Apa Itu Diet Weight Watcher?

Oleh Ayu Maharani pada 11 Mar 2019, 15:20 WIB
Sistem “hitung poin” pada diet weight watcher disinyalir efektif untuk menurunkan berat badan berlebih. Yuk, kenali lebih dekat!
Apa Itu Diet Weight Watcher? (RossHelen/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tercatat oleh US News and World Report, terdapat 41 metode diet yang populer dalam beberapa waktu terakhir. Dari sekian banyak metode diet, ada satu yang konon memiliki tingkat keberhasilan tinggi sekaligus dapat diterapkan untuk waktu yang relatif panjang, yaitu diet Weight Watcher. Lantas, bagaimana cara kerja diet tersebut hingga publik figur seperti Oprah Winfrey juga tertarik untuk melakukannya?

Dilansir dari Healthline, diet weight watchers itu sendiri pertama kali dirancang oleh Jean Nidetch pada tahun 1963 di New York, Amerika Serikat. Awalnya, metode diet ini hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja. Namun kini, program diet tersebut tumbuh menjadi salah satu yang paling diminati di seluruh dunia.

Sebelum tahun ‘90-an, diet weight watchers menggunakan sistem yang hampir mirip dengan diet untuk penderita diabetes. Akan tetapi, memasuki era ‘90-an, diet weight watchers memperkenalkan sistem berbasis poin yang memberikan nilai pada makanan dan minuman berdasarkan kandungan serat, lemak, dan kalori.

Pada tahun 2015, diet weight watchers membuat sistem smart point yang memberikan nilai pada makanan berdasarkan kandungan kalori, lemak, protein, dan gula. Lalu pada tahun 2017, weight watchers mengubah sistem smart point agar lebih fleksibel dan mudah. Sistem baru tersebut dinamakan WW Freestyle yang didasarkan pada sistem smart point, tetapi mencakup lebih dari 200 makanan yang diberi nilai 0.

1 of 2

Penerapan diet weight watcher

Saat memulai diet weight watcher, setiap pelaku diet diberikan sejumlah poin harian berdasarkan data pribadi, seperti tinggi badan, usia, jenis kelamin, dan tujuan penurunan berat badan. Meski tidak ada makanan yang dilarang atau menjadi pantangan, pelaku diet harus tetap memiliki poin harian yang rendah agar tujuan untuk mencapai berat badan yang ideal bisa terwujud.

Makanan sehat memiliki poin lebih rendah daripada makanan yang tidak sehat. Sebagai contoh, donat gula dengan kandungan 230 kalori memiliki poin 10, sedangkan yoghurt mengandung 230 kalori dengan tambahan granola dan blueberry memiliki poin 2.

Nah, makanan yang memiliki poin 0 dapat dikonsumsi lebih banyak karena menyehatkan dan tidak akan menimbulkan kegemukan. Beberapa jenis makanan yang memiliki poin 0 dalam sistem tersebut, di antaranya:

  • Telur
  • Ayam tanpa kulit
  • Ikan
  • Kacang-kacangan
  • Tahu
  • Yoghurt tawar tanpa lemak

Apakah efektif menurunkan berat badan?

Diet weight watchers mengklaim bahwa pelakunya bisa mengalami penurunan berat badan sebanyak 0,23–0,9 kilogram per minggu. Dengan catatan, pelaku diet weight watcher benar-benar mematuhi segala aturan yang berlaku pada metode tersebut.

Menanggapi hal tersebut, dr. Kartika Mayasari mengatakan kepada KlikDokter bahwa diet weight watcher memerlukan komitmen yang sangat kuat dari orang yang menjalankannya. Sebab, selain tidak memiliki pantangan makanan secara spesifik dan merupakan salah satu diet paling populer khususnya di Negara Barat, sebenarnya tak sembarang orang mampu melakukan metode diet weight watcher.

“Hanya orang-orang yang dapat menghitung kalori yang dapat melakukan diet weight watcher. Diet model ini biasanya juga membutuhkan bantuan dokter dan ahli gizi untuk membuatkan menu, meski sudah ada sistem poinnya,” jelas dr. Kartika.

Atas dasar itu, bila ingin menerapkan metode diet weight watcher, Anda mesti memiliki niat yang kuat agar target berat badan ideal bisa tercapai. Bahkan, dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter juga menyarankan Anda untuk mengonsultasikan segala metode diet yang dipilih kepada dokter dan ahli gizi, agar takarannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi fisik. Anda tentu tak ingin menjalankan diet yang malah mengundang bahaya bagi kesehatan tubuh Anda sendiri, bukan?

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓