Lawan Diabetes dengan Olahraga

Oleh Ayu Maharani pada 01 Mar 2019, 15:20 WIB
Penderita diabetes tak boleh absen berolahraga. Pasalnya, olahraga adalah salah satu cara terbaik melawan lonjakan kadar gula darah.
Lawan Diabetes dengan Olahraga (CandyBox-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidak sedikit penderita diabetes yang masih malas berolahraga. Padahal, olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk melawan kenaikan gula darah. Tidak hanya itu, sudah banyak penelitian yang menunjukkan manfaat berolahraga untuk penderita diabetes. Latihan jasmani membantu meningkatkan kinerja reseptor insulin terhadap hormon insulin. Dengan demikian, gula darah dapat dengan mudah masuk ke dalam sel darah.

Sebetulnya, baik menderita diabetes atau tidak, olahraga sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, sekaligus menurunkan risiko kegemukan. Hanya saja, bagi penderita penyakit tertentu, jenis, frekuensi, dan intensitas olahraganya mesti disesuaikan dengan baik supaya tidak menjadi bumerang.

Dilansir dari Diabetes.co.uk, pada dasarnya, fungsi utama dari olahraga bagi penderita diabetes adalah untuk meningkatkan sensitivitas terhadap insulin secara alami. Selain itu, dr Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, juga menambahkan, bahwa dengan berolahraga sebanyak 5 kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit, penderita diabetes juga bisa mencapai berat badan yang ideal. Sehingga, risiko terjadinya komplikasi bisa diturunkan.

Beberapa jenis olahraga yang disarankan oleh dr. Alvin antara lain berjalan santai dan berenang. Selain itu, olahraga lain yang juga dianjurkan adalah basket, bersepeda, sepak bola, golf, hiking atau trekking, tenis, yoga, atau beberapa jenis olahraga ekstrem.

Jenis olahraga memengaruhi efek terhadap gula darah

Ya, beda jenis olahraganya, beda pula efek terhadap gula darahnya. Sebagai contoh, saat Anda melakukan jalan cepat ataupun joging, kadar glukosa darah biasanya cenderung langsung menurun.

Beda halnya dengan berlari kencang atau aktivitas fisik lainnya yang melibatkan tubuh bagian atas. Saat Anda melakukan olahraga tersebut, umumnya terjadi peningkatan kadar gula darah terlebih dulu. Barulah usai beraktivitas, kadar gula darah akan menurun dengan sendirinya.

Bila Anda merupakan penderita diabetes yang juga kerap mengalami hipoglikemia (gula darah sangat rendah), maka satu hal yang penting dilakukan adalah konsumsilah karbohidrat cukup sebelum atau selama berolahraga (sekitar 15 gram) untuk menghindari kambuhnya gejala hipoglikemia. Jika kadar gula darah sedang tinggi, fokuskan pada makanan yang tinggi protein sekitar satu jam sebelum memulai berolahraga.

Olahraga untuk penderita diabetes tipe 1

Diungkapkan oleh dr. Muhammad Anwar Irzan kepada KlikDokter, faktanya juga banyak olahragawan ternama yang menderita diabetes tipe 1. Meski begitu, mereka tak lantas menyerah pada keadaan dan berhenti berolahraga. Mereka tetap berolahraga teratur. Jika ingin melakukan olahraga intensitas tinggi, baiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter Anda untuk menghindari kelonjakan atau penurunan gula darah yang signifikan akibat aktivitas fisik.

“Dan bagi penderita diabetes tipe 1, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum, selama, dan setelah berolahraga,” dr. Muhammad Anwar Irzan menekankan. Hal-hal yang dr. Anwar maksud antara lain:

  • Cek metabolik minimal dua kali sebelum berolahraga.
  • Jika gula darah 250 mg/dL dan keton urine/darah (+), tunda olahraga sampai gula darah normal dengan insulin.
  • Pertimbangkan pemberian cairan untuk menjaga hidrasi (250 mL pada 20 menit sebelum olahraga).
  • Selalu monitor gula darah tiap 30 menit sekali.

Jadi kesimpulannya, penderita diabetes memang disarankan untuk tetap melakukan olahraga agar tubuhnya terhindar dari kegemukan, tidak mudah drop, dan demi meningkatkan sensitivitas terhadap insulin.

Kendati demikian, agar olahraga tidak berubah menjadi petaka yang bisa merugikan penderita diabetes, perhatikan beberapa hal sebelum mulai berolahraga. Mulai dari kadar gula darah, asupan karbohidrat, serta memenuhi kebutuhan cairan. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter mengenai jenis olahraga yang paling cocok dengan kondisi tubuh Anda, sehingga kekhawatiran terkait perubahan kadar gula darah setelah berolahraga bisa diatasi.

(RN/ RVS)