Asam Urat Bisa Parah Akibat Konsumsi Kedelai?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 06 Mar 2019, 15:40 WIB
Banyak hal yang bisa membuat gejala asam urat semakin berat. Lantas, apakah kedelai termasuk sebagai salah satunya?
Asam Urat Bisa Parah Akibat Konsumsi Kedelai? (54613/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Asam urat merupakan penyakit yang membuat penderitanya harus memperhatikan menu makan sehari-hari. Selain menghindari makanan yang tinggi purin seperti jeroan, penderita asam urat rupanya juga harus membatasi diri dalam mengonsumsi kedelai dan produk olahannya. Ini karena banyak anggapan yang menyebut bahwa kedelai mampu memperburuk penyakit asam urat yang sudah terlanjur terjadi. Mitos atau fakta?

Sebelum mengetahui fakta medis tentang hal tersebut, Anda perlu tahu bahwa penyakit asam urat terjadi akibat adanya penumpukan kristal monosodium urat yang menyebabkan peradangan pada area persendian.

“Semua sendi bisa terkena dampak penyakit asam urat, namun yang paling sering terkena adalah sendi jari tangan dan kaki, lutut, serta pergelangan kaki,” jelas dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter.

Asam urat bisa terjadi akibat berbagai hal, salah satunya makanan. Menurut dr. Vita, beberapa makanan yang bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut adalah jeroan (ginjal, hati, ampela), makanan laut (kepiting, kerang, ikan teri), dan daging merah.

Bagaimana dengan kedelai?

Kedelai merupakan sumber protein dan minyak nabati. Kedelai memberikan jumlah protein nabati tertinggi, termasuk semua asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia. Pakar kesehatan berkata bahwa protein pada kedelai diduga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan tulang, dan mencegah penyakit jantung, kanker, serta diabetes.

Namun di balik manfaat tersebut, kedelai ternyata tergolong sebagai makanan yang tidak ramah terhadap penderita penykait asam urat. Ini karena kedelai mengandung molekul bioaktif dan purin pada kadar sedang, sehingga dapat memicu peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh bila dikonsumsi.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada jurnal The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa kadar asam urat di dalam darah bisa meningkat setelah partisipan studi mengonsumsi susu yang mengandung protein kedelai. Penelitian tersebut mengeluarkan kesimpulan bahwa susu kedelai mampu mencetuskan gejala asam urat, apalagi pada orang yang memang sudah mengalami penyakit tersebut.

Lantas, bagaimana dengan orang yang sebelumnya bukan penderita penyakit asam urat? Terkait hal ini, Florida Agency for Health Care Administration mengeluarkan pendapat bahwa orang-orang yang sehat dan terhindar dari risiko penyakit asam urat dapat dengan aman mengonsumsi kedelai. Karena pada dasarnya, kedelai hanya memperburuk gejala penyakit asam urat yang sudah terjadi sebelumnya.

Mengetahui hal itu, penderita asam urat diminta untuk benar-benar membatasi asupan yang mengandung kedelai, seperti susu kedelai, tempe, tahu, oncom, dan sejenisnya. Cari alternatif sumber protein nabati lain, yang lebih sehat dan aman untuk kondisi kesehatan Anda.

(NB/ RVS)