Kiat Atasi Insomnia di Awal Kehamilan

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 27 Feb 2019, 14:30 WIB
Insomnia di awal kehamilan, bisa memengaruhi kesehatan Anda dan janin. Segera atasi dengan menerapkan kiat berikut.
Kiat Atasi Insomnia di Awal Kehamilan (Monkey-Business-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Insomnia merupakan salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Bahkan setelah ibu hamil melancarkan segala upaya agar terlelap di malam hari, sulit tidur kerap terjadi. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, kondisi ini dapat terjadi di trimester pertama hingga ketiga.

Secara umum, menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, faktor terjadinya insomnia meliputi penggunaan obat-obatan, alkohol, lingkungan, dan kebiasaan buruk. Setiap faktor tersebut jarang berdiri sendiri sebagai pemicu insomnia.

“Sebagai contoh, faktor fisis tertentu dapat memicu timbulnya masalah psikologis, begitu pula sebaliknya. Faktor psikologis juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat sehingga membuat kondisi fisis senantiasa siaga seperti saat cemas, tegang, atau stres,” kata dr. Nadia.

Lantas, apa pemicu insomnia di awal kehamilan?

Faktor insomnia pada awal kehamilan

Seperti dilansir dari Medical News Today, insomnia pada awal kehamilan terjadi karena faktor yang secara keseluruhan dikaitkan dengan perubahan hormon. Banyak orang mengalami insomnia masa awal selama kehamilan.

Menurut sebuah studi tahun 2018, dari 486 kehamilan, sebanyak 44,2 persen orang mengalami insomnia selama trimester pertama. Tak hanya itu, menurut studi tersebut, insomnia lebih mungkin terjadi pada perempuan yang memiliki masalah tidur sebelum hamil.

Insomnia cenderung memburuk saat kehamilan berlanjut. Pada trimester pertama misalnya, perubahan hormon adalah penyebab yang paling mungkin. Kadar hormon progesteron tinggi selama trimester pertama dapat menyebabkan kantuk di siang hari.

Selain perubahan hormon, faktor-faktor yang dapat memperburuk insomnia adalah:

  • Kelaparan
  • Makanan pedas
  • Mual
  • Kecemasan atau depresi
  • Ketidaknyamanan fisik
  • Sering ke kamar mandi

Jika Anda mengalami insomnia di trimester awal, jangan biarkan berlarut-larut karena akan mengganggu kesehatan Anda. Segera atasi insomnia di awal kehamilan dengan cara berikut:

1. Membersihkan diri sebelum tidur

Membersihkan diri menjelang tidur akan membuat Anda lebih mudah tertidur. Kondisi ini memberi tanda pada otak untuk segera beristirahat dengan nyaman. Hal tersebut dapat meliputi pijatan serta mandi air hangat sebelum tidur.

2. Teknik relaksasi

Sebuah studi tahun 2015 dalam jurnal Obstetric Medicine menyimpulkan bahwa teknik relaksasi, seperti meditasi, dapat membantu mengatasi insomnia pada awal masa kehamilan. Meski masih dibutuhkan lebih banyak penelitian, Anda bisa merasakan manfaat teknik relaksasi ini sebagai upaya menenangkan diri di malam hari.

3. Olahraga

Olahraga dapat membantu Anda mengatasi insomnia. Sebuah studi pada tahun 2016 dalam Pakistan Journal of Medical Sciences menunjukkan berolahraga sekitar 30 menit sehari setidaknya 4-6 jam sebelum tidur baik dilakukan.

Pastikan Anda untuk berkonsultasi pada dokter sebelum berolahraga. Beberapa jenis olahraga mungkin tidak disarankan dengan kondisi kehamilan Anda.

4. Terapi

Terapi yang dilakukan berdasarkan aturan medis, dapat membantu seseorang dalam mengelola pikiran dan perasaan yang berdampak pada kemudahan tidur. Terapi CBT untuk insomnia misalnya, dapat meningkatkan kualitas tidur Anda dengan baik.

Segera atasi gangguan insomnia Anda di awal kehamilan. Sebab, kalau dibiarkan, gangguan kesehatan akan terjadi. Tak menutup kemungkinan juga, tumbuh kembang janin di kandungan akan terganggu. Anda bisa menerapkan kiat-kiat di atas. Namun, bila tidak membaik, segera temui dokter kandungan Anda.

[HNS/ RVS]