Sering Minum Teh Bisa Sebabkan Anemia?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 03 Mar 2019, 09:00 WIB
Teh merupakan minuman yang kaya manfaat. Namun, bila dikonsumsi tidak pada porsinya, teh dinilai dapat menyebabkan anemia. Benarkah?
Sering Minum Teh Bisa Sebabkan Anemia? (OlegKovalevichh/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Teh adalah salah satu minuman yang populer di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai jenis sajian teh, baik yang diseduh sendiri maupun yang dijual dalam kemasan, tak luput untuk hadir sebagai teman makan maupun mengisi waktu luang. Namun, muncul pertanyaan dari sebagian kalangan, benarkah sering minum teh bisa menyebabkan anemia?

Sebelum membahas tentang itu, Anda perlu mengetahui bahwa selain nikmat dan menyegarkan, teh juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Hal itu karena teh mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, yang pada akhirnya turut menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko stroke. Penelitian menyebut, kandungan antioksidan dalam teh telah terbukti dapat menghambat pembentukan plak lemak yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah arteri pada jantung dan otak.

Tak cuma itu, antioksidan yang ada dalam teh juga dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan LDL alias kolesterol jahat. Bahkan, ada pula penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi teh secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Kandungan EGCG, antioksidan kuat yang terdapat dalam teh hijau, juga diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, melawan penyakit Alzheimer dan Parkinson, melindungi hati dari pengaruh buruk makanan tinggi lemak, serta bersifat antimikroba.

Namun, di balik beragam manfaat yang terkandung dalam teh, sejumlah penelitian menemukan bahwa teh juga dapat meningkatkan risiko anemia atau kurang darah.

Sekilas tentang anemia

Anemia tidak sama dengan tekanan darah rendah. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi menghantarkan oksigen dan zat gizi ke sel-sel tubuh, serta membawa karbon dioksida dan zat sisa metabolisme menuju pembuangan.

Anemia dapat terjadi akibat berbagai hal, misalnya gangguan pada “pabrik” pembuat sel darah merah, perdarahan, kelainan genetik, mengalami penyakit yang menyebabkan sel darah merah pecah, dan kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B12. Di antara sekian penyebab tersebut, yang paling sering dialami oleh masyarakat Indonesia (terutama wanita) adalah anemia akibat kekurangan zat besi.

Anemia umumnya tidak bergejala, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami penyakit tersebut. Penderitanya baru akan merasakan gejala saat penyakit sudah memasuki tahap lanjut. Beberapa gejala yang sering terjadi, misalnya badan lemas, mudah lelah, pucat, pusing, sakit kepala, tangan dan kaki dingin, detak jantung cepat atau tidak teratur, sesak napas, serta nyeri dada.

Teh menyebabkan anemia?

Teh mengandung senyawa tanin, yang memiliki kemampuan kelasi alias mengikat mineral. Apabila dikonsumsi secara bersamaan, tanin dapat mengikat zat besi dan membuatnya “menggumpal”, sehingga lebih sulit untuk diserap oleh usus.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan bersamaan dengan minum teh dapat menghambat penyerapan zat besi sebesar 62%. Selain teh, kopi juga mengandung zat yang bersifat sebagai kelator dan dapat menghambat penyerapan zat besi sebesar 35%.

Zat kelator yang terdapat dalam teh dan kopi diketahui hanya berefek pada zat besi tipe non-heme yang banyak didapatkan dari protein nabati, seperti bayam, brokoli, tahu, tempe, dan susu kedelai. Sementara zat besi tipe heme yang terdapat pada protein hewani, seperti daging sapi, hati, ayam, udang, dan kerang tidak terpengaruh.

Untuk menghindari efek samping teh, para ahli menyarankan agar Anda tidak mengonsumsinya secara bersamaan dengan makanan. Minumlah teh beberapa saat setelah makan. Hal ini perlu benar-benar diperhatikan, khususnya jika Anda adalah penderita anemia defisiensi besi.

Selalu ingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan berpotensi besar mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, meski minum teh sangat bermanfaat, konsumsi teh tetap harus dibatasi dan diperhatikan, apalagi bila Anda cenderung mudah mengalami anemia.

(NB/ RVS)