Diabetes dan Kanker Pankreas, Apa Hubungannya?

Oleh Ayu Maharani pada 28 Feb 2019, 10:00 WIB
Satu penyakit kronis rupanya bisa memunculkan penyakit kronis lainnya, seperti hubungan antara diabetes dan kanker pankreas.
Diabetes dan Kanker Pankreas, Apa Hubungannya? (Rocketclips, Inc./Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi orang awam, mungkin tidak terpikirkan bahwa antara diabetes dan kanker pankreas memiliki hubungan satu sama lain. Nyatanya, diabetes dan kanker pun kerap muncul bersamaan, tak terkecuali kanker pankreas.

Kanker pankreas merupakan salah satu kanker yang paling mematikan. Dilansir dari Edition.cnn.com, penderita kanker ini umumnya hanya dapat hidup paling lama lima tahun ke depan. Masih dari sumber yang sama, sebuah penelitian pun dilakukan untuk melihat kaitan antara diabetes dan kanker pankreas.

Penelitian yang dilakukan oleh Veronica W. Setiawan, seorang Professor of Preventive Medicine di Keck School of Medicine, University of Southern California, menemukan bahwa orang dengan diabetes memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk menderita kanker pankreas ketimbang mereka yang tidak.

Untuk itulah, sebelum diabetes berkembang menjadi kanker pankreas, dia menyarankan para penderita diabetes untuk melakukan tes darah yang lebih spesifik. Waktu berkembangnya diabetes menjadi kanker pankreas pun tidak memakan waktu yang terlampau lama. Hanya butuh 2 sampai 3 tahun saja dari diagnosis pertama kali, diabetes tipe-2 bisa berujung pada kanker pankreas.

Kondisi ini biasanya menimpa penderita diabetes di atas usia 50 tahun. Lantas, mengapa penyakit gula darah tersebut bisa sampai merusak dan menimbulkan kanker pada organ pankreas, ya?

Hubungan antara diabetes dan kanker pankreas

Sebagai organ perut yang memiliki banyak fungsi, salah satu tugas pankreas adalah mengatur gula darah. Pankreas memproduksi insulin (yang mengurangi gula darah) dan glukagon (yang meningkatkan gula darah).

Nah, diabetes bisa terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau jaringan tubuh menjadi resisten terhadap insulin, sehingga mengakibatkan peningkatan gula darah.

Kanker pankreas sendiri telah menyerang lebih dari 55.000 orang di Amerika Serikat setiap tahunnya. Sebanyak 80 persen didiagnosis pada stadium akhir. Dan menurut Profesor Veronica W. Setiawan, hingga kini belum ada tes pemeriksaan yang dapat diandalkan untuk deteksi dini kanker pankreas.

Sementara itu, menurut dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, sekitar 8-18 persen individu yang mengalami kanker juga memiliki diabetes. Sebagian besar memang mengalami diabetes terlebih dahulu sebelum kanker. Sebagian lagi baru tahu dirinya mengalami diabetes setelah kanker terdiagnosis atau selama pengobatan kanker.

Efek dari obat mual setelah kemoterapi

Dalam pengobatan kanker, kortikosteroid kerap diberikan untuk mengurangi efek mual dari kemoterapi. Tapi sayangnya, kortikosteroid juga memiliki efek samping, yaitu meningkatkan kadar gula darah.

Sehingga, entah mana yang muncul terlebih dulu, baik diabetes yang muncul pertama ataupun sebaliknya, kanker yang muncul duluan, dua-duanya memang memiliki keterkaitan dan mesti dikelola bersamaan.

“Ya, jadi kanker dan pengobatannya memang dapat memperburuk kondisi diabetes. Sebaliknya, kadar gula darah yang tinggi pada diabetes juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang diperlukan untuk melawan kanker,” jelas dr. Fiona.

Tak heran, selama ini memang penderita kanker kerap terdiagnosis mengalami diabetes, sehingga pengobatan yang dilakukan pun menjadi lebih kompleks.

Demikianlah kaitan antara diabetes dan kanker pankreas. Tak hanya dapat memicu kanker pankreas, diabetes juga bisa memicu terjadinya kanker pada ginjal, hati, payudara, darah, paru, empedu, tiroid, dan lambung. Oleh sebab itu, penting bagi Anda berupaya untuk menurunkan risiko diabetes dengan menerapkan pola hidup sehat.

Selain itu, meski diabetes memang bisa diturunkan dari riwayat keluarga, bukan berarti Anda tak bisa menurunkan risikonya. Yang utama, mulailah menerapkan gaya hidup sehat serta mendeteksi segala penyakit sedini mungkin agar terhindar dari diabetes maupun kanker pankreas.

[NP/ RVS]