Anak Kena Kolesterol Tinggi, Orang Tua Perlu Lakukan Ini

Oleh Ayu Maharani pada 03 Mar 2019, 13:35 WIB
Perlu Anda tahu, anak juga bisa mengalami kolesterol tinggi. Jika telanjur mengalaminya, ini yang mesti dilakukan orang tua.
Anak Kena Kolesterol Tinggi, Orang Tua Perlu Lakukan Ini (Trendsetter-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kolesterol tinggi umumnya memang dialami oleh orang dewasa, khususnya mereka yang gemar mengonsumsi makanan berlemak dan jarang bergerak. Namun, menurut dr. Sara Elise Wijono MRes dari KlikDokter, bukan berarti anak-anak tidak bisa mengalaminya. Sebagai orang tua, Anda juga perlu waspada.

Sebab, sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan 7,4 persen anak dan remaja memiliki total kolesterol yang tinggi. Bahkan, 1 dari 5 anak dan remaja memiliki hasil pemeriksaan kolesterol yang abnormal, yakni kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah dan kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi.

Hal ini mungkin cukup mengherankan. Lalu, kira-kira apa penyebab anak bisa terkena kolesterol tinggi?

Kolesterol tinggi pada anak

Sementara itu, dr. Sara mengatakan bahwa terdapat dua faktor yang memengaruhi banyaknya kasus kolesterol tinggi pada anak. Pertama, faktor genetik. Orang tua yang kolesterolnya tinggi cenderung memiliki anak yang kolesterolnya tinggi juga.

Sedangkan untuk faktor yang kedua merupakan faktor eksternal yang sebenarnya dapat dicegah, seperti kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan, dan buruknya pola makan sehari-hari. Nah, saat usia anak bertambah, kolesterol tinggi bisa menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah.

Hal tersebut kemudian menyebabkan terjadinya penyumbatan di jantung dan otak, sehingga berisiko menimbulkan stroke. Untuk itulah, The American Academy of Pediatric merekomendasikan anak untuk melakukan pemeriksaan kolesterol pada usia 9-11 tahun dan 17-21 tahun.

1 of 2

Ini yang perlu dilakukan orang tua

Berdasarkan panduan dari The National Cholesterol Education Program yang dilansir dari salah satu artikel KlikDokter, angka kolesterol total anak usia 2-18 tahun adalah kurang dari 170 mg/dl dan angka LDL kurang dari 110 mg/dl.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, bila hasil pengukurannya dinyatakan normal, maka anak dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ulang 3-5 tahun kemudian.

“Tapi bila kolesterol lebih dari 200 mg/dL dan anak mengalami obesitas, maka orang tua perlu melakukan sesuatu agar kolesterol anaknya kembali normal,” jelasnya. Nah, dilansir dari Very Well Health, ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengontrol kadar lemak darah buah hatinya, yaitu:

1. Ketahui dan hindari makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol

Sebagai orang tua, Anda mesti tahu bahwa daging merah, kulit unggas, dan susu penuh lemak beserta olahannya mengandung lemak trans yang sangat buruk bagi tubuh. Bila dikonsumsi terlalu banyak atau sering, makanan tersebut dapat menurunkan HDL dan malah meningkatkan LDL si Kecil.

Selain itu, perhatikan juga cara memasaknya. Hindari makanan yang digoreng secara deep fried menggunakan minyak kelapa sawit.

2. Mengetahui makanan yang dapat menurunkan kolesterol jahat

Beberapa jenis makanan, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijan seperti oat merupakan sumber serat terbaik yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, perbanyaklah asupan lemak sehat omega-3, seperti minyak canola, minyak zaitun, dan ikan,

Bila Anda ingin menghidangkan sarapan roti untuk anak, ganti olesan cokelat berlemak dengan selai kacang atau alpukat agar si Kecil bisa merasakan manfaat baik dari lemak sehat.

3. Rutin mengajak anak untuk konseling nutrisi, mengatur program diet, serta mengajaknya berolahraga secara teratur

Lakukanlah program diet dan olahraga itu selama 3-6 bulan. Setelah itu, periksakan kembali kadar kolesterolnya.

Jika program diet dan olahraga tidak memberikan hasil, pemberian obat penurun kolesterol dari dokter juga bisa dilakukan bila si anak sudah berusia lebih dari 10 tahun dan angka kolesterol jahatnya mencapai lebih dari 190 mg/dL.

Kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Oleh sebab itu, peran orang tua sangat dibutuhkan di sini, karena anak belum bisa mengontrol pola hidupnya sendiri. Selain itu, ubahlah pola hidup keluarga Anda. Misalnya, dari yang sering makan bersama di restoran cepat saji seminggu sekali, gantilah pergi ke restoran yang lebih sehat.

Lalu, acara menonton film bersama sambil mengunyah camilan manis juga sebaiknya diganti dengan sesi olahraga bersama. Dengan begitu, anak juga akan lebih termotivasi untuk menurunkan kadar kolesterolnya karena seluruh anggota keluarga juga berpartisipasi. Kondisi kolesterol tinggi bisa sangat berbahaya bagi anak Anda. Jadi, ajak buah hati Anda untuk mulai menjalankan gaya hidup sehat sekarang juga.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓