Bolehkah Penderita Diabetes Makan Semangka?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 03 Mar 2019, 14:00 WIB
Selain manis, semangka juga menyegarkan dan mengandung banyak cairan. Namun, bolehkah buah tersebut dikonsumsi oleh penderita diabetes?
Bolehkah Penderita Diabetes Makan Semangka? (AshTproductions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jika ditanyakan buah apa yang menjadi favorit banyak orang, semangka sepertinya bisa dimasukkan ke dalam daftar tersebut. Hal itu karena buah tersebut mengandung banyak cairan, rasanya manis dan menggugah selera, mudah ditemui, serta relatif murah. Namun, bagi penderita diabetes, semangka bukanlah buah yang ramah. Ini karena banyak orang menganggap bahwa buah tersebut bisa mengundang beragam efek negatif jika dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Perlu Anda tahu, penderita diabetes wajib menghindari makanan dengan indeks glikemik tinggi agar kadar gula darah dalam tubuhnya tetap stabil. Nah, semangka memiliki indeks glikemik yang tinggi lantaran ukurannya yang besar.

Melansir Healthline, indeks glikemik dari buah tersebut adalah 72. Angka itu cukup tinggi, karena standarnya adalah di bawah 55.

Sebagai informasi, indeks glikemik (IG) adalah perhitungan seberapa cepat gula dalam makanan memasuki aliran darah. Setiap makanan diberi nilai antara 1 dan 100. Nilai-nilai tersebut ditentukan sesuai dengan bagaimana setiap makanan dibandingkan satu sama lainnya.

Masih boleh konsumsi semangka

Kendati demikian, bukan berarti penderita diabetes benar-benar dilarang untuk mengonsumsi semangka. Buah yang satu ini tetap boleh dikonsumsi asalkan pada porsi sedikit.

Lagi pula, tidak ada penelitian yang secara langsung menghubungkan konsumsi semangka dan efek samping pada penderita diabetes. Justru, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa semangka dapat membantu menurunkan risiko terjadinya komplikasi penyakit jantung dan stroke akibat diabetes.

Faktanya, semangka mengandung likopen dalam kadar sedang. Likopen adalah pigmen yang memberi warna pada buah dan merupakan antioksidan kuat.

Zat tersebut diduga dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (pembuluh darah). Menurut Mayo Clinic, penelitian awal menunjukkan bahwa konsumsi likopen berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Manfaat semangka secara umum

Semangka dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian. Ini karena buah tersebut kaya akan kandungan:

  • Vitamin A

Satu buah semangka seberat 280 gram menyediakan 31% jumlah harian vitamin A yang direkomendasikan. Ini tentu mendukung fungsi penglihatan dan membantu memelihara kesehatan jantung, ginjal, dan paru-paru.

  • Vitamin C

Semangka berukuran 280 gram mengandung kadar vitamin C yang tinggi. Satu porsi semangka menyediakan 37% dari vitamin C harian yang rekomendasikan. Vitamin C telah terbukti berperan dalam meningkatkan kesehatan jantung, membantu dalam mencegah kanker, dan membantu melawan gejala flu biasa.

  • Serat

Semangka kaya akan serat, yang dapat membantu tubuh mengeluarkan racun, juga meningkatkan kesehatan pencernaan. Selain itu, kandungan serat dan cairan di dalam semangka juga bisa mengekang keinginan Anda untuk makan berlebih.

Selain manfaat tersebut, semangka juga merupakan "obat" terbaik untuk mengurangi keluhan nyeri otot. Menurut dr. Rio Aditya kepada KlikDokter, konsumsi sari citruline yang diambil dari buah semangka terbukti mampu mengurangi keluhan nyeri otot hingga 40% setelah melakukan olahraga intens.

Semangka sejatinya menyimpan segudang manfaat kesehatan. Bagi penderita diabetes, Anda tak perlu khawatir jika ingin mengonsumsi buah yang satu ini. Selama dikonsumsi pada porsi sedikit atau tidak berlebihan, niscaya yang akan dirasakan adalah manfaat sehatnya. Jika ragu dan ingin mengetahui porsi semangka yang aman untuk penderita diabetes, berkonsultasilah lebih lanjut pada dokter atau ahli gizi.

(NB/ RVS)