Makanan Terbaik bagi Penderita Asam Urat

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 10 Mar 2019, 14:00 WIB
Asam urat bisa dikelola dengan pola makan yang baik. Inilah makanan yang bersahabat bagi penderita asam urat.
Makanan Terbaik bagi Penderita Asam Urat (All-kind-of-people/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penderita asam urat tidak boleh sembarangan dalam makan. Salah makan, asam urat bisa kambuh dan Anda malah jadi sulit beraktivitas. Satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan tentu saja dengan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.

Asam urat, atau disebut gout dalam dunia medis, merupakan suatu penyakit sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal monosodium urat pada sendi dan jaringan. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, tanda dan gejala asam urat sering muncul mendadak ketika malam hari.

“Biasanya, gejala sangat terasa selama 12 hingga 14 jam. Namun, akan mereda dalam waktu kurang lebih 2 minggu,” katanya.

Makanan yang baik bagi penderita asam urat

Asam urat biasanya kambuh ketika penderitanya mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan purin. Contoh makanan yang tinggi kandungan purin adalah jeroan dan makanan laut. Penderita asam urat disarankan untuk menyantap makanan yang rendah purin, yakni di bawah 100 mg.

Dilansir berbagai sumber, berikut adalah beberapa makanan rendah purin yang umumnya aman bagi penderita asam urat

  • Buah-buahan. Semua buah umumnya baik untuk asam urat. Akan tetapi, buah yang paling bagus adalah ceri. Buah ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat dan mengurangi peradangan.
  • Sayuran. Sayuran yang paling aman bagi penderita asam urat adalah kentang, kacang polong, jamur, terong, dan sayuran berdaun hijau gelap.
  • Kacang. Semua kacang-kacangan dan biji-bijian baik disantap oleh penderita asam urat.
  • Biji-bijian utuh. Contohnya adalah beras merah dan gandum.
  • Produk susu. Hindari susu yang berbahan kedelai. Di sisi lain, susu protein hewani malah bagus untuk penderita asam urat.
  • Minyak nabati. Termasuk minyak kanola, kelapa, zaitun, dan rami.

Selain deretan makanan di atas, penderita asam urat boleh mengonsumsi telur, teh hijau, dan semua rempah-rempah. Asupan vitamin C juga dibutuhkan untuk penderita asam urat. Ini karena vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai suplemen vitamin C yang cocok dengan diet dan rencana pengobatan Anda.

Bagaimana dengan daging dan ikan tertentu? Penderita asam urat boleh mengonsumsinya asalkan dalam jumlah sedang. Dilansir Healthline, penderita asam urat disarankan untuk membatasi konsumsi daging hanya 4–6 ons (115–170 gram) per minggu.  

Jenis daging yang bisa dikonsumsi adalah ayam, sapi, dan domba. Sementara untuk ikan, penderita asam urat bisa makan ikan salmon segar. Salmon umumnya mengandung kadar purin yang lebih rendah daripada kebanyakan ikan lainnya.

Perhatikan juga asupan cairan Anda per hari. Minum air putih secara cukup dapat membantu mencegah asam urat. Hindari minuman manis seperti sirup, soda, dan jus kemasan. Sebaiknya penderita asam urat membatasi atau menghindari alkohol. Bicarakan dengan dokter berapa jumlah atau jenis alkohol yang aman untuk Anda.

Memperhatikan asupan makanan sangat penting bagi penderita asam urat. Apalagi asam urat juga berkaitan dengan penyakit lain, yakni ginjal. Menjaga kadar asam urat dalam batas normal berarti turut menjaga kesehatan ginjal. Oleh karena itu, rem keinginan Anda untuk mengonsumsi makanan yang bisa membuat asam urat kambuh, serta lakukan pola hidup sehat lainnya.

[RS/RH]