Fobia Gelap, Apa Solusinya di Hari Raya Nyepi?

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 06 Mar 2019, 10:00 WIB
Amati geni - pantang menyalakan api - adalah salah satu aturan saat hari raya Nyepi. Lantas, bagimana bila Anda punya fobia gelap?
Fobia Gelap, Apa Solusinya di Hari Raya Nyepi? (Ded Pixto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hari raya Nyepi akan dirayakan seluruh umat Hindu besok. Nyepi sendiri mengandung arti sepi atau sunyi. Pada hari tahun baru Saka tersebut, umat Hindu tidak boleh melakukan aktivitas harian, seperti keluar rumah (kecuali sakit dan perlu berobat), bekerja, termasuk menyalakan lampu dan segala sesuatu yang bercahaya. Itu artinya, umat Hindu akan berada dalam kegelapan saat malam tiba. Kalau begitu, bagaimana dengan penderita fobia gelap mengatasi kondisi ini?

Fobia gelap atau nyctophobia merupakan ketakutan berlebih terhadap kegelapan. Penderita nyctophobia cenderung membatasi aktivitasnya, menghindari kondisi tertentu, serta mengalami kecemasan dalam kondisi minim pencahayaan.

Fobia gelap bervariasi pada setiap penderita

Fobia gelas seperti yang diuraikan sebelumnya memiliki banyak nama, antara lain scotophobia, achluophobia, dan lygophobia. Ketakutan ini mungkin tidak berhubungan dengan kegelapan itu sendiri, tapi akan “bahaya” yang tidak diketahui saat berada dalam kegelapan. Ketakutan jenis ini biasa dimanfaatkan pembuat film horor maupun thriller, yang menggunakan kegelapan untuk menakuti penontonnya.

Gejala nyctophobia bervariasi pada setiap orang, tergantung derajat keparahannya. Pada umumnya, gejala nyctophobia meliputi:

  • Rasa cemas berlebihan di lingkungan yang gelap
  • Merasa membutuhkan lampu tidur untuk menemani tidur di malam hari
  • Malas bepergian di malam hari
  • Merasakan gejala fisik, seperti meningkatnya detak jantung, berkeringat, gemetar, bahkan merasa sakit seperti mual, muntah, nyeri kepala, hingga diare jika dipaksa diam dalam kegelapan

Pada kasus nyctophobia yang berat, gejalanya dapat meliputi:

  • Berusaha melarikan diri dari ruangan yang gelap
  • Secara kompulsif tetap berada di dalam rumah ketika hari sudah malam dan di luar sudah gelap
  • Marah atau bersikap defensif jika ada yang membujuk untuk menghabiskan waktu di dalam kegelapan
1 of 2

Atasi fobia gelap

Untuk mengatasi fobia gelap atau nyctophobia, beberapa terapi dapat disarankan. Kesuksesan terapi untuk fobia spesifik – seperti nyctophobia – juga tinggi, yakni mencapai 90 persen.

Terapi yang mungkin disarankan bagi penderita nyctophobia meliputi:

  • Pajanan atau sengaja dikondisikan pada kegelapan dosis rendah dan tidak mengancam, yang disebut desensitisasi. Hal ini dilakukan berulang kali hingga kegelapan tidak lagi memicu rasa cemas maupun panik.
  • Terapi bicara satu lawan satu, sekeluarga, atau dalam grup, dengan pengidap Penderita akan diidentifikasi perasaan kecemasannya, lalu digantikan dengan pikiran yang lebih positif serta realistis. Contohnya, penderita nyctophobia diberikan informasi bahwa berada dalam kegelapan tidak harus memiliki konsekuensi negatif. Biasanya, terapi ini tidak digunakan secara tunggal dalam menangani fobia.
  • Belajar teknik relaksasi, seperti latihan bernapas dalam. Hal ini dapat membantu mengatur stres serta gejala fisik yang dialami berkaitan dengan fobia gelap.
  • Obat anticemas serta antidepresi. Tentu ini bukanlah terapi utama untuk individu yang mengidap fobia. Penderita butuh lebih dari sekadar konsumsi obat sementara, tapi harus dihilangkan penyebab ketakutannya.

Khusus di hari raya Nyepi, ada beberapa kiat yang dapat Anda lakukan bersama keluarga untuk mengurangi rasa takut akan kegelapan:

  1. Berkumpul bersama keluarga. Manfaatkan momen Nyepi dengan berbincang bersama keluarga yang mungkin sehari-hari sudah jarang Anda lakukan karena kesibukan. Hal ini tentu akan membuat Anda lupa akan ketakutan terhadap kegelapan selama sementara, karena menyadari Anda tidak sendirian.
  2. Makan bersama. Hal ini juga dapat menambah keakraban dalam bersosialisasi saat Nyepi.
  3. Manfaatkan hari ini untuk beristirahat semaksimal mungkin, terutama jika sehari-hari Anda melakukan pekerjaan shift sehingga kekurangan tidur. 

Bagi para pemeluk agama Hindu, salah satu pantangan yang wajib dilakukan saat Nyepi adalah mematikan listrik dan lampu selama 24 jam. Kondisi gelap seperti ini tentu bisa mengganggu mereka yang memiliki gangguan fobia gelap. Nah, meski berada dalam suasana gelap saat Nyepi, ada berbagai macam solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi fobia gelap Anda. Cara-cara tersebut akan tetap membuat suasana Nyepi Anda tetap khusyuk, tenang, sekaligus menyenangkan. Selamat hari raya Nyepi.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓