Dampak Media Sosial pada Kesehatan Mental

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 06 Mar 2019, 14:15 WIB
Media sosial, mendekatkan mereka yang jauh dari jangkauan. Namun media sosial juga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan mental.
Dampak Media Sosial pada Kesehatan Mental (Maksym-Azovtsev/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Media sosial rasanya tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, apalagi di era modern seperti saat ini. Lewat media sosial, Anda bisa terhubung dengan orang-orang yang ada di belahan bumi lain. Dengan kata lain, mendekatkan mereka yang jauh dari pandangan. Sayangnya, penggunaan media sosial tidak selamanya bermanfaat. Ada pula sisi buruk yang bisa ditimbulkan, salah satunya gangguan kesehatan mental.

Terdapat beberapa alasan yang mendasari mengapa media sosial bisa berdampak buruk pada kesehatan mental, yaitu:

  • Penurunan rasa percaya diri

Dengan memiliki media sosial, Anda jadi berkomitmen untuk “berteman” dengan siapa saja yang diinginkan. Ketika teman sosmed Anda mengungah foto tentang kehidupan mewahnya, bukan tidak mungkin Anda akan merasa iri atau tidak percaya diri.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen mengatakan bahwa banyak pengguna media sosial yang mengalami “facebook envy” atau “kecemburuan facebook”. Studi mengatakan bahwa keadaan tersebut sangat erat kaitannya dengan kecemburuan sosial, penurunan rasa pecaya diri yang akhirnya berujung pada depresi.

  • Keretakan hubungan dengan orang terdekat

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan bantuan nyata dari orang lain. Namun, hal tersebut menjadi sangat sulit untuk diwujudkan jika Anda hanya terpaku pada layar persegi panjang, yang hanya memuat “teman-teman” dari dunia maya.

Coba bayangkan, ketika Anda hanya terpaku pada media sosial dan dunia maya sampai melupakan segala yang ada di kehidupan nyata, bukan tidak mungkin suatu saat Anda akan tersadar Anda sebenarnya “sendirian”. Hal ini bisa saja terjadi jika Anda tidak melakukan interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitar lingkungan dunia nyata.

Lebih dari itu, menurut studi yang dilakukan University of Michigan, penggunaan media sosial yang terlalu sering juga bisa menyebabkan kecenderungan munculnya perasaan sedih. Pada penelitian tersebut, tim peneliti mengatakan bahwa penggunaan Facebook tanpa kenal waktu hanya akan membuat kebahagiaan sesaat dan sedikit rasa puas dalam menjalani hidup. Terjadinya hal tersebut dihubungkan dengan persepsi tentang isolasi sosial akibat penggunaan media sosial Facebook.

  • Menganggu tidur

Hobi menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk scrolling lini masa media sosial? Awas, gangguan tidur menanti Anda. Hal ini bisa terjadi lantaran ponsel pintar yang Anda genggam selagi berselancar di media sosial memancarkan cahaya biru, yang menurut Harvard Medical School bisa menurunkan kadar melatonin alias hormon pengatur tidur.

Pada tahap lanjut, kekurangan waktu tidur bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Dua di antaranya adalah gangguan kecemasan dan depresi.

Setelah tahu bahwa penggunaan media sosial berpotensi besar menyebabkan gangguan kesehatan mental, Anda dianjurkan untuk membatasi diri untuk terlibat dengan hal-hal demikian. Batas aman penggunaan media sosial dalam sehari adalah tidak lebih dari 2 jam.

Anda memang tidak dilarang untuk menggunakan Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya. Akan tetapi, Anda juga mesti sadar bahwa ada kehidupan nyata yang harus dijalani. Pada intinya, gunakanlah media sosial secara bijak. Dengan  demikian, Anda tidak akan terseret ke dalam “sisi gelap” media sosial yang dapat berujung pada gangguan kesehatan mental.

(NB/ RVS)