Penderita Migrain, Hindari Makanan ini!

Oleh dr. Nadia Octavia pada 03 Mar 2019, 10:30 WIB
Untuk Anda yang sering mengalami migrain pasti tahu bahwa sakit kepala sebelah ini sangat tak nyaman. Karenanya, hindari makan makanan ini!
Penderita Migrain, Hindari Makanan ini! (fizkes/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat kambuh, migrain bisa sangat mengganggu aktivitas, dan dapat hilang timbul. Jika Anda sering mengalaminya, tentu tahu betapa ini bisa menyiksa. Bagi penderita migrain, ada beberapa makanan yang perlu dihindari untuk mencegah kambuhnya si sakit kepala sebelah ini.

Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor. Mulai dari stres, kebisingan, kelelahan, sindrom pramenstruasi (PMS), atau akibat konsumsi makanan tertentu. Oleh karena itu, untuk mencegah atau mengurangi frekuensi kekambuhan migrain, penderita sebaiknya menghindari konsumsi makanan-makanan di bawah ini.

  • Keju

Meski rasanya gurih dan lezat, tapi sayangnya penderita migrain perlu membatasi atau menghindari keju dan olahannya. Ini karena keju mengandung tyramine yang bisa mencetuskan gejala migrain.

Tyramine terbentuk dari pemecahan protein seiring dengan “bertambahnya usia” makanan. Semakin tua usia makanan, maka akan semakin tinggi pula kandungan tyramine-nya. Kandungan senyawa tersebut pada keju bervariasi, tergantung dari proses pengolahannya, cara fermentasi, usia keju, termasuk kontaminasi bakteri.

Beberapa keju yang diketahui memiliki kandungan tyramine tinggi antara lain: cheddar, mozzarella, parmesan, brie, dan blue cheese.

  • Monosodium glutamat (MSG)

MSG adalah salah satu jenis penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan. MSG banyak ditemukan dalam berbagai masakan, seperti makanan Cina dan Indonesia, makanan cepat saji, makanan olahan, makanan kalengan, dan berbagai jenis makanan lainnya.

MSG memang dapat menambah cita rasa makanan menjadi lebih lezat, tapi di sisi lain, ini bisa memicu nyeri kepala pada penderita migrain. Keluhan gejalanya biasanya akan dialami dalam kurun waktu 20-25 menit setelah melahap habis makanan yang mengandung MSG.

Perlu diketahui, di pasaran, MSG juga sering kali dituliskan di produk makanan sebagai "hydrolyzed fat", "hydrolyzed protein", atau "all natural preservatives". Jadi, waspada, ya!

  • Kafein

Selain terdapat dalam kopi ataupun teh, kafein juga bisa ditemukan dalam cokelat, minuman bersoda, serta obat-obatan tertentu.

Kafein dalam dosis tertentu sebetulnya dapat membantu meredakan gejala migrain. Penjelasannya begini, saat migrain, pembuluh darah di otak akan cenderung melebar. Efek vasokonstriktor dari kafein akan memperkecil pembuluh darah, sehingga gejala sakit kepala pun berkurang. Namun, batasi jumlah kafein maksimal 200 mg per hari atau setara dengan secangkir kopi (350 ml).

  • Alkohol

Kandungan pengawet sulfite yang terdapat dalam alkohol dapat mencetuskan gejala migrain. Semakin tinggi kandungannya, maka akan semakin tinggi pula risiko Anda mengalami nyeri kepala sebelah.

Tak hanya itu, alkohol juga diketahui dapat membuat Anda dehidrasi, yang pada akhirnya kondisi tersebut memunculkan keluhan sakit kepala. Red wine, bir, wiski, scotch, dan sampanye adalah jenis minuman beralkohol yang paling sering dilaporkan dapat memicu terjadinya gejala migrain.

Selain itu, kandungan tyramine, phenylethylamine, histamin, dan flavonoid phenolic yang terdapat di dalam alkohol juga bisa memicu migrain.

  • Makanan pedas

Wah, sepertinya makanan ini adalah jenis yang paling sulit dihindari. Karena, bagi kebanyakan orang, makanan pedas sudah menjadi bagian dari menu makan sehari-hari. Namun, bagi Anda yang punya migrain, sebaiknya berhati-hati karena makanan pedas dapat mencetuskan gejala migrain Anda.

Makanan pedas dapat bereaksi dengan reseptor nyeri di otak, yang disebut dengan reseptor TRP, dan mencetuskan keluhan nyeri kepala. Meski pada beberapa orang kandungan capcaisin yang terdapat di dalam cabai justru dapat mengurangi gejala nyeri kepala, tetapi pada beberapa kasus, makanan pedas justru bisa mencetuskan gejala sakit kepala sebelah.

Setiap orang memiliki pencetus migrain yang bisa berbeda-beda. Jika Anda adalah seorang penderita migrain, hindarilah beberapa makanan yang disebutkan sebelumnya. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk mencatat makanan atau minuman yang dikonsumsi, sehingga bisa diselidiki makanan apa yang menjadi pemicu migrain. Jika sudah diketahui, tentu kekambuhannya bisa dicegah.

(RN/ RVS)