Aktor Luke Perry Meninggal Dunia Akibat Stroke

Oleh Hotnida Novita Sary pada 05 Mar 2019, 10:30 WIB
Aktor Luke Perry meninggal dunia pada usia 52 tahun karena stroke. Kenali cara deteksi dini stroke agar Anda terhindar dari kondisi ini.
Aktor Luke Perry Meninggal Dunia Akibat Stroke (Foto: Jeff Christensen/AP Photo)

Klikdokter.com, Jakarta Aktor kawakan, Luke Perry, meninggal dunia pada usia 52 tahun. Dilansir dari BBC, Selasa (5/3), aktor yang sukses lewat serial Beverly Hills 90210 itu mengembuskan napas terakhir pada Senin (4/3) setelah mengalami stroke.

Pihak juru bicara, Arnold Robinson, menjelaskan, Perry dibawa ke rumah sakit di Los Angeles pada hari Rabu minggu sebelumnya. Menurut Robinson, Perry menutup mata dengan dikelilingi orang-orang terdekatnya: anak-anak Perry, tunangannya, mantan istri Perry, ibu kandung serta ayah tirinya, dan kedua saudara Perry.

Dikutip dari Liputan6.com, Luke Perry lahir pada 11 Oktober 1966 di Ohio, Amerika. Dia pindah ke Los Angeles, lalu ke New York untuk menjadi aktor setelah lulus SMA. Pada usia 24 tahun, Perry lolos audisi untuk memerankan karakter lelaki bandel Dylan McKay di serial populer Beverly Hills 90210. Selain serial ini, Luke Perry juga sempat muncul dalam Criminal Minds, Law & Order: SVU, FCU: Fact Checkers Unit, dan Body of Proof.

Deteksi dini stroke

Stroke yang merenggut nyawa aktor Luke Perry bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Menurut dr. Devia Irine Putri, dari KlikDokter, stroke adalah kondisi kematian jaringan otak akibat adanya penyumbatan atau perdarahan.

“Stroke dapat menyebabkan sebagian jaringan otak mati karena tidak mendapatkan asupan darah dan oksigen yang memadai,” ucap dr. Devia.

Ditambahkan oleh dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, efek stroke bisa permanen, tergantung sel-sel otak yang telah mati karena tidak mendapat oksigen, bagian otak mana yang terkena, dan faktor lainnya. “Stroke pada akhirnya dapat menyebabkan kelumpuhan dan terganggunya kemampuan berbicara serta penglihatan,” kata dr. Adeline.

Agar terhindar dari kondisi tersebut, kenali deteksi dini gejala stroke. Deteksi dini serangan stroke menjadi hal kunci yang dapat menghindari kondisi yang lebih parah bahkan menolong nyawa penderita.

Deteksi dini gejala stroke dapat dilihat secara kasat mata pada tubuh penderita, yang sering disebut sebagai FAST, yaitu:

  • F (Face) atau wajah. Lihatlah wajahnya. Apakah ada bagian yang tidak simetris? Jika masih belum terlihat, mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada bagian sebelah wajah yang tertinggal? Jika ya, mungkin saja ia mengalami stroke.
  • A (Arms) atau tangan. Apakah terdapat kelemahan di kedua atau salah satu lengan? Apakah ada kesulitan mengangkat kedua tangan atau hanya salah satu saja yang bisa terangkat? Kelemahan di salah satu sisi tubuh (atau keduanya) bisa menjadi gejala awal stroke.
  • S (Speech) atau bicara. Apakah ada kesulitan untuk mengucapkan suatu kalimat, tidak jelas (pelo), atau sama sekali tidak dapat bicara? Apakah ia memahami tentang yang dikatakannya? Kesulitan berbicara (pelo) atau bicara meracau bisa menjadi gejala awal stroke.
  • T (Time) atau waktu. Jika Anda menemukan adanya gejala-gejala tersebut, segera bawa penderita ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan sedini mungkin.

Selain dari gejala yang muncul, menurut dr. Devia, kehadiran stroke juga bisa dikonfirmasi dengan pemeriksaan CT scan kepala atau MRI. Dengan pemeriksaan tersebut, jenis stroke yang dialami pasien dapat diketahui dengan jelas.

Jika hasil pemeriksaan mengindikasikan adanya stroke, orang yang mengalaminya sangat perlu minum obat untuk mengendalikan kondisi. Selain itu, orang tersebut juga harus menjalani rehabilitasi untuk mengoptimalkan fungsi tubuh yang terganggu akibat serangan stroke. Fase rehabilitasi meliputi terapi wicara, fisioterapi, dan terapi okupasi.

Stroke yang dialami Luke Perry sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini. Bila Anda mengalami gejala-gejala dini stroke di atas, segera periksakan diri ke dokter. Selain itu, penerapan pola hidup sehat dan aktif dapat membantu Anda terhindar dari serangan stroke. Yaitu, terapkan pola makan sehat dan seimbang, cukup istirahat, serta rutin berolahraga.

[RVS]