Perlukah si Kecil Menjalani Tes Pendengaran?

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 03 Mar 2019, 16:00 WIB
Jangan disepelekan, tes pendengaran ternyata penting, lo, untuk si Kecil. Berikut ini alasannya
Perlukah si Kecil Menjalani Tes Pendengaran? (Photographee.eu/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tes pendengaran merupakan salah satu pemeriksaan wajib bagi si Kecil, yang dianjurkan untuk dilakukan sesegera mungkin setelah ia lahir. Hal ini karena anak belum mampu menyadari adanya gangguan pendengaran. 

Tanpa pemeriksaan pendengaran, gangguan pendengaran pada anak kemungkinan besar akan terlambat ditangani dan akan memengaruhi kemampuannya berbicara, berbahasa, dan interaksi sosialnya. Padahal jika diketahui sejak dini, terapi bisa dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan si Kecil.

Waktu yang tepat untuk melakukan tes pendengaran

Terdapat beberapa tahapan usia yang membutuhkan tes pendengaran, yaitu:

  • Saat bayi baru lahir

Di sebagian besar rumah sakit di kota besar, umumnya pemeriksaan pendengaran dilakukan sebelum bayi dibawa pulang ke rumah. Namun, pemeriksaan awal ini juga bisa dilakukan sebelum bayi berusia 3 bulan.

Salah satu jenis pemeriksaan yang biasanya pertama kali dilakukan disebut dengan automated otoacoustic emission (AOAE) test. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasangkan sejenis earphone di telinga bayi selama beberapa menit. Dokter akan melihat bagaimana respons si Kecil saat mendengar suara melalui earphone tersebut.

Jika hasil pemeriksaan tersebut tidak jelas atau diduga ada kelainan, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan automated auditory brainstem response (AABR) test. Pemeriksaan ini hanya memerlukan waktu beberapa menit, dilakukan dengan memasang sensor di kepala dan leher si Kecil.

  • Saat si Kecil belajar bicara (usia 9 bulan–2 tahun)

Pada masanya si Kecil belajar bicara, perlu dipastikan bahwa ia tak mengalami gangguan pendengaran. Hal ini agar ia bisa mengembangkan kemampuan bicara dengan optimal. Dokter akan menanyakan kepada orang tua, bagaimana respons si Kecil bila mendengar suara keras atau mendengar lagu tertentu. Jika ada dugaan gangguan pendengaran, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan bernama visual reinforcement audiometry (VRA) dapat dilakukan pada anak berusia 6 bulan–2,5 tahun. Pada pemeriksaan ini, orang tua diminta memangku anak. Lalu dokter akan mendengarkan berbagai jenis suara dengan berbagai ukuran volume. Pada saat yang sama, si Kecil akan diperhadapkan dengan berbagai jenis mainan dan layar komputer berisi gambar-gambar.

  • Sebelum masuk sekolah dasar (usia 4–5 tahun)

Sebelum masuk sekolah, sebaiknya pemeriksaan pendengaran anak dilakukan lagi untuk memastikan ia dapat belajar dengan baik di kelas. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah play audiometry. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada anak berusia 1,5–5 tahun. Anak akan dipasangkan headphone, lalu dengan suara melalui headphone, ia akan diberi instruksi sederhana, misalnya memasukkan bola ke dalam keranjang.

Selain pemeriksaan play audiometry, pemeriksaan audiometri nada murni juga bisa dilakukan. Pemeriksaan ini bisa dilakukan baik pada anak maupun orang dewasa. Anak akan diperdengarkan berbagai suara melalui headphone dan ia diminta untuk menekan tombol jika mendengar suara.

Pemeriksaan pada tiga tahap usia ini perlu dilakukan, tidak bisa hanya dilakukan pada satu tahap saja. Karena bisa saja pemeriksaan saat baru lahir baik, kemudian anak mengalami infeksi telinga sehingga pendengarannya terganggu di kemudian hari. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Sedunia yang jatuh setiap tanggal 3 Maret, pastikan bahwa anak telah menjalani tes pendengaran agar ia bisa berkembang dengan baik dan memiliki kecerdasan yang optimal.

[RS/ RVS]

Tomy BahthiarTomy Bahthiar

apa saja penerapianya dan pengobatan kelenjar getah bening kasih info😊salam

Tomy BahthiarTomy Bahthiar

apa saja penerapianya dan pengobatan kelenjar getah bening kasih info😊salam