Pigmen Biru dalam Blueberry bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 11 Mar 2019, 10:30 WIB
Kandungan pigmen biru di dalam buah blueberry disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Benarkah demikian?
Pigmen Biru dalam Blueberry bisa Turunkan Tekanan Darah Tinggi? (Olga Larionova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi blueberry dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Hal ini bisa terjadi karena khasiat pigmen biru yang terkandung di dalam buah tersebut. Yuk, ketahui lebih jauh soal efektivitas buah berwarna biru gelap keunguan ini!

Mengenal buah blueberry

Blueberry termasuk ke dalam keluarga berry seperti stroberi, raspberry, cranberry, dan blackberry. Buah berbentuk bulat kecil ini berasal dari Amerika Utara, yang kemudian dibawa ke Eropa dan seluruh dunia.

Meskipun blueberry belum terlalu populer di Tanah Air, sudah banyak petani lokal yang mulai membudidayakan blueberry di Indonesia. Terlebih lagi, setelah popularitas buah mungil ini menanjak karena diklaim sebagai superfood, keberadaannya pun semakin dicari.

Blueberry dianggap sebagai makanan “super” yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Manfaatnya yang melimpah bagi tubuh

Blueberry mengandung kadar serat yang tinggi, vitamin C, vitamin K, dan zat mangan. Meskipun kaya akan zat gizi tersebut, blueberry merupakan jenis buah yang rendah kalori, sehingga aman dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani program diet.

Salah satu hal yang terkenal dari jenis buah berry adalah kandungan antioksidannya yang tinggi. Bahkan, blueberry adalah salah satu buah yang memiliki kandungan antioksidan tertinggi. Antioksidan dalam blueberry disebut antosianin, yakni pigmen biru yang juga menyebabkan warna buah ini menjadi biru gelap keunguan.

Antioksidan tersebut berfungsi untuk melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada materi genetik (DNA dan RNA) dari sel-sel tubuh.

Bila tak segera diatasi, paparan radikal bebas dapat berujung kepada terjadinya penuaan dan berbagai penyakit dari penurunan kognitif seperti pikun, atau kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga kanker. Tak heran, banyak orang yang mengonsumsi blueberry setelah mengetahui khasiat dari pigmen biru di dalam buah  tersebut.

1 of 2

Pigmen biru dalam blueberry dapat menurunkan tekanan darah?

Selain dapat melawan radikal bebas, ternyata pigmen biru antosianin dalam blueberry juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian dilakukan terhadap orang yang obesitas.

Mereka diminta mengonsumsi 50 gram blueberry setiap hari selama 2 bulan. Hasilnya, terjadi penurunan tekanan darah sebesar 4-6 persen.

Penelitian lain di London, Inggris, juga menemukan bahwa konsumsi 200 gram blueberry setiap hari selama 1 bulan (dibagi dalam dua kali konsumsi, masing-masing 100 gram) dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Bahkan, hasil penurunan tekanan darah tersebut dikatakan memiliki efek penurunan tekanan darah yang mirip dengan efek obat hipertensi.

Para ahli yang terlibat dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa pigmen biru antosianin dalam blueberry memang berkhasiat dalam memperbaiki fungsi sel pelapis pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Temuan penelitian ini disambut baik berbagai pihak, dan diharapkan dapat menjadi awal titik terang dalam pengobatan hipertensi. Sebab apabila tidak diobati, hipertensi dapat berkembang menjadi berbagai penyakit lain, terutama penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke.

Untuk mencegah hal tersebut, obat antihipertensi harus dikonsumsi terus-menerus agar tekanan darah tetap stabil. Sering kali orang dengan hipertensi hanya mengonsumsi obat di saat timbul gangguan. Kebiasaan ini justru dapat menyebabkan penyakit hipertensi semakin berkembang dan menimbulkan berbagai komplikasi.

Bila konsumsi obat disertai asupan makanan alami seperti blueberry, dosis obat kemudian bisa dikurangi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan apabila kelak obat antihipertensi dapat digantikan sepenuhnya oleh antosianin – antioksidan yang terkandung di dalam blueberry.

Ana Rodriguez-Mateos, peneliti utama dari penelitian tersebut menyebutkan cara ini merupakan terapi nutrisi yang merupakan metode pengobatan baru yang cukup menjanjikan dalam mengatasi berbagai penyakit, dalam hal ini terutama penyakit yang berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah.

Meskipun demikian, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk dapat memastikan kemampuan blueberry untuk menggantikan obat antihipertensi.

Berdasarkan penelitian, pigmen biru dalam buah blueberry memang terbukti dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Meski demikian, konsumsinya juga masih harus disertai dengan obat antihipertensi agar tekanan darah penderita hipertensi tetap dalam keadaan stabil. Bagi orang yang sehat sekalipun, konsumsi blueberry dapat melindungi tubuh dari paparan radikal bebas.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓