Savasana, Pose Mayat dalam Yoga yang Tak Semudah Kelihatannya

Oleh Rieke Saras pada 04 Mar 2019, 13:15 WIB
Meski terlihat mudah, Savasana sering dianggap sebagai pose yang paling sulit dalam yoga.
Savasana, Pose Mayat dalam Yoga yang Tak Semudah Kelihatannya (Fizkes/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jika ditanya tentang pose yoga favorit, tak sedikit orang yang akan menjawab dengan kelakar, “Savasana!” Disebut juga dengan corpse pose (pose mayat), Savasana merupakan pose terakhir saat latihan yoga. Setelah Anda menekuk, melintir, dan menyeimbangkan tubuh, berbaring saat Savasana rasanya seperti mendapat hadiah. Tapi jangan salah, meski terlihat mudah, Savasana nyatanya dianggap sebagai pose yang paling sulit dalam yoga.

Ketika melakukan Savasana untuk pertama kalinya, Anda mungkin akan kesulitan untuk rileks karena berbagai alasan, atau malah ketiduran. Esensi utama dari Savasana adalah rileks namun tetap sadar.

Susah rileks atau pernah ketiduran saat Savasana? Hal itu dianggap wajar oleh para guru yoga. Untuk beberapa orang, tidak melakukan apa pun selama 10 menit memang akan terasa membosankan.

Jika Anda kesulitan dalam pose Savasana, cobalah untuk merasakan sekujur tubuh Anda dari ujung kaki hingga kepala. Sambil menyebutkan setiap nama bagian tubuh dalam hati, rasakanlah keberadaan anggota tubuh tersebut, lalu lepaskan dan lemaskan anggota tubuh Anda.

Apabila pikiran Anda tidak bisa diam, cobalah untuk melakukan teknik meditasi dasar. Jangan melawan pikiran yang datang, melainkan sadari mereka, kemudian lepaskan perlahan. Sama seperti yoga, meditasi membutuhkan praktik yang tak sebentar agar Anda terbiasa.

Manfaat Savasana

“Savasana memungkinkan tubuh untuk menyerap efek dari yoga yang Anda lakukan,” jelas guru yoga sekaligus ahli neurosains kognitif Tamsin Astor, PhD, kepada Healthline. Ia juga mengatakan bahwa di tengah dunia yang riuh dan penuh stimulasi ini, Savasana memungkinkan seseorang untuk membebaskan diri sejenak.

Melakukan Savasana juga bermanfaat untuk meningkatkan suasana hati Anda sepanjang hari. Sebuah studi tahun 2016 menemukan, orang dengan depresi klinis mengalami peningkatan besar dalam gejala ketika mereka bermeditasi selama 20 menit sebelum treadmill dua kali seminggu selama delapan minggu.

Tidak mudah untuk mencoba rileks saat Savasana dan tetap sadar. Namun, mendisiplinkan pikiran dan tubuh Anda dengan Savasana dapat membangun ketahanan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Saat Savasana, Anda akan belajar untuk membebaskan diri dari kecemasan, dan dengan demikian, Anda turut mengembangkan kemampuan untuk bereaksi secara sadar dan berhati-hati dalam situasi hidup yang sulit.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, Savasana juga dapat menyeimbangkan sistem saraf Anda. “Karena itu, Savasana dapat membantu menghilangkan kecemasan, susah tidur, dan hal-hal yang mengganggu saraf parasimpatis.”

Cara melakukan Savasana

  • Berbaring di atas mat dengan kaki selebar pinggul, lengan rileks di samping tubuh, dan telapak tangan menghadap ke atas. Biarkan jari-jari tangan menekuk.
  • Tutup mata dan rilekskan pernapasan. Lepaskan semua ketegangan otot yang mungkin menumpuk selama latihan yoga. Cobalah jernihkan pikiran. Jika pikiran muncul, sadari pikiran tersebut dan lepaskan.
  • Anda mungkin merasa ingin tertidur saat melakukan pose ini, namun cobalah untuk tetap terjaga.
  • Saat Anda siap untuk mengakhiri savasana, bawa energi kembali ke dalam tubuh dengan menggoyangkan jari-jari tangan dan kaki. Bawa tubuh ke sisi kanan, lalu perlahan pindah ke posisi duduk yang nyaman.

Savasana adalah tentang penyerahan diri. Anda harus tetap terjaga walaupun dalam posisi istirahat. Mendalami Savasana sangat penting untuk meminimalkan stres dalam hidup. Jika Anda sesekali tertidur saat melakukan pose mayat ini, itu sangat manusiawi, tetapi cobalah untuk belajar Savasana dengan lebih baik tiap kali Anda latihan yoga. Bila Anda memiliki masalah di punggung bagian bawah, letakkan selimut atau guling di bawah lutut untuk mendapatkan posisi yang lebih nyaman.

[RS/ RVS]