulang-ulang sehingga penyandang diabetes cenderung kelaparan dan akhirnya sering makan.

Untuk mengatisipasi kondisi yang tidak diinginkan, setiap orang dianjurkan untuk melakukan cek gula darah sewaktu ataupun cek gula darah puasa secara berkala. Pada orang sehat, pemeriksaan kadar gula darah berguna sebagai tindakan pencegahan diabetes. Sedangkan pada penderita diabetes, pemeriksaan tersebut berguna untuk menjaga nilai gula darah agar tetap optimal sehingga komplikasi bisa dihindari. Jadi, jangan malas untuk cek gula darah, ya!

(NB/ RVS)