Membedakan Nyeri Sendi Akibat Asam Urat dengan Rematik

Oleh Ayu Maharani pada 10 Mar 2019, 15:00 WIB
Sama-sama menimbulkan sensasi nyeri sendi, ini dia caranya membedakan rasa nyeri pada asam urat dengan rematik.
Membedakan Nyeri Sendi Akibat Asam Urat dengan Rematik (PR-Image-Factory/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang belum pernah didiagnosis gout atau asam urat dan rematik oleh dokter, mungkin akan sulit membedakan antara nyeri sendi yang disebabkan oleh keduanya. Pasalnya, sensasi atau gejala yang ditimbulkan terbilang mirip. Tak heran, antara asam urat dan rematik masih sulit dibedakan.

Padahal, dua gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh hal yang berbeda dan juga memiliki nyeri sendi yang berbeda. Yuk, kenali seperti apa perbedaannya, agar Anda dapat lebih waspada dan tidak salah prediksi.

Perbedaan proses terjadinya asam urat dan rematik

Menurut Dr. Resthie Rachmanta Putri, MEpid dari KlikDokter, asam urat sebenarnya merupakan suatu zat yang secara normal memang terdapat di dalam darah. Asam urat merupakan hasil pemecahan dari senyawa bernama purin yang didapat dari konsumsi daging, hati ayam atau sapi, alkohol, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Dalam keadaan normal, asam urat akan dikeluarkan oleh ginjal dalam bentuk urine. 

Tapi, bila kadar asam urat dalam tubuh terlalu tinggi, ginjal akan kesulitan dalam mengeluarkannya. Alhasil, sebagian asam urat akan terakumulasi dan bisa mengendap menjadi kristal di area sendi.

“Penumpukan kristal tersebutlah yang memicu nyeri sendi.” jelas dr. Resthie. Lalu, bagaimana dengan proses terjadinya rematik?

Berbeda dengan gout, rematik atau yang dalam dunia medisnya disebut sebagai rheumatoid arthritis (RA) ini bukan disebabkan oleh zat purin yang terlalu tinggi, melainkan ketidaknormalan imun tubuh atau dengan kata lain disebut sebagai penyakit autoimun.

Perbedaan lainnya, asam urat biasanya dialami oleh pria, sedangkan rematik biasanya lebih banyak dialami oleh wanita. Karena penyebab di antara keduanya pun berbeda, maka jangan sampai Anda salah tangkap. Langkah berikutnya agar tak salah terka, ketahui perbedaan nyeri sendi yang muncul antara asam urat dan rematik.

Perbedaan nyeri sendi pada asam urat dan rematik

Dua gejala yang paling sering mengelabui penderita asam urat dan rematik hingga sulit dibedakan adalah sensasi rasa nyeri dan juga pembengkakan pada area sendi. Tapi, beda penyebab, tentu ada pula perbedaan pada sensasi nyerinya. Berikut ini perbedaannya:

  • Nyeri sendi pada gout umumnya timbul mendadak, yakni sekalinya nyeri timbul akan langsung terasa sakit sekali. Sedangkan pada rematik, nyerinya muncul secara perlahan, dari nyeri yang biasa saja hingga nyeri yang tak tertahankan.
  • Bagian yang pertama kali terasa nyeri pada asam urat adalah ibu jari kaki. Pada rematik, sendi yang pertama kali terkena adalah sendi-sendi kecil, seperti sendi jari tangan. 
  • Nyeri asam urat tidak tersebar di beberapa wilayah tubuh, sedangkan nyeri pada rematik bisa lebih menyebar, karena rematik merupakan penyakit autoimun. Menurut Dr. Resthie, rematik juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti kulit, mata, jantung, paru, dan ginjal.
  • Penderita rematik biasanya kerap merasa matanya selalu kering, terasa nyeri, dan sensitif terhadap cahaya. Mereka juga memiliki napas yang pendek karena adanya masalah pada paru-paru.
  • Saat diraba, bengkak pada sendi akibat asam urat akan cenderung hangat, sedangkan rematik tidak menimbulkan sensasi tersebut. 

Mengatasi nyeri sendi akibat asam urat dan rematik

Untuk meredakan nyeri sendi akibat asam urat, umumnya dokter akan memberikan obat antiradang. “Penderita asam urat tidak dianjurkan mengonsumsi obat pereda asam urat atas inisiatif sendiri. Sebab, dosis yang tidak tepat justru dapat memperparah nyeri yang ada.” tutur Dr. Resthie.

Di sisi lain, ketika nyeri sendi Anda disebabkan oleh rematik, dokter akan memberikan obat golongan disease modifying anti-rheumatic drug (DMARD).

Dari segi asupan, penderita asam urat lebih memiliki banyak pantangan makanan ketimbang rematik. Karena sekali lagi, kadar asam urat yang tinggi di dalam tubuh memang disebabkan oleh makanan tinggi purin, seperti jeroan, makanan laut dan kacang-kacangan. 

Untuk mencegah asam urat semakin parah, ada baiknya Anda menghindari konsumsi berbagai makanan tersebut. Ganti menu harian Anda dengan makanan sehat seperti sayur dan buah. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk merancang menu makanan harian.

Membedakan nyeri sendi akibat asam urat dan rematik memang susah-susah gampang. Tapi, bila Anda memperhatikan referensi perbedaan yang telah dipaparkan di atas, maka akan jauh lebih mudah untuk mengenali penyebab nyeri sendi yang muncul. 

Meski begitu, diagnosis terbaik adalah dari hasil pemeriksaan dokter. Oleh sebab itu, ketika Anda merasakan berbagai tanda-tanda nyeri sendi di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan diagnosis yang tepat, apakah Anda menderita asam urat atau nyeri sendi.

[NP/RH]