Efek Samping Cat Rambut bagi Kesehatan Tubuh Anda

Oleh dr. Nadia Octavia pada 11 Mar 2019, 13:00 WIB
Meski bisa membuat penampilan lebih “berwarna”, cat rambut ternyata juga berpotensi mengundang efek samping tertentu bagi kesehatan.
Efek Samping Cat Rambut bagi Kesehatan Tubuh Anda (Lena Ivanova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Membuat tampilan rambut lebih berwarna, apalagi kalau bukan menggunakan bantuan cat rambut. Tak hanya wanita, mewarnai rambut nyatanya juga dilakukan oleh pria. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tertarik untuk mengecat rambut supaya tampil lebih menawan? Jika ya, sebaiknya Anda pikir-pikir lagi. Hal ini karena cat rambut jenis tertentu berpotensi mendatangkan efek samping merugikan.

Berikut adalah kemungkinan efek samping yang terjadi pada penggunaan cat rambut:

  1. Iritasi kulit kepala

Faktanya, pada sebagian jenis cat rambut ­― khususnya yang bersifat permanen ― terdapat kandungan hidrogen peroksida dengan konsentrasi 2–6%, sama halnya dengan amonia. Kedua bahan kimia tersebut dapat “memasukkan” pewarna ke dalam batang rambut dalam jangka waktu yang lama.

Di balik fungsinya tersebut, hidrogen peroksida dan amonia pada cat rambut dapat menyebabkan iritasi pada kulit kepala. Reaksi tersebut dapat berupa gatal dan kemerahan ketika terpapar cat rambut. Selain itu, hidrogen peroksida juga dapat mengubah struktur rambut dan membuat rambut menjadi kusam, kering, dan mudah patah. Hal ini dapat terjadi karena zat tersebut merusak sebagian permukaan luar rambut dan menghilangkan proteksi alaminya.

  1. Reaksi alergi

Lebih dari itu, kandungan zat kimia yang terdapat di dalam produk cat rambut, termasuk PPD atau para-phenylenediamine, juga dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi, seperti rasa gatal maupun sensasi terbakar di kulit. Reaksi tersebut dapat terjadi beberapa bulan atau tahun setelah seseorang menggunakan cat rambut secara berkala. Pada kasus yang parah, reaksi alergi yang muncul dapat berupa kemerahan di kulit kepala yang menjalar hingga ke wajah, leher, bahkan seluruh tubuh.

  1. Rambut rontok

Cat rambut dapat merusak protein di batang rambut, sehingga membuat rambut menjadi mudah patah dan rontok. Cat rambut yang sering digunakan untuk membuat warna rambut menjadi lebih terang dari warna alami dapat merusak rambut lebih berat, karena mengandung kadar peroksida yang tinggi.

Peroksida pada zat pewarna rambut penting untuk “menyingkirkan” pigmen eumelanin dari batang rambut dengan warna cat rambut yang lebih terang. Orang yang mengecat rambut dari warna alami menjadi warna terang biasanya akan mengalami kerontokan rambut yang parah dan rambut menjadi bercabang.

  1. Iritasi mata

Selain dapat menyebabkan reaksi alergi, the American Cancer Society mengatakan bahwa produk cat rambut berbasis kimia juga bisa menyebabkan iritasi pada mata. Pada kasus yang jarang terjadi, penggunaan cat rambut berbasis kimia bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

  1. Tingkatkan risiko kanker

Riset yang dilakukan oleh the University of Southern California di Amerika Serikat mengatakan bahwa tingkat risiko kanker kandung kemih pada wanita yang sering mengecat rambut ―termasuk penata rambut yang mengaplikasikan cat rambut― dapat meningkat. Namun, menurut the American Cancer Society, studi tersebut masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut sehingga belum dapat dijadikan sebagai acuan.

Cat rambut memang bisa membuat tampilan rambut Anda lebih menarik. Akan tetapi, penggunaan cat rambut juga berpotensi menyebabkan berbagai kerugian pada kesehatan. Oleh karena itu, berpikirlah dua kali sebelum Anda benar-benar mengecat rambut. Jika perlu, berkonsultasilah lebih lanjut pada dokter untuk mengetahui jenis cat rambut yang aman bagi kesehatan.

(NB/ RVS)