Kenali 6 Penyebab Radang Tenggorokan yang Anda Alami

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 10 Mar 2019, 13:00 WIB
Tak cuma nyeri, menelan pun sulit. Inilah yang umum dirasakan saat terkena radang tenggorokan. Kenali berbagai penyebabnya di sini.
Kenali 6 Penyebab Radang Tenggorokan yang Anda Alami (Borysevych.com/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Nyeri tenggorokan, sulit menelan, demam, pembesaran kelenjar getah bening di leher, pembesaran amandel, tenggorokan kering—ini adalah gejala radang tenggorokan. Untuk Anda yang pernah mengalaminya, rasanya tak nyaman, bukan? Mari kenali apa saja penyebab radang tenggorokan.

Radang tenggorokan adalah suatu peradangan yang terjadi di tenggorokan, yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi ini umumnya bersifat akut dan menyerang saluran tenggorokan. Menurut penjelasan dari dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada saluran pernapasan atas.

Tak sampai di situ, radang tenggorokan biasanya diperparah dengan kondisi pilek, flu, dan batuk. Kombinasi itu memang jadinya memaksa Anda harus istirahat total untuk bisa sepenuhnya pulih.

Mengenali berbagai penyebab radang tenggorokan

Berikut adalah beberapa alasan paling umum yang menyebabkan seseorang mengalami sakit radang tenggorokan:

1. Infeksi virus

Sebagian besar sakit radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, sama seperti pilek atau flu.

“Jenis virus yang sering menyebabkan radang tenggorokan adalah virus influenza, virus penyebab campak, dan virus penyebab cacar air,” ungkap dr. Dyah.

Dilansir dari WebMD, jika virus adalah biang kerok dari radang tenggorokan yang Anda alami, pemberian antibiotik tak akan membantu. Sebagai gantinya, Anda disarankan untuk berkumur dengan air garam hangat dan gunakan perawatan seperti semprotan atau pelega tenggorokan.

2. Infeksi bakteri

Radang tenggorokan juga sangat mungkin disebabkan oleh infeksi bakteri.

“Jenis bakteri yang sering menyebabkan sakit tenggorokan adalah bakteri Streptococcus pyogenes dan streptokokus kelompok A,” kata dr. Dyah.

Jika penyebabnya adalah bakteri, biasanya tandanya adalah munculnya bercak putih di amandel, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, dan demam. Tak hanya itu, biasanya Anda tak mengalami pilek atau batuk.

3. Coba ingat apa saja yang Anda makan ...

Saat asam lambung naik ke kerongkongan (reflux acid), tenggorokan bisa sakit dan teriritasi. Ini merupakan penyebab radang tenggorokan yang kerap disepelekan.

"Jika Anda merasa baik-baik saja selain sakit tenggorokan dan tidak menderita demam, Anda mungkin mengalami reflux acid," kata Gordon J. Siegel, MD, asisten profesor klinis THT dan leher di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Amerika Serikat.

Hal ini juga dibenarkan oleh dr. Dyah, yang mana radang tenggorokan bisa menyerang orang-orang dengan gastroesophageal reflux disease (GERD).

“Ini karena asam lambung yang sifatnya asam. Jika peningkatan ini sering terjadi, maka bisa terjadi iritasi pada jaringan, sehingga memicu terjadinya radang tenggorokan,” jelas dr. Dyah.

Penderita refluks asam juga dapat mengalami batuk kering, kesulitan menelan, dan merasa ada benjolan di tenggorokan.

4. Alergi

Hidung meler bisa sebabkan post-nasal drip, yang merupakan akumulasi lendir di belakang hidung dan tenggorokan, yang menjurus pada atau memberikan sensasi lendir yang menurun dari belakang hidung.

“Jenis alergi yang dapat menjadi penyebab antara lain akibat debu, serbuk sari, atau paparan bulu hewan peliharaan,” ujar dr. Dyah.

Jika radang tenggorokan yang Anda alami merupakan akibat dari alergi, Anda bisa mengonsumsi obat alergi yang dijual di pasaran untuk mengobati bersin dan meler. Jika tidak sembuh, konsultasikan dengan dokter mengenal opsi pengobatan lainnya.

5. Sinusitis

Pada orang-orang dengan sinusitis (radang pada rongga sinus) kronis dan berulang, radang pada saluran pernapasan lebih rentan terjadi, termasuk radang tenggorokan.

6. Udara kering

Sering berada di tempat yang udaranya kering—misalnya ruangan dengan pendingin udara, pegunungan, atau bepergian di musim dingin—dapat menyebabkan tenggorokan terasa kering dan gatal. Kebiasaan bernapas melalui mulut juga dapat membuat tenggorokan kering dan rentan mengalami radang.

Memang, biasanya radang tenggorokan bisa sembuh sendiri dengan istirahat dan menjaga pola makan. Namun, ada sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Radang tenggorokan dirasakan makin parah atau tak ada perbaikan.
  • Demam di atas 38 derajat Celsius.
  • Memiliki kondisi medis lainnya seperti asma, penyakit jantung, HIV, diabetes, atau sedang hamil.

Tiga kondisi di atas membuat penderitanya lebih berisiko mengalami komplikasi dari infeksi.

Itulah berbagai penyebab radang tenggorokan. Meski bukanlah penyakit kambuhan, tapi jika Anda tak mengetahui siklus dan mekanisme pencegahannya, radang tenggorokan bisa kembali menyerang. Karenanya, mengenali berbagai penyebab penyakit ini bisa menjadi krusial untuk Anda bisa melakukan langkah-langkah pencegahan tepat.

(RN/RH)